Sungai Eufrat Ada Di Mana? Diburu Warga Saat Surut Disebut Pertanda Gunung Emas

Rifan Aditya | Suara.com

Rabu, 06 Agustus 2025 | 17:25 WIB
Sungai Eufrat Ada Di Mana? Diburu Warga Saat Surut Disebut Pertanda Gunung Emas
Sungai Eufrat atau Efrat Ada Di Mana? Diburu Warga Saat Surut Disebut Pertanda Gunung Emas (Google Maps)

Suara.com - Sungai Eufrat kembali menjadi sorotan dunia bahkan warga lokal berbondong-bondong untuk memburu emas. Lantas, sebenarnya Sungai Eufrat ada dimana?

Bukan hanya karena nilai historisnya sebagai salah satu penyangga peradaban tertua, tetapi juga karena fenomena surutnya air yang memicu perburuan emas besar-besaran oleh warga lokal.

Peristiwa surutnya Sungai Eufrat hingga ditemukannya emas ini lantas dikaitkan dengan nubuat akhir zaman yang telah lama diperbincangkan dalam hadist.

Lantas, di manakah sebenarnya letak Sungai Eufrat, dan apa yang sesungguhnya terjadi di sana? Mari kita telusuri lokasi, sejarah, dan fenomena terkini dari sungai legendaris ini.

Sungai Eufrat Ada di Mana? Jejaknya Melintasi Tiga Negara

Pertanyaan mendasar, "Sungai Eufrat ada di mana?" dapat dijawab dengan menelusuri peta Asia Barat.

Sungai Eufrat adalah salah satu sungai terpanjang dan terpenting di kawasan ini.

Alirannya yang deras membentang sepanjang kurang lebih 2.800 kilometer, melintasi tiga negara modern.

  • Hulu di Turki

Perjalanan Sungai Eufrat dimulai dari dataran tinggi Anatolia Timur di Turki. Sungai ini terbentuk dari pertemuan dua anak sungai, yaitu Karasu dan Murat.

Di negara inilah banyak bendungan besar dibangun, yang menurut para ahli menjadi salah satu pemicu berkurangnya debit air ke negara-negara di hilir.

  • Melintasi Suriah

Dari Turki, Eufrat mengalir ke selatan, membelah daratan Suriah.

Di sinilah kota-kota bersejarah seperti Raqqa berada di tepiannya. Wilayah inilah yang belakangan ini menjadi pusat perhatian akibat surutnya air sungai secara drastis.

  • Bermuara di Irak

Setelah melewati Suriah, aliran sungai berlanjut ke Irak. Di negara ini, Sungai Eufrat bertemu dengan "saudaranya", Sungai Tigris, di dekat kota Al-Qurnah untuk membentuk muara Shatt al-Arab.

Muara gabungan ini kemudian mengalir sejauh sekitar 200 kilometer sebelum akhirnya mencapai Teluk Persia.

Jalur aliran yang melintasi tiga negara ini menjadikan Eufrat sebagai urat nadi kehidupan, sumber air minum, irigasi pertanian, dan pembangkit listrik selama ribuan tahun.

Jantung Peradaban Kuno Mesopotamia

Jauh sebelum menjadi berita utama modern, lembah di antara Sungai Tigris dan Eufrat dikenal sebagai Mesopotamia, yang berarti "tanah di antara dua sungai."

Kawasan ini adalah tempat lahirnya peradaban-peradaban besar pertama di dunia, termasuk Sumeria, Akkadia, Babilonia, dan Asiria.

Sungai Eufrat menyediakan air dan tanah subur yang memungkinkan masyarakat beralih dari gaya hidup berburu-meramu ke pertanian menetap.

Kota-kota megah seperti Babilon yang legendaris dibangun di atas tepiannya, menjadikan sungai ini saksi bisu dari inovasi manusia dalam bidang tulisan, hukum, dan astronomi.

