TNI Resmi Punya Rudal Balistik! Picu Kekhawatiran Perlombaan Senjata di Asia Tenggara

Bernadette Sariyem

Rabu, 06 Agustus 2025 | 19:41 WIB
TNI Resmi Punya Rudal Balistik! Picu Kekhawatiran Perlombaan Senjata di Asia Tenggara
Rudal balistik taktis (ITBM) pertama milik TNI, KHAN ITBM-600, yang dipesan dari Turki dilaporkan telah tiba di tanah air. Rudal ini langsung ditempatkan di daerah perbatasan dengan Malaysia. [defencesecurityasia]

Suara.com - Postur kekuatan militer regional telah terjadi. Indonesia secara resmi menjadi negara pertama di kawasan Asia Tenggara yang mengoperasikan sistem rudal balistik taktis, KHAN, yang dipasok oleh raksasa manufaktur pertahanan asal Turki, Roketsan.

Kehadiran senjata dengan kemampuan serangan presisi hingga 280 kilometer ini, menandai pergeseran paradigma dalam keseimbangan militer ASEAN dan memicu perdebatan sengit tentang potensi dimulainya era baru perlombaan rudal.

Informasi ini menguat setelah beredarnya gambar-gambar yang dirilis pada 1 Agustus 2025 oleh pengamat militer lokal.

Selain itu, foto-foto rudal KHAN juga terdapat dalam laman Defence Security Asia.

Foto-foto tersebut menunjukkan platform rudal KHAN, yang diberi kode ITBM-600, telah siaga di fasilitas Raipur A, yang merupakan markas Batalyon Artileri Medan ke-18 (Yonarmed 18/Buritkang Tenggarong) di Kalimantan Timur.

Keberadaan sistem peluncur-angkut (TEL) ini mengonfirmasi Indonesia telah secara resmi memasukkan senjata strategis tersebut ke dalam arsenal aktifnya, kurang dari tiga tahun setelah kontrak pengadaan ditandatangani.

"Ini adalah pertama kalinya sistem rudal Khan, versi ekspor dari sistem rudal balistik Bora yang telah teruji tempur, akan masuk ke dalam inventaris kekuatan selain militer Turki," ujar wakil manajer umum Roketsan, Murat Kurtulus, saat penandatanganan kesepakatan pada November 2022.

Rudal balistik taktis (ITBM) pertama milik TNI, KHAN ITBM-600, yang dipesan dari Turki dilaporkan telah tiba di tanah air. Rudal ini langsung ditempatkan di daerah perbatasan dengan Malaysia. [defencesecurityasia]
Rudal balistik taktis (ITBM) pertama milik TNI, KHAN ITBM-600, yang dipesan dari Turki dilaporkan telah tiba di tanah air. Rudal ini langsung ditempatkan di daerah perbatasan dengan Malaysia. [defencesecurityasia]

Mengubah Doktrin Pertahanan Maritim

Akuisisi dan penempatan rudal KHAN merupakan sebuah gebrakan tektonik yang mengubah doktrin strategis regional Indonesia.

baca juga

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, Jakarta secara historis selalu berfokus pada pertahanan pesisir, keamanan internal, dan sistem persenjataan permukaan-ke-permukaan dengan jangkauan terbatas.

KHAN mengubah total persamaan tersebut. Rudal balistik taktis ini secara efektif memperluas radius serangan Indonesia hingga mencakup sebagian besar Laut Cina Selatan, koridor maritim yang disengketakan, dan bahkan berpotensi menjangkau bagian selatan negara-negara tetangga jika skenario pencegahan gagal.

Sistem KHAN, turunan dari rudal Bora yang digunakan di dalam negeri Turki, dirancang untuk serangan presisi di medan perang dan mematikan.

Dengan jangkauan maksimum 280 kilometer dan tingkat akurasi di bawah 10 meter (Circular Error Probable/CEP), KHAN mengubah Indonesia dari kekuatan maritim yang secara tradisional bersifat defensif menjadi aktor dengan kemampuan serangan jarak jauh yang kredibel di tingkat regional.

Dipersenjatai dengan hulu ledak berdaya ledak tinggi atau fragmentasi seberat 470 kilogram, rudal KHAN dirancang untuk menetralisir target bernilai tinggi seperti pusat komando dan kendali, lapangan terbang, pusat logistik, bunker yang diperkeras, serta sistem radar musuh.

