12 Orang Terjerat Kasus Ijazah Palsu, Dokter Tifa Sebut Jokowi Salah Pilih Lawan: Jiwanya Pengecut!

Bangun Santoso

Kamis, 14 Agustus 2025 | 11:05 WIB
12 Orang Terjerat Kasus Ijazah Palsu, Dokter Tifa Sebut Jokowi Salah Pilih Lawan: Jiwanya Pengecut!
Kolase Jokowi dan Dokter Tifa (Ist)

Suara.com - Pakar neuroscience, Dokter Tifauzia Tyassuma atau biasa dipanggil Dokter Tifa, kembali melontarkan 'serangan' verbal melalui akun media sosial X miliknya. Ia menuding Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini tengah dilanda ketakutan hebat setelah upayanya menjerat 12 tokoh dalam kasus ijazah justru menjadi bumerang.

Melalui serangkaian unggahan, Dokter Tifa menyebut Jokowi telah salah perhitungan dalam memilih lawan-lawannya.

"Jokowi ketakutan karena salah pilih lawan. Dia tidak mengira 12 tokoh yang dia kriminalisasi bukan lawan sembarangan, termasuk mantan Ketua KPK, Abraham Samad," tulis Dokter Tifa, dikutip dari akun X pribadinya, Rabu (13/5/2025).

Menurutnya, Jokowi tidak pernah menduga bahwa para tokoh yang dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik ini akan memberikan perlawanan sengit dan tidak menunjukkan rasa gentar sedikit pun.

"Dan dia juga tidak mengira bahwa perlawanan 12 tokoh ini begitu garang dan 93 persen masyarakat berada bersama para tokoh yang dikriminalisasi. Apalagi RRT - Roy Rismon Tifa melawan dengan buku JOKOWI'S WHITE PAPER yang isinya penelitian tentang dugaan ijazah palsu ini sulit dibantah," lanjutnya.

Dokter Tifa juga menyoroti pernyataan Jokowi yang disebutnya berkelit. Ia menuduh Jokowi berusaha cuci tangan dari tanggung jawab atas pemanggilan 12 tokoh tersebut oleh kepolisian.

"Makanya, dia ngeles dengan mengatakan bahwa dia tidak melaporkan orang, tetapi melaporkan peristiwa, yaitu pencemaran nama baik dan fitnah. Ini artinya apa? Artinya sama dengan tabiat dia selama ini, Lempar batu sembunyi tangan!," ujar dia.

"Artinya dia melemparkan tanggung jawab pemanggilan 12 tokoh ini kepada polisi. Inilah lagi-lagi Jokowi mempertontonkan jiwanya yang pengecut dan lari dari tanggung jawab," semprot Dokter Tifa.

Tidak berhenti di situ, ia memberikan peringatan keras bahwa ada potensi pergerakan massa yang besar jika pemerintah memaksakan proses hukum terhadap ke-12 tokoh tersebut.

baca juga

"Sekarang ini segenap komponen masyarakat sudah diam-diam bergerak di seluruh daerah, di lapisan bawah, di kalangan akademisi dan mahasiswa, di kalangan para Tokoh Lintas Agama, di kalangan para Habaib, di kalangan buruh, emak-Emak, semua siap turun ke jalan, jika Jokowi memaksa 12 tokoh ini dipenjarakan," paparnya.

Ia pun menganggap upaya pembungkaman ini sebagai langkah sia-sia dan mengingatkan pada kasus serupa sebelumnya.

"Sudah cukup korban ijazah palsumu dua pahlawan; Bambang Tri dan Gus Nur. Jangan lagi kau tambahkan korban kriminalisasimu dengan niatmu membungkam 12 tokoh. Percuma! Terbongkarnya Ijazah palsumu adalah ulahmu sendiri, mulutmu sendiri," ungkapnya.

Dugaan Kriminalisasi Menguat dari Ruang Pemeriksaan

Tudingan "kriminalisasi" yang disuarakan Dokter Tifa seolah mendapat pembenaran dari salah satu tokoh yang diperiksa, Abraham Samad. Mantan Ketua KPK itu menjalani pemeriksaan maraton selama hampir 10 jam di Polda Metro Jaya pada Rabu (13/8/2025).

Kuasa hukum Abraham Samad, Daniel Winarta, mengungkapkan kejanggalan dalam proses pemeriksaan. Dari 56 pertanyaan yang diajukan penyidik, banyak di antaranya yang melenceng dari substansi laporan.

"Ya pada intinya ada beberapa pertanyaan yang disampaikan berkaitan dengan kasus ijazah palsu dan juga sebetulnya berkaitan dengan banyak hal yang berkaitan dengan podcast ya. Namun kami menyayangkan beberapa hal," ujar Daniel.

"Pertama, kebanyakan pertanyaan justru keluar dari kejadian ataupun waktu kejadian dan tempat kejadian yang sudah tertuliskan dalam surat panggilan," sambungnya.

Abraham Samad sendiri mengamini hal tersebut. Ia merasa pertanyaan penyidik lebih banyak menggali isi konten podcast-nya bersama tokoh-tokoh lain seperti Roy Suryo dan Dokter Tifa, bukan pada delik aduan yang tertera dalam surat panggilan.

"Jadi hampir sebagian besar pertanyaan diarahkan ke sana. Oleh karena itu, sebenarnya kami agak sesalkan karena kalau dilihat dari surat panggilan tempus locus delicti-nya itu tanggal 22 Januari," ucap Abraham.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengacara Todung Mulya Lubis Dukung Abraham Samad di Kasus Ijazah Jokowi: Hanya Otoriter yang Begini

Pengacara Todung Mulya Lubis Dukung Abraham Samad di Kasus Ijazah Jokowi: Hanya Otoriter yang Begini

News | Kamis, 14 Agustus 2025 | 10:48 WIB

10 Jam Diperiksa soal Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Abraham Samad: Banyak Pertanyaan di Luar Substansi

10 Jam Diperiksa soal Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Abraham Samad: Banyak Pertanyaan di Luar Substansi

News | Rabu, 13 Agustus 2025 | 22:22 WIB

Istana Harap Mantan Presiden Hadir di HUT RI ke-80, Megawati dan Jokowi Bakal Satu Panggung?

Istana Harap Mantan Presiden Hadir di HUT RI ke-80, Megawati dan Jokowi Bakal Satu Panggung?

News | Rabu, 13 Agustus 2025 | 20:37 WIB

Sidang Tahunan MPR: SBY dan Para Mantan Wapres Hadir, Tapi Kok Jokowi dan Megawati Masih Misteri?

Sidang Tahunan MPR: SBY dan Para Mantan Wapres Hadir, Tapi Kok Jokowi dan Megawati Masih Misteri?

News | Rabu, 13 Agustus 2025 | 20:12 WIB

Gus Nur Sindir Soal Dzikir Bersama di Rumah Jokowi: Enggak Usah Ada Nangis Massal

Gus Nur Sindir Soal Dzikir Bersama di Rumah Jokowi: Enggak Usah Ada Nangis Massal

News | Rabu, 13 Agustus 2025 | 20:07 WIB

Rombongan Kyai Semarang Bacakan Sholawat di Rumah Jokowi, Hersubeno : Merasa Terdzolimi?

Rombongan Kyai Semarang Bacakan Sholawat di Rumah Jokowi, Hersubeno : Merasa Terdzolimi?

News | Rabu, 13 Agustus 2025 | 19:55 WIB

Bukan Ijazah,  Dokter Tifa Sebut Gibran Hanya Punya Surat Keterangan Setara SMK

Bukan Ijazah, Dokter Tifa Sebut Gibran Hanya Punya Surat Keterangan Setara SMK

Video | Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:00 WIB

Terkini

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Pastikan Tak Hadiri Pemakaman

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Pastikan Tak Hadiri Pemakaman

News | Senin, 28 September 2026 | 13:56 WIB

DPR Murka ke Kalapas Cibinong: Anda Bukan Cuman Bohongin Pak Menteri, Tapi Seluruh Rakyat Indonesia

DPR Murka ke Kalapas Cibinong: Anda Bukan Cuman Bohongin Pak Menteri, Tapi Seluruh Rakyat Indonesia

News | Senin, 28 September 2026 | 13:56 WIB

Harga Minuman Manis Bakal Naik? Ini Bocoran Aturan 'Pajak' Minuman Berpemanis

Harga Minuman Manis Bakal Naik? Ini Bocoran Aturan 'Pajak' Minuman Berpemanis

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:53 WIB

Joey Pelupessy Ungkap Kondisi Ruang Ganti Timnas Indonesia Jelang Hadapi Malaysia

Joey Pelupessy Ungkap Kondisi Ruang Ganti Timnas Indonesia Jelang Hadapi Malaysia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 13:53 WIB

Bocoran LEGO One Piece Netflix 29 September & Update Arc Elbaph!

Bocoran LEGO One Piece Netflix 29 September & Update Arc Elbaph!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 13:50 WIB

3 Serum Ekstrak Bunga Mawar untuk Mencerahkan dan Melembapkan Kulit Kering

3 Serum Ekstrak Bunga Mawar untuk Mencerahkan dan Melembapkan Kulit Kering

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 13:47 WIB

Misteri Apartemen di Lapas Cibinong: Ternyata Rumah Dinas, 13 Unit Belum Terdaftar Aset Negara

Misteri Apartemen di Lapas Cibinong: Ternyata Rumah Dinas, 13 Unit Belum Terdaftar Aset Negara

News | Senin, 28 September 2026 | 13:45 WIB

Tata 2,3 Km Anak Kali Krukut, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga

Tata 2,3 Km Anak Kali Krukut, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga

News | Senin, 28 September 2026 | 13:39 WIB

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:37 WIB

Kasus Pengondisian Hasil Pemeriksaan, KPK Periksa Anggota V BPK RI Bobby Adhityo

Kasus Pengondisian Hasil Pemeriksaan, KPK Periksa Anggota V BPK RI Bobby Adhityo

News | Senin, 28 September 2026 | 13:33 WIB

×