Penampakan Sungai Eufrat. (Foto: Wikipedia)
Penampakan Sungai Eufrat. (Foto: Wikipedia)

Keringnya Sungai Eufrat dan 'Gunung Emas'

Dalam beberapa tahun terakhir, debit air Sungai Eufrat menyusut drastis. Kekeringan parah, perubahan iklim, dan pengelolaan bendungan di Turki disebut sebagai penyebab utamanya.

Dampak paling nyata terlihat di wilayah Raqqa, Suriah, di mana dasar sungai yang sebelumnya terendam kini terlihat sebagai daratan kering.

Fenomena inilah yang memicu kehebohan. Warga setempat, melihat gundukan tanah yang tampak berkilau, mulai berbondong-bondong menggalinya dengan harapan menemukan emas.

Dengan peralatan sederhana seperti sekop dan cangkul, puluhan bahkan ratusan orang mendirikan tenda dan bekerja siang malam, menciptakan ekonomi mikro dadakan di kawasan tersebut.

Aksi ini bukan sekadar didorong oleh motif ekonomi. Banyak warga mengaitkannya dengan sebuah hadist Nabi Muhammad:

"Kiamat tidak akan datang hingga Sungai Eufrat menyingkapkan gunung emas yang akan menjadi perebutan manusia." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini, yang telah lama menjadi bagian dari eskatologi Islam, seolah menemukan relevansinya dalam peristiwa kekeringan ini, memberikan dimensi spiritual pada perburuan emas tersebut.

Heboh Warga Cari Emas di Sungai Efrat: Benarkah Tanda Kiamat? (Dok. TikTok)
Heboh Warga Cari Emas di Sungai Efrat: Benarkah Tanda Kiamat? (Dok. TikTok)

Benarkah Demikian?

Namun, apakah benar ada gunung emas yang tersingkap? Para ahli geologi meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati.

Seorang insinyur geologi, Khaled al-Shammari, menjelaskan bahwa endapan mineral memang umum ditemukan di sepanjang aliran sungai seperti Eufrat.

Namun, tanah berkilau yang ditemukan warga belum tentu emas. Bisa jadi itu adalah mineral lain seperti pirit, yang dikenal sebagai "emas palsu" karena warnanya yang mirip.

"Diperlukan analisis geologi mendalam untuk memastikan apakah endapan tersebut benar-benar mengandung emas atau hanya mineral biasa," jelas Al Shammari.

Hingga kini, belum ada konfirmasi ilmiah mengenai penemuan emas dalam jumlah besar.

Sungai Eufrat, yang berlokasi di jantung Timur Tengah, kini berada di persimpangan antara sejarah agung, tantangan ekologis modern, dan interpretasi nubuat kuno.

Bagaimana pendapat Anda tentang fenomena ini? Apakah ini murni gejala alam, atau ada makna lebih dalam yang bisa kita pelajari? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar di bawah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadits Nabi Muhammad Tentang Tanda Kiamat, Dikaitkan Fenomena Cari Emas di Sungai Eufrat

Hadits Nabi Muhammad Tentang Tanda Kiamat, Dikaitkan Fenomena Cari Emas di Sungai Eufrat

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 16:25 WIB

Heboh Timbunan Emas Muncul di Sungai Eufrat yang Surut, Benarkah Tanda Kiamat Sudah Dekat?

Heboh Timbunan Emas Muncul di Sungai Eufrat yang Surut, Benarkah Tanda Kiamat Sudah Dekat?

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 16:23 WIB

Heboh Warga Cari Emas di Sungai Efrat: Benarkah Tanda Kiamat Seperti Hadis Nabi?

Heboh Warga Cari Emas di Sungai Efrat: Benarkah Tanda Kiamat Seperti Hadis Nabi?

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 15:13 WIB

Terkini

Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah

Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:19 WIB

DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square

DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:16 WIB

Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek

Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:13 WIB

Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta

Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:09 WIB

Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook

Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:04 WIB

Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?

Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:10 WIB

Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:06 WIB

Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua

Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:05 WIB

Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:53 WIB

Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen

Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:52 WIB