RUU PIHU Tuai Kontroversi, Asosiasi Haji Peringatkan Ancaman Runtuhnya Ekonomi Umat

Chandra Iswinarno, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 20 Agustus 2025 | 10:37 WIB
RUU PIHU Tuai Kontroversi, Asosiasi Haji Peringatkan Ancaman Runtuhnya Ekonomi Umat
Ketua Tim 13 Asosiasi Haji dan Umrah, M Firman Taufik menyampaikan pembahasan Revisi UU Haji jangan abaikan sejarah. [Suara.com/Bagaskara]

Suara.com - Rencana revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (RUU PIHU) memicu kekhawatiran serius dari para pelaku industri.

Ketua Tim 13 Asosiasi Haji dan Umrah, M Firman Taufik, secara tegas memperingatkan bahwa perubahan regulasi ini tidak boleh merusak ekosistem ekonomi umat yang telah menopang industri haji dan umrah nasional selama puluhan tahun.

Peringatan ini disampaikan dalam Forum Legislasi yang diselenggarakan oleh Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) dan Biro Pemberitaan DPR RI di Gedung DPR RI, Selasa (19/8/2025).

Forum tersebut juga menghadirkan Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj dan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abidin Fikri sebagai narasumber.

Potensi Dominasi Asing

Kekhawatiran utama yang disuarakan Firman adalah potensi dilegalkannya umrah mandiri melalui RUU PIHU.

Menurutnya, langkah ini dapat membuka pintu bagi pemain asing untuk mendominasi pasar dan secara perlahan mematikan pelaku usaha lokal yang selama ini menjadi tulang punggung ekosistem.

“Kami berharap para anggota DPR yang terhormat, memahami bahwa UU Haji dan Umrah sangat penting karena menyangkut hajat hidup umat dan dampaknya terhadap ekonomi nasional."

"Jika umrah mandiri dilegalkan melalui UU ini, maka potensial marketplace asing menguasai dan membunuh ekosistem ekonomi keumatan,” tegasnya.

baca juga

Menurut Firman, undang-undang yang ideal harus mampu memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada warga negara, serta adaptif terhadap tantangan zaman tanpa mengorbankan fondasi yang sudah ada.

Firman mengingatkan bahwa ekosistem haji dan umrah memiliki akar sejarah yang kuat, jauh sebelum Indonesia merdeka.

Penyelenggaraannya dirintis oleh berbagai elemen masyarakat yang kini telah berevolusi menjadi sebuah industri kompleks.

"Sejak sebelum Indonesia merdeka, penyelenggaraan ibadah haji dan umrah sudah dilakukan oleh ormas-ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, Persis, serta tokoh agama dan pesantren," katanya.

Jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang baru pulang dari Tanah Suci [Suara.com/Buniiamin]
Jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang baru pulang dari Tanah Suci [Suara.com/Buniiamin]

"Ini menjadi cikal bakal terbentuknya ekosistem haji dan umrah yang sekarang berkembang menjadi industri," kata Firman.

Industri ini, lanjutnya, melibatkan jejaring ekonomi yang luas, mulai dari UMKM, pusat konveksi, katering, transportasi, perhotelan, hingga pembimbing ibadah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Revisi UU Haji Mendesak: Aturan Kuota 'Made in Indonesia' Tak Sesuai Realita Arab Saudi

Revisi UU Haji Mendesak: Aturan Kuota 'Made in Indonesia' Tak Sesuai Realita Arab Saudi

News | Selasa, 19 Agustus 2025 | 22:56 WIB

Alasan Perusahaan Travel Ngotot Menolak Umrah Mandiri, Takut Rugi?

Alasan Perusahaan Travel Ngotot Menolak Umrah Mandiri, Takut Rugi?

News | Selasa, 19 Agustus 2025 | 22:45 WIB

Skandal Haji Meluas? KPK Buka Peluang Usut 'Jatah' Kuota untuk DPR

Skandal Haji Meluas? KPK Buka Peluang Usut 'Jatah' Kuota untuk DPR

News | Selasa, 19 Agustus 2025 | 20:49 WIB

Terkini

Masih Negosiasi dengan AFC, I.League Kejar Slot Asia untuk Juara League Cup 2026/2027

Masih Negosiasi dengan AFC, I.League Kejar Slot Asia untuk Juara League Cup 2026/2027

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Cara Memakai Viva Milk Cleanser dan Face Tonic yang Benar, Ternyata Ada 4 Langkah

Cara Memakai Viva Milk Cleanser dan Face Tonic yang Benar, Ternyata Ada 4 Langkah

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Hilirisasi Nikel Digenjot, 11 Proyek Rp180 Triliun Resmi Diluncurkan

Hilirisasi Nikel Digenjot, 11 Proyek Rp180 Triliun Resmi Diluncurkan

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02 WIB

Promo BRI untuk Pembelian iPhone 18 di iBox dan Eraphone, Ada Diskon Jutaan!

Promo BRI untuk Pembelian iPhone 18 di iBox dan Eraphone, Ada Diskon Jutaan!

Bri | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:01 WIB

Bongkar Polemik Ijazah Gibran, Pakar UMY: Pintu Masuk Pidananya Ada di Kementerian Pendidikan

Bongkar Polemik Ijazah Gibran, Pakar UMY: Pintu Masuk Pidananya Ada di Kementerian Pendidikan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:01 WIB

Ijazah SMA Gibran Jadi Sorotan, Jokowi: Yang Penting Mas Wapres Sudah Selesaikan S1

Ijazah SMA Gibran Jadi Sorotan, Jokowi: Yang Penting Mas Wapres Sudah Selesaikan S1

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Kabut Asap Makin Parah, Anwar Ibrahim Telepon Prabowo Desak Indonesia Lakukan Ini

Kabut Asap Makin Parah, Anwar Ibrahim Telepon Prabowo Desak Indonesia Lakukan Ini

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:57 WIB

Garuda Indonesia Ganti Dirut Jadi Thomas Oentoro, Ini Sosoknya

Garuda Indonesia Ganti Dirut Jadi Thomas Oentoro, Ini Sosoknya

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:55 WIB

4 Acne Body Wash Berbahan BHA Atasi Jerawat Punggung dan Tekstur Kasar

4 Acne Body Wash Berbahan BHA Atasi Jerawat Punggung dan Tekstur Kasar

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:53 WIB

5848 Karhutla Terjadi di Kalteng, Gubernur Agustiar: Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kawin Lagi

5848 Karhutla Terjadi di Kalteng, Gubernur Agustiar: Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kawin Lagi

