Mengapa Ambisi Prabowo Soal 100 Persen Energi Terbarukan Saja Tak Cukup? IESR Dorong Hal Ini

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 05 Agustus 2025 | 15:47 WIB
Mengapa Ambisi Prabowo Soal 100 Persen Energi Terbarukan Saja Tak Cukup? IESR Dorong Hal Ini
Presiden Prabowo Subianto. ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

Suara.com - Pemerintah Indonesia menargetkan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 108,7 GW pada 2060.

Ini sesuai Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN).

Presiden Prabowo Subianto bahkan menyebut Indonesia bisa mencapai 100 persen energi terbarukan dalam 10 tahun, dimulai dari desa-desa.

Namun, menurut lembaga riset Institute for Essential Services Reform (IESR), target ambisius ini tidak cukup hanya dengan pernyataan politik.

Untuk mencapainya, dibutuhkan ekosistem industri energi surya yang utuh dan strategi konkret yang melampaui rencana-rencana formal seperti RUPTL.

Pembangkit listrik Tenaga angin. (Pexels/Kervin Edward Lara)
Pembangkit listrik Tenaga angin. (Pexels/Kervin Edward Lara)

CEO IESR, Fabby Tumiwa, mengatakan bahwa Indonesia sebenarnya punya semua modal dasar, matahari yang berlimpah, tenaga kerja, hingga bahan baku seperti pasir kuarsa.

Tapi yang krusial masih kurang industri hulu seperti pabrik polisilikon, ingot, dan wafer belum ada.

Lebih dari 17 miliar ton pasir kuarsa tersebar di berbagai daerah Indonesia, tapi belum dimanfaatkan untuk membangun industri hulu panel surya.

Di saat yang sama, permintaan global terhadap teknologi surya terus naik, dan dunia mulai mencari rantai pasok alternatif selain China. Ini peluang besar bagi Indonesia, terutama karena letak geografis yang strategis untuk ekspor ke Asia dan Pasifik.

baca juga

Menjawab hal itu, IESR bersama Institut Teknologi Indonesia (ITI) dan BRIN telah menyusun peta jalan untuk membangun industri fotovoltaik terintegrasi dari hulu ke hilir.

Ini mencakup strategi peningkatan permintaan lokal, produksi dalam negeri, sinkronisasi kebijakan, riset teknologi, hingga penciptaan lapangan kerja baru.

Sebenarnya, Indonesia sudah bisa memproduksi modul dan sel surya. Kapasitas produksi modul mencapai 10,6 GW dan sel surya 9,5 GW. Tapi karena permintaan lokal masih kecil, banyak pabrik belum beroperasi maksimal. Sementara di sisi lain, minat investasi di sektor ini cukup tinggi, terutama untuk produksi skala besar.

IESR menekankan pentingnya langkah-langkah konkret seperti membentuk konsorsium nasional, memberikan insentif fiskal dan non-fiskal, membenahi regulasi tarif dan pengadaan, serta mendorong kolaborasi riset dan transfer teknologi dari luar negeri. Proyek ekspor listrik seperti green corridor ke Singapura juga bisa jadi peluang strategis.

Indonesia punya potensi menjadi pemain utama dalam industri surya dunia. Tapi potensi ini hanya bisa diwujudkan jika ada tindakan nyata, kolaborasi lintas sektor, dan dukungan penuh dari kebijakan pemerintah.

“Sekarang saatnya kita serius membangun industri PLTS nasional, bukan hanya bicara target,” tegas Alvin Putra, analis IESR.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Catatan Merah ICW ke Prabowo Usai Beri Amnesti-Abolisi: Hukum Itu Ditegakkan untuk Keadilan Pak

3 Catatan Merah ICW ke Prabowo Usai Beri Amnesti-Abolisi: Hukum Itu Ditegakkan untuk Keadilan Pak

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 15:27 WIB

Racikan Kabinet Prabowo 'Tokcer' di Kuartal II 2025, BPS Blak-blakan Soal Data Ekonomi

Racikan Kabinet Prabowo 'Tokcer' di Kuartal II 2025, BPS Blak-blakan Soal Data Ekonomi

Bisnis | Selasa, 05 Agustus 2025 | 15:02 WIB

Abolisi dan Amnesti: Pengampunan Elit dan Biasnya Rasa Keadilan?

Abolisi dan Amnesti: Pengampunan Elit dan Biasnya Rasa Keadilan?

Your Say | Selasa, 05 Agustus 2025 | 15:00 WIB

Terkini

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

×