Pakar Skakmat Menteri HAM soal Bendera One Piece: Itu Bukan Makar, Pemerintah Terlalu Baper!

Erick Tanjung, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 05 Agustus 2025 | 16:07 WIB
Pakar Skakmat Menteri HAM soal Bendera One Piece: Itu Bukan Makar, Pemerintah Terlalu Baper!
Warga ramai-ramai kibarkan bendera one piece. [twitter]

Suara.com - Sikap keras pemerintah yang menganggap pengibaran bendera Bajak Laut Topi Jerami atau One Piece sebagai tindakan makar dinilai terlalu berlebihan dan 'baper'. Pakar komunikasi massa dari Universitas Jenderal Soedirman, Edi Santoso, menyebut pemerintah telah mengambil kesimpulan yang terburu-buru dan justru kontraproduktif.

Kritik tajam ini dilontarkan menyusul pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai yang tak main-main mengancam para pengibar bendera anime tersebut dengan pasal makar.

Menurut Edi Santoso, pemerintah gagal memahami bahwa makna sebuah simbol, termasuk bendera One Piece, bersifat dinamis dan sangat personal bagi penggunanya.

"Artinya simbol itu pemaknaannya dinamis dan sangat personal," kata Edi saat dihubungi Suara.com, Selasa (5/8/2025).

Ia menilai, langsung melabeli fenomena ini sebagai bentuk perlawanan atau makar adalah sebuah kesalahan fatal.

"Artinya men-judgement simbol ini sebagai sebuah bentuk perlawanan atau makar, itu kesimpulan yang terburu-buru dan punya implikasi luas," tegas Edi.

Harusnya Jadi Koreksi, Bukan Malah Dianggap Ancaman

Lebih jauh, Edi menyarankan pemerintah untuk melihat fenomena ini dari sudut pandang yang lebih positif. Jika pun bendera itu dimaknai sebagai simbol ketidakpuasan, seharusnya itu menjadi bahan koreksi bagi pemerintah, bukan malah dianggap sebagai ancaman.

"Kalau itu simbol ketidakpuasan, kan, faktanya, barangkali memang ada masyarakat yang tidak puas, kecewa dengan kondisi negara. Dan itu faktual dan mestinya ditanggapi secara positif," jelasnya.

baca juga

Menurutnya, lebih baik ketidakpuasan itu disalurkan lewat simbol kreatif seperti bendera One Piece daripada melalui aksi-aksi anarkis.

Yang lebih disayangkan Edi, sikap reaktif dan keras dari pemerintah ini justru bertentangan dengan semangat rekonsiliasi yang sedang dibangun oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Sampai membuat kebijakan-kebijakan, ada amnesti, abolisi, yang semangat besarnya itu sebetulnya semangat merangkul, semangat kebersamaan. Apalagi ini menjelang 17 Agustus," kata Edi.

Ia menilai, kegaduhan yang tidak perlu ini justru merusak momentum persatuan yang sedang coba diciptakan oleh presiden menjelang HUT ke-80 RI.

Sebelumnya, Menteri HAM Natalius Pigai memang melontarkan pernyataan keras yang memicu polemik. Ia menilai pengibaran bendera One Piece bisa dianggap melanggar hukum, bahkan berpotensi makar, karena dianggap tidak menghormati simbol negara. Sikap inilah yang kini dikritik sebagai tindakan yang terlalu berlebihan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger Kibar Bendera One Piece Dituding Makar, Andreas Pareira Membela: Ini Protes Diam Masyarakat

Geger Kibar Bendera One Piece Dituding Makar, Andreas Pareira Membela: Ini Protes Diam Masyarakat

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 15:40 WIB

Polisi 'Sweeping' Bendera One Piece di Jakarta, Gubernur Pramono Angkat Tangan: Biar Pusat Saja

Polisi 'Sweeping' Bendera One Piece di Jakarta, Gubernur Pramono Angkat Tangan: Biar Pusat Saja

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 15:09 WIB

Bawa-bawa PBB, Natalius Pigai Larang Bendera One Piece: Kebebasan Berekspresi Bisa Dibatasi Negara

Bawa-bawa PBB, Natalius Pigai Larang Bendera One Piece: Kebebasan Berekspresi Bisa Dibatasi Negara

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 15:02 WIB

Terkini

Kabar Baik Warga Jakbar! Proyek Pelebaran Jalan Raya Joglo Dilanjutkan Usai Mandek Sejak 2019

Kabar Baik Warga Jakbar! Proyek Pelebaran Jalan Raya Joglo Dilanjutkan Usai Mandek Sejak 2019

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:36 WIB

Tito Dorong Percepatan Penanganan Bencana, Daerah Diberi Ruang Tetapkan Status Tanggap Darurat

Tito Dorong Percepatan Penanganan Bencana, Daerah Diberi Ruang Tetapkan Status Tanggap Darurat

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:36 WIB

Membaca Pikiran Orang Seperti Membaca Buku: Memahami Bahasa Tubuh Manusia

Membaca Pikiran Orang Seperti Membaca Buku: Memahami Bahasa Tubuh Manusia

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:35 WIB

Dari Cabut Izin hingga Kompensasi Korban, Ini 5 Tuntutan Koalisi soal Karhutla

Dari Cabut Izin hingga Kompensasi Korban, Ini 5 Tuntutan Koalisi soal Karhutla

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:34 WIB

Dekan FEB Unair: Ekonomi Kuartal III-2026 Tumbuh 5,3 Persen, Investasi dan Manufaktur Menguat

Dekan FEB Unair: Ekonomi Kuartal III-2026 Tumbuh 5,3 Persen, Investasi dan Manufaktur Menguat

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 18:30 WIB

Sinopsis Love and Wifi in the Palace, Cinta Beda Zaman Lewat Smartphone

Sinopsis Love and Wifi in the Palace, Cinta Beda Zaman Lewat Smartphone

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:30 WIB

Bukan Hanya Warga Miskin, Desil 7-8 Juga Diusulkan Dapat BPJS PBI

Bukan Hanya Warga Miskin, Desil 7-8 Juga Diusulkan Dapat BPJS PBI

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:28 WIB

Lip Balm Tinted untuk Apa? Intip Manfaat dan 3 Rekomendasinya

Lip Balm Tinted untuk Apa? Intip Manfaat dan 3 Rekomendasinya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 18:25 WIB

Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik

Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 18:21 WIB

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Ada Apa dengan Syarat Cawapres 2024?

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Ada Apa dengan Syarat Cawapres 2024?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:15 WIB

×