Cuaca Ekstrem Picu Ledakan Polusi: AI Bantu Prediksi Risiko di Masa Depan

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 06 Agustus 2025 | 14:51 WIB
Cuaca Ekstrem Picu Ledakan Polusi: AI Bantu Prediksi Risiko di Masa Depan
Pengendara motor nelintas saat hujan lebat di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (3/3/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Cuaca ekstrem kini tak hanya dipandang sebagai akibat dari krisis iklim, tapi juga bisa menjadi penyebab langsung lonjakan polusi kimia berbahaya.

Inilah temuan penting dari tim ilmuwan di Texas A&M University yang menggabungkan kecerdasan buatan dan data cuaca untuk memetakan hubungan antara bencana alam dan insiden emisi kimia tak terduga.

Dalam studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Process Safety and Environmental Protection, para peneliti menemukan bahwa petir dan hujan lebat adalah dua faktor utama yang memicu insiden emisi kimia dari fasilitas industri.

"Dalam studi ini, kami mengkaji pemahaman berbasis data tentang bagaimana iklim ekstrem meningkatkan kemungkinan emisi industri yang berlebihan," ujar Dr. Qingsheng Wang, Profesor Teknik Kimia, Texas A&M, seperti dikutip dari Phys baru-baru ini. 

Ilustrasi polusi udara. (freepik/rawpixel.com)
Ilustrasi polusi udara. (freepik/rawpixel.com)

Emisi kimia tak terduga, yang biasa terjadi saat bencana alam melumpuhkan fasilitas industri, bisa melepaskan polutan berbahaya ke udara dan sering kali tak sempat ditanggulangi tepat waktu.

Salah satu contohnya adalah saat Badai Harvey pada 2017, ketika banjir melumpuhkan sistem pendingin di fasilitas pemrosesan kimia. Akibatnya, lebih dari 175.000 kg bahan kimia terbakar, melepaskan polusi besar ke atmosfer.

AI Ungkap Pola Cuaca yang Jadi "Pemicu Polusi"

Untuk menelusuri polanya, para peneliti menganalisis laporan insiden industri dan data cuaca selama 20 tahun terakhir di wilayah Houston—kawasan dengan aktivitas industri tinggi di Amerika Serikat.

"Petir dan curah hujan bukan hanya sekadar prakiraan cuaca; keduanya merupakan indikator utama lonjakan polusi," kata mahasiswa doktoral teknik kimia, Texas A&M, Haoyu Yang,.

baca juga

Petir sering menyebabkan pemadaman listrik mendadak, yang memicu kebakaran industri. Sementara hujan lebat dan banjir kerap merusak peralatan, mendorong pelepasan zat kimia ke lingkungan.

Dengan pemahaman baru ini, langkah mitigasi bisa jadi lebih tepat sasaran, baik oleh operator fasilitas industri maupun lembaga perlindungan lingkungan.

Para ilmuwan berharap, data ini bisa digunakan untuk mengembangkan sistem peringatan dini, sehingga publik dapat menghindari paparan zat berbahaya selama cuaca ekstrem.

“Memprediksi hari-hari berisiko tinggi memungkinkan lembaga mengurangi paparan publik terhadap karsinogen dan prekursor kabut asap,” ujar peneliti dalam makalah.

Selain itu, tren ini bisa menjadi dasar kebijakan jangka panjang. Contohnya: membangun sistem anti-banjir atau menyediakan cadangan daya untuk fasilitas yang berada dekat permukiman warga.

Studi ini juga menemukan bahwa hubungan antara cuaca ekstrem dan insiden polusi mulai melemah dalam beberapa tahun terakhir, kemungkinan karena perbaikan sistem pasca-Badai Harvey.

"Kami menemukan bahwa kekuatan korelasi iklim-insiden bergeser seiring waktu, mengisyaratkan peningkatan ketahanan industri,” kata Haoyu Yang.

Namun, para peneliti menegaskan bahwa tren ini harus terus dipantau. Deteksi perubahan dari waktu ke waktu kini menjadi fokus utama riset lanjutan.

Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi antara Departemen Teknik Kimia dan Departemen Geografi Texas A&M, serta bagian dari inisiatif Climate-LEAD, yang meneliti dampak iklim terhadap ketimpangan lingkungan di komunitas rentan di sepanjang Gulf Coast.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tekan Emisi Karbon, Jababeka Targetkan 100.000 Mangrove di Pantai Utara Bekasi

Tekan Emisi Karbon, Jababeka Targetkan 100.000 Mangrove di Pantai Utara Bekasi

Bisnis | Selasa, 05 Agustus 2025 | 10:12 WIB

Dari Rumah ke Regulasi: Siapa yang Harus Bertanggung Jawab Kurangi Emisi?

Dari Rumah ke Regulasi: Siapa yang Harus Bertanggung Jawab Kurangi Emisi?

News | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 13:23 WIB

Bangunan Hijau EDGE di Indonesia Kurangi Emisi Setara 1,5 Juta Pohon

Bangunan Hijau EDGE di Indonesia Kurangi Emisi Setara 1,5 Juta Pohon

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 14:30 WIB

Terkini

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Dukung Malaysia, Artis Ini Kena Serang Netizen Indonesia: Apa Saya Harus Ganti Kewarganegaraan?

Dukung Malaysia, Artis Ini Kena Serang Netizen Indonesia: Apa Saya Harus Ganti Kewarganegaraan?

Entertainment | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:00 WIB

×