Penantian Puluhan Tahun Berakhir Saat Ajal Tiba, Kisah Cinta Mbah Arifin Getarkan Tegal

Tasmalinda

Rabu, 06 Agustus 2025 | 19:32 WIB
Penantian Puluhan Tahun Berakhir Saat Ajal Tiba, Kisah Cinta Mbah Arifin Getarkan Tegal
mbah Arifin Gomblo [instagram]

Suara.com - Di sebuah sudut jalan yang ramai di Desa Kupu, Tegal, Jawa Tengah sebuah monumen kesetiaan yang hidup telah runtuh.

Selama hampir setengah abad, dunia di sekelilingnya berubah yakni rezim berganti, teknologi datang silih berganti namun Mbah Arifin tidak pernah beranjak. Ia adalah tetenger waktu, sebuah anomali cinta di dunia yang sinis.

Kini, penantiannya telah usai.

Bukan karena sang kekasih pujaan hati akhirnya pulang, melainkan karena maut terlebih dahulu datang memeluknya.

Kisah cintanya yang tragis, yang selama ini hanya menjadi legenda bisu di pinggir jalan, kini meledak, menggetarkan Tegal dan membekaskan luka manis di hati siapa saja yang mendengarnya.

Kisah ini bermula pada era 1970-an, sebuah masa yang terasa begitu jauh.

Mbah Arifin Gomblo, kala itu seorang pemuda, mengikat janji dengan seorang wanita bernama Supriyati.

Tak ada yang tahu persis isi janji itu, karena janji itu kini terkubur bersamanya. Namun, apa pun itu, janji tersebut memiliki kekuatan magis yang membekukan Mbah Arifin dalam satu titik di ruang dan waktu.

Baca juga: Koo Jun Yup dan Cinta Sejati: Duduk Diam di Makam Barbie Hsu

baca juga

Ia duduk di sana, di tempat yang sama setiap hari. Pandangannya menembus keramaian, mencari satu wajah yang tak kunjung tiba. Ia menjadi bagian dari lanskap desa, saksi bisu dari ribuan fajar dan senja.

"Setiap hari ya di situ. Dari saya masih kecil sampai sekarang punya cucu, Mbah Arifin ya di situ," ujar seorang warga setempat. Ia bukan lagi sekadar manusia, ia adalah mitos yang bernapas.

Penantian itu baru benar-benar berakhir ketika tubuhnya yang rapuh menyerah pada waktu. Ia wafat dalam tugasnya, dalam kesetiaannya yang absolut dan tak terbalas.

Di Balik Label 'Gila', Ada Cinta yang Melampaui Nalar

Dunia modern mungkin akan dengan mudah melabelinya orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Namun, itu adalah cara pandang yang terlalu dangkal untuk memahami kedalaman tragedi Mbah Arifin.

Warga Desa Kupu, yang hidup bersamanya selama puluhan tahun, melihat sesuatu yang lain. Mereka melihat puncak tertinggi dari sebuah ketulusan.

Mereka tidak mengusiknya, mereka merawatnya. Makanan dan minuman selalu ada untuknya, disodorkan oleh tangan-tangan yang melihatnya bukan sebagai orang aneh, melainkan sebagai penjaga sebuah kuil cinta yang tak terlihat.

Di matanya yang kosong, warga justru menemukan cermin.

Sebuah refleksi tentang arti komitmen yang kini mungkin telah hilang dari kamus kehidupan modern kita—sebuah dunia di mana janji begitu mudah diucap dan diingkari.

Dari Debu Jalanan, Menjadi Keabadian di Tembok

Kematian Mbah Arifin adalah sebuah kehilangan. Komunitas yang selama ini menjadi saksi bisu penantiannya menolak untuk membiarkan kisah ini lenyap ditelan zaman.

Dipelopori oleh para seniman di Kupu Art Forum, sebuah gerakan penghormatan pun lahir.

Sebuah dinding kusam disulap menjadi kanvas keabadian.

Wajah Mbah Arifin, dengan tatapan ikoniknya yang penuh harap, kini terpahat abadi dalam sebuah mural megah.