Pemicu Perlombaan Rudal di ASEAN?

Dengan langkah berani yang diambil Jakarta, kekhawatiran mengenai perlombaan rudal di Asia Tenggara tidak lagi bersifat hipotetis.

Penempatan KHAN menghancurkan norma strategis yang telah lama ada di dalam ASEAN, di mana rudal balistik secara tradisional absen dari inventaris militer aktif karena kekhawatiran proliferasi dan kesepakatan stabilitas regional.

Kini, negara-negara kuat di kawasan seperti Vietnam, Filipina, Thailand, dan Malaysia mungkin merasa terdorong untuk mencari sistem serupa—baik melalui pengembangan dalam negeri maupun pengadaan dari luar negeri—untuk memulihkan simetri pencegahan.

Tren ini terlihat dari meningkatnya hubungan militer Vietnam dengan Korea Selatan, Perjanjian Kerjasama Pertahanan yang Ditingkatkan (EDCA) Filipina dengan Amerika Serikat, dan investasi Malaysia pada drone berkemampuan rudal baru-baru ini.

Semua ini mencerminkan sebuah kawasan yang bersiap untuk masa depan yang lebih kinetik dan diperebutkan.

Analis menilai, jika tren ini semakin cepat, ASEAN bisa menjadi episentrum proliferasi rudal taktis berikutnya, dengan KHAN sebagai katalisatornya.

Keseimbangan Geostrategis di Luar Rivalitas AS-Cina

Pilihan Indonesia untuk mengakuisisi rudal KHAN dari Turki, menggarisbawahi keinginannya untuk mengejar kebijakan luar negeri yang seimbang dan tidak berpihak di tengah persaingan AS-Cina yang semakin intensif di Indo-Pasifik.

Daripada memilih antara jaringan serangan presisi Washington atau kemitraan strategis Beijing, Jakarta sedang mengukir jalannya sendiri dengan mencari pemasok senjata canggih alternatif seperti Turki dan India.

Reaksi dari Cina, yang semakin agresif di Laut Cina Selatan, diperkirakan tidak akan mengabaikan kapabilitas baru Jakarta ini.

Meskipun pernyataan resmi masih senyap, para analis mencatat bahwa sistem KHAN secara signifikan mengubah kalkulus strategis dalam pendekatan Beijing di laut dekatnya, terutama di sekitar perairan Natuna—area yang telah dinyatakan Jakarta tidak dapat dinegosiasikan.

Penempatan KHAN mungkin hanya langkah pertama.

Roketsan telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Pertahanan RI yang dapat mencakup produksi lokal, pengembangan bersama komponen, dan bahkan transfer pengetahuan untuk platform serangan jarak jauh di masa depan.

Dengan langkah ini, era rudal telah tiba di ASEAN, dan Indonesia kini berada di garis depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rudal Balistik yang Dibeli TNI Sudah Datang! Langsung Ditarok di 'Muka' Malaysia

Rudal Balistik yang Dibeli TNI Sudah Datang! Langsung Ditarok di 'Muka' Malaysia

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 19:21 WIB

Serunya Nobar Film di Bioskop Terapung Desa Muara Enggelam

Serunya Nobar Film di Bioskop Terapung Desa Muara Enggelam

Foto | Rabu, 23 Juli 2025 | 13:00 WIB

Polri Sita 248 Peti Kemas Batu Bara Ilegal, 3 Tersangka Ditahan

Polri Sita 248 Peti Kemas Batu Bara Ilegal, 3 Tersangka Ditahan

Foto | Kamis, 17 Juli 2025 | 18:17 WIB

Kahiyang Ayu Bersama Ketua Dekranasda Seluruh Indonesia Berkunjung ke IKN

Kahiyang Ayu Bersama Ketua Dekranasda Seluruh Indonesia Berkunjung ke IKN

News | Sabtu, 12 Juli 2025 | 16:13 WIB

PSK Menjamur di IKN, 64 Orang Diamankan, Segini Tarif Kencannya

PSK Menjamur di IKN, 64 Orang Diamankan, Segini Tarif Kencannya

News | Senin, 07 Juli 2025 | 16:22 WIB

PLTSa Bakal Dibangun di TPA Samarinda

PLTSa Bakal Dibangun di TPA Samarinda

Foto | Senin, 07 Juli 2025 | 14:22 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×