Beda Nasib! Warga Pati dan Cirebon Dihajar Pajak Gila-gilaan, Jakarta Malah Obral Diskon PBB

Erick Tanjung, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 14 Agustus 2025 | 18:29 WIB
Beda Nasib! Warga Pati dan Cirebon Dihajar Pajak Gila-gilaan, Jakarta Malah Obral Diskon PBB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Pemandangan kontras 180 derajat terjadi di sejumlah daerah terkait Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Saat warga di Pati, Jawa Tengah, ngamuk hingga ricuh dan warga Cirebon, Jawa Barat, menjerit akibat kenaikan pajak gila-gilaan, warga DKI Jakarta justru menikmati diskon hingga pembebasan bayar.

Fenomena beda nasib ini sontak memicu amarah publik dan memaksa Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk turun tangan.

Di Cirebon, keluhan warga meledak setelah tagihan PBB mereka melonjak secara tidak masuk akal, bahkan ada yang naik hingga 1.000 persen. Salah satu warga melaporkan tagihannya membengkak dari Rp 6,2 juta menjadi Rp 65 juta. Pemerintah kota berdalih kebijakan ini adalah warisan dari era sebelumnya.

Kondisi tak kalah panas terjadi di Pati. Rencana kenaikan PBB sebesar 250 persen memicu demonstrasi besar-besaran yang berujung ricuh. Warga menuntut Bupati Sudewo mundur, dan aksi tersebut harus dibubarkan dengan gas air mata serta water canon.

Beda 180 Derajat, Jakarta Malah Obral Diskon

Saat daerah lain menaikkan pajak secara brutal, DKI Jakarta justru memilih jalan sebaliknya. Pemprov DKI di bawah Gubernur Pramono Anung memberikan paket insentif besar-besaran, antara lain:

  • Diskon bayar dini hingga 10 persen.
  • Keringanan tunggakan PBB tahun-tahun sebelumnya.
  • Pembebasan sanksi administratif.

Yang paling mencolok, Jakarta bahkan memberikan skema bebas bayar bagi rumah tapak dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di bawah Rp 2 miliar. Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli warga di tengah tingginya biaya hidup.

Melihat gejolak di berbagai daerah, Mendagri Tito Karnavian akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan dua prinsip utama yang harus dipegang kepala daerah; kebijakan pajak tidak boleh memberatkan dan harus dilakukan bertahap.

"Setiap mengeluarkan kebijakan yang berhubungan dengan pajak dan retribusi, jangan sampai memberatkan masyarakat. Lakukan bertahap saja,” kata Tito di Jakarta Utara, Kamis (14/8/2025).

baca juga

Tito kini berjanji akan merekap data daerah-daerah dengan lonjakan PBB yang tidak wajar dan akan berkoordinasi langsung dengan para kepala daerah untuk melakukan evaluasi.

Secara hukum, UU Nomor 1 Tahun 2022 memang memberikan kewenangan lebih luas bagi pemerintah daerah untuk mengatur PBB. Namun, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2023 juga memberikan syarat ketat.

Daerah wajib melakukan sosialisasi yang memadai dan harus memperhitungkan kemampuan ekonomi masyarakat sebelum menaikkan pajak. Kasus di Pati dan Cirebon seolah menjadi cermin bagaimana kewenangan besar ini dijalankan tanpa melihat kondisi rakyat, sehingga memicu gejolak sosial yang seharusnya bisa dihindari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kembali Digelar Tahun Ini, Mendag Gadang JMFW Jadi Penentu Arah Modest Fesyen Indonesia

Kembali Digelar Tahun Ini, Mendag Gadang JMFW Jadi Penentu Arah Modest Fesyen Indonesia

Lifestyle | Kamis, 14 Agustus 2025 | 17:43 WIB

Efisiensi Anggaran jadi Bumerang, Kenaikan PBB Bikin Warga Pati Hingga Cirebon Berang

Efisiensi Anggaran jadi Bumerang, Kenaikan PBB Bikin Warga Pati Hingga Cirebon Berang

Bisnis | Kamis, 14 Agustus 2025 | 17:29 WIB

Kedatangan The Dudas Minus One ke Rumah Coki Anwar Dicurigai untuk Redam Demo Pati, Ini Faktanya

Kedatangan The Dudas Minus One ke Rumah Coki Anwar Dicurigai untuk Redam Demo Pati, Ini Faktanya

Entertainment | Kamis, 14 Agustus 2025 | 17:55 WIB

Terkini

Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:33 WIB

Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu

Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:28 WIB

Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari

Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:24 WIB

Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta

Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:59 WIB

Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta

Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:53 WIB

5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!

5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:45 WIB

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:53 WIB

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:38 WIB

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:47 WIB

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:41 WIB

×