Ini bukan sekadar seni jalanan. Ini adalah sebuah pernyataan, sebuah proklamasi bahwa di Tegal pernah hidup seorang pria yang cintanya begitu besar hingga melampaui hidupnya sendiri.

Kisah Mbah Arifin adalah elegi tentang cinta, kehilangan, dan kesetiaan yang menyakitkan.

Ia tidak mendapatkan akhir bahagia yang ia nantikan, namun ia mendapatkan sesuatu yang lain: keabadian.

Kisah ini memaksa kita bertanya pada diri sendiri: Seberapa dalam kita bersedia berjuang untuk sebuah janji?

Bagikan pemikiran Anda tentang arti kesetiaan di kolom komentar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setia Seumur Hidup Tunggu Kekasih Tak Kembali, Kisah Mural Mbah Arifin Bikin Hati Pilu

Setia Seumur Hidup Tunggu Kekasih Tak Kembali, Kisah Mural Mbah Arifin Bikin Hati Pilu

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 15:24 WIB

Mbah Arifin Setia Tunggu Kekasih di Pinggir Jalan Sejak 70an Hingga Meninggal, Kini Dijadikan Mural

Mbah Arifin Setia Tunggu Kekasih di Pinggir Jalan Sejak 70an Hingga Meninggal, Kini Dijadikan Mural

Lifestyle | Senin, 04 Agustus 2025 | 22:29 WIB

Tanpa Banyak Rumor, Vinicius Dikabarkan Merapat ke Persekat Tegal

Tanpa Banyak Rumor, Vinicius Dikabarkan Merapat ke Persekat Tegal

Bola | Senin, 28 Juli 2025 | 15:00 WIB

Siswi MAN 1 Tegal Dikeluarkan Sekolah Usai Tolak Baju Syar'i Lomba Renang, Ortu Ngadu Kemenag

Siswi MAN 1 Tegal Dikeluarkan Sekolah Usai Tolak Baju Syar'i Lomba Renang, Ortu Ngadu Kemenag

News | Jum'at, 20 Juni 2025 | 17:06 WIB

Robot 'Umay': Karya Kreatif Pria Tegal dari Onderdil Bekas yang Viral di Medsos

Robot 'Umay': Karya Kreatif Pria Tegal dari Onderdil Bekas yang Viral di Medsos

Video | Senin, 12 Mei 2025 | 13:15 WIB

'Tegal Sudah Sangat Istimewa!' Wamensesneg Jawab Soal Peluang Daerah Asalnya Ikuti Jejak Solo

'Tegal Sudah Sangat Istimewa!' Wamensesneg Jawab Soal Peluang Daerah Asalnya Ikuti Jejak Solo

News | Minggu, 27 April 2025 | 19:06 WIB

Anti Boncos, 7 Wisata Hemat di Tegal Ini Cocok Buat Liburan Bareng Keluarga dan Teman

Anti Boncos, 7 Wisata Hemat di Tegal Ini Cocok Buat Liburan Bareng Keluarga dan Teman

Lifestyle | Senin, 21 April 2025 | 21:36 WIB

Terkini

Tak Melulu Merek Luar, ini 6 Sepatu Lokal yang Gak Kalah Keren!

Tak Melulu Merek Luar, ini 6 Sepatu Lokal yang Gak Kalah Keren!

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Urutan Pemakaian Serum, Essence, dan Moisturizer yang Benar Saat Skincare-an

Urutan Pemakaian Serum, Essence, dan Moisturizer yang Benar Saat Skincare-an

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Pemangkasan Tarif UMKM hingga 50 Persen di e-Commerce Masih Dibahas Pemerintah

Pemangkasan Tarif UMKM hingga 50 Persen di e-Commerce Masih Dibahas Pemerintah

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:07 WIB

Sudah Ditolak, Persija Belum Kapok Kejar Tanda Tangan Eks Pemain AS Roma

Sudah Ditolak, Persija Belum Kapok Kejar Tanda Tangan Eks Pemain AS Roma

Bola | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028

Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun

Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun

Video | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo

Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI

Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim

Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim

Sumut | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:52 WIB

Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi

Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:52 WIB

×