TNI Tembak Mati Mayer Wenda, Tokoh OPM Paling Dicari! Barang Bukti Ungkap Identitasnya

Chandra Iswinarno, Muhammad Yasir

Rabu, 06 Agustus 2025 | 23:55 WIB
TNI Tembak Mati Mayer Wenda, Tokoh OPM Paling Dicari! Barang Bukti Ungkap Identitasnya
Kapuspen Mabes TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan penembakan Mayer Wenda dalam operasi yang dilakukan TNI di Lanny Jaya. (ANTARA/Ho-Puspen Mabes TNI)

Suara.com - Prajurit TNI menembak mati salah satu tokoh utama Organisasi Papua Merdeka (OPM), Mayer Wenda alias Kuloi Wonda, dalam operasi penindakan di Kampung Mukoni, Distrik Mukoni, Kabupaten Lanny Jaya, Selasa (5/8/2025) sore.

Mayer Wenda, yang menjabat Wakil Panglima Kodap XII/Lanny Jaya, telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 2014 karena terlibat serangkaian aksi kekerasan bersenjata, termasuk penyerangan Mapolsek Pirime dan pembunuhan anggota Polri di Tolikara pada 2012.

Operasi penindakan berlangsung pukul 16.30 WIT setelah aparat mendapat informasi intelijen dari masyarakat.

Saat disergap, Mayer Wenda disebut melakukan perlawanan bersenjata bersama kelompoknya hingga terjadi kontak tembak.

Mayer tewas di tempat bersama seorang pria lain yang diduga adiknya, Dani Wenda.

Dari lokasi kejadian, TNI mengamankan barang bukti berupa satu pucuk revolver, 24 butir amunisi, dua KTP, dua ponsel, uang tunai Rp65.000, dan satu noken.

Kedua jenazah dievakuasi ke RSUD Wamena untuk identifikasi lebih lanjut.

Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi menegaskan operasi ini dilaksanakan profesional dan terukur sesuai ketentuan hukum.

Prajurit TNI menembak mati salah satu tokoh utama Organisasi Papua Merdeka (OPM), Mayer Wenda alias Kuloi Wonda, dalam operasi penindakan di Kampung Mukoni, Distrik Mukoni, Kabupaten Lanny Jaya, Selasa (5/8/2025) sore. (Foto: Dok. Puspen Mabes TNI)
Prajurit TNI menembak mati salah satu tokoh utama Organisasi Papua Merdeka (OPM), Mayer Wenda alias Kuloi Wonda, dalam operasi penindakan di Kampung Mukoni, Distrik Mukoni, Kabupaten Lanny Jaya, Selasa (5/8/2025) sore. (Foto: Dok. Puspen Mabes TNI)

“Setiap tindakan prajurit TNI dalam menghadapi kelompok bersenjata dilakukan profesional, terukur, dan berdasar peraturan perundang-undangan,” kata Kristomei di kepada wartawan, Rabu (6/8/2025).

baca juga

Selain penindakan bersenjata, kata Kristomei, TNI tetap mengedepankan pendekatan dialogis dan humanis untuk membangun stabilitas jangka panjang di Papua.

"TNI tetap menyambut dengan tangan terbuka apabila ada anggota OPM yang menyadari kekeliruannya dan ingin kembali ke pangkuan NKRI dan bersama sama membangun Papua demi masa depan masyarakat Papua yang lebih damai dan sejahtera," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buron Sejak 2014, TNI Tembak Mati Tokoh Utama OPM Mayer Wenda Bersama Adiknya di Lanny Jaya

Buron Sejak 2014, TNI Tembak Mati Tokoh Utama OPM Mayer Wenda Bersama Adiknya di Lanny Jaya

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 19:01 WIB

Ada Apa di Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah? Ini 5 Fakta di Balik Penjagaan Laras Panjang TNI

Ada Apa di Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah? Ini 5 Fakta di Balik Penjagaan Laras Panjang TNI

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 12:17 WIB

Warga Sipil Kembali Jadi Korban: OPM Dituding Bunuh Dua Orang di Papua

Warga Sipil Kembali Jadi Korban: OPM Dituding Bunuh Dua Orang di Papua

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 20:48 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×