Mendidik Penguasa dengan Perlawanan, Sosiolog: Filosofi Kuno Marco Kartodikromo Bangkit di Pati!

Budi Arista Romadhoni

Kamis, 14 Agustus 2025 | 09:44 WIB
Mendidik Penguasa dengan Perlawanan, Sosiolog: Filosofi Kuno Marco Kartodikromo Bangkit di Pati!
Sosiolog Okky Madasari saat podcast di Forum Keadilan TV. [YouTube]

Suara.com - Spirit perlawanan tokoh pergerakan nasional, Marco Kartodikromo, kembali menggema di tengah riuhnya gejolak sosial di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Filsafatnya yang legendaris, bahwa rakyat harus "mendidik penguasa dengan perlawanan", dinilai sangat relevan dan menjadi cermin atas gerakan masif warga Pati menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dianggap mencekik.

Sosiolog sekaligus pengamat sosial, Dr. Okky Madasari, secara lugas menghubungkan gejolak di Pati dengan pemikiran tajam Marco.

Menurutnya, aksi warga Pati bukanlah sekadar protes biasa, melainkan sebuah manifestasi nyata dari pembangkangan sipil yang bertujuan memberi pelajaran kepada para pemegang kebijakan.

Dalam sebuah diskusi podcast yang disiarkan di kanal YouTube Forum Keadilan, Okky Madasari menegaskan bahwa perlawanan tersebut adalah bentuk pendidikan politik dari rakyat untuk pemimpinnya.

Gerakan ini menjadi pengingat bahwa kekuasaan tidak bersifat absolut dan harus selalu diawasi.

"Penguasa perlu dididik dengan perlawanan agar mereka mengoreksi diri dan sadar posisi mereka bukan sebagai raja," ujar Dr. Okky, menggaungkan kembali esensi pemikiran Marco Kartodikromo dikutip pada Kamis (14/8/2025).

Gejolak di Pati sendiri dipicu oleh kebijakan Pemkab yang menaikkan PBB hingga 250 persen.

Kebijakan ini sontak menuai protes keras dari berbagai elemen masyarakat yang merasa tidak dilibatkan dan terbebani, terlebih karena tarif PBB di Pati diketahui tidak pernah naik selama 14 tahun.

baca juga

Gelombang protes memuncak ketika puluhan ribu warga turun ke jalan, sebuah aksi yang akhirnya memaksa Bupati Pati, Sudewo, untuk membatalkan kebijakan tersebut.

Siapakah Marco Kartodikromo?

Penulis dan Jurnalis Indonesia, Marco Kartodikromo. [Dok Wikipedia]
Penulis dan Jurnalis Indonesia, Marco Kartodikromo. [Dok Wikipedia]

Bagi sebagian generasi muda, nama Marco Kartodikromo mungkin terdengar asing. Ia adalah seorang jurnalis, sastrawan, dan aktivis pergerakan nasional yang lahir di Blora pada tahun 1890.

Sezaman dengan Tirto Adhi Soerjo dan Tjipto Mangunkusumo, Marco dikenal dengan tulisan-tulisannya yang tanpa kompromi mengkritik pemerintah kolonial Belanda dan sistem feodalisme.

Karya-karyanya seperti novel Student Hidjo dan Rasa Merdika, serta tulisan-tulisannya di surat kabar Doenia Bergerak, dianggap sebagai "bacaan liar" oleh pemerintah kolonial karena berpotensi membangkitkan kesadaran dan perlawanan rakyat.

Karena aktivitas dan tulisannya yang vokal, ia berulang kali dijebloskan ke penjara hingga akhirnya diasingkan ke Boven-Digoel, Papua, di mana ia wafat pada 1932.

Filsafat perlawanannya lahir dari pengalaman melihat ketidakadilan dan penindasan secara langsung.

Pelajaran dari Pati untuk Indonesia

Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025). [ANTARA FOTO/Aji Styawan/tom]
Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025). [ANTARA FOTO/Aji Styawan/tom]

Kemenangan rakyat Pati dalam membatalkan kenaikan PBB menjadi preseden penting. Peristiwa ini, menurut Dr. Okky Madasari, menunjukkan bahwa perlawanan yang terorganisir dan masif memiliki kekuatan untuk memaksa penguasa mendengarkan aspirasi publik.

Meski kebijakan telah dibatalkan, pesan yang ditinggalkan jauh lebih besar.

Gerakan di Pati membuktikan bahwa rakyat bukanlah objek pasif dalam pemerintahan, melainkan subjek aktif yang memiliki daya tawar dan kekuatan untuk mengoreksi kebijakan yang keliru.

Di era keterbukaan informasi dan meningkatnya kesadaran politik, model perlawanan seperti di Pati berpotensi terulang di daerah lain jika penguasa abai terhadap suara warganya.

Fenomena ini menjadi sinyal keras bagi seluruh pejabat publik di Indonesia. Bahwa di balik legitimasi formal, terdapat kedaulatan rakyat yang sewaktu-waktu dapat menjelma menjadi gerakan sosial kuat ketika rasa keadilan mereka terusik.

Seperti yang diajarkan Marco seabad lalu, terkadang perlawanan adalah satu-satunya bahasa yang dipahami oleh kekuasaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Syarat Pemakzulan Bupati, Bagaimana Prosedurnya?

Syarat Pemakzulan Bupati, Bagaimana Prosedurnya?

Lifestyle | Kamis, 14 Agustus 2025 | 09:28 WIB

Sudewo Dipecat Demokrat Bareng Angelina Sondakh, Ini 5 Fakta Bupati Pati Jelang ke Gerindra!

Sudewo Dipecat Demokrat Bareng Angelina Sondakh, Ini 5 Fakta Bupati Pati Jelang ke Gerindra!

News | Kamis, 14 Agustus 2025 | 09:20 WIB

Bisakah Bupati Pati Sudewo Segera Dilengserkan? Ternyata Rumit, Begini Mekanismenya

Bisakah Bupati Pati Sudewo Segera Dilengserkan? Ternyata Rumit, Begini Mekanismenya

News | Kamis, 14 Agustus 2025 | 09:05 WIB

Terkini

Terungkap! Ini Cara Polda Jatim Bongkar Kasus Penipuan Berkedok Arisan Bodong

Terungkap! Ini Cara Polda Jatim Bongkar Kasus Penipuan Berkedok Arisan Bodong

Jatim | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Fenomena Lipstick Effect, Kaburkan Kondisi Daya Beli Lemah

Fenomena Lipstick Effect, Kaburkan Kondisi Daya Beli Lemah

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:51 WIB

4 Tablet Xiaomi 8/256 GB Murah Mulai Rp2 Jutaan, Cek Spesifikasinya

4 Tablet Xiaomi 8/256 GB Murah Mulai Rp2 Jutaan, Cek Spesifikasinya

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Pertamina Lubricants Berharap Harga Oli Tak Naik Lagi

Pertamina Lubricants Berharap Harga Oli Tak Naik Lagi

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:44 WIB

Apa itu Tinted Sunscreen? Mengenal Kandungan dan Cara Kerjanya

Apa itu Tinted Sunscreen? Mengenal Kandungan dan Cara Kerjanya

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:40 WIB

Berlatih 2 Kali Sehari, Shin Tae-yong Pakai Metode Timnas Indonesia di Persija

Berlatih 2 Kali Sehari, Shin Tae-yong Pakai Metode Timnas Indonesia di Persija

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:35 WIB

4 Rekomendasi Buku dari Hyunjin Stray Kids, Ada 'Vegetarian' hingga 'Almond'!

4 Rekomendasi Buku dari Hyunjin Stray Kids, Ada 'Vegetarian' hingga 'Almond'!

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Mikroplastik dalam Kosmetik: Bagaimana Produk Kecantikan Bisa Mencemari Lingkungan?

Mikroplastik dalam Kosmetik: Bagaimana Produk Kecantikan Bisa Mencemari Lingkungan?

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Isu Gerakan Massa Agustus Ramai di Medsos, Murni Keresahan Ekonomi atau Ada Kepentingan Politik?

Isu Gerakan Massa Agustus Ramai di Medsos, Murni Keresahan Ekonomi atau Ada Kepentingan Politik?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Sungai Cihaur Diduga Dicemari Limbah, DLH Bandung Barat Kantongi Nama Pelakunya

Sungai Cihaur Diduga Dicemari Limbah, DLH Bandung Barat Kantongi Nama Pelakunya

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:27 WIB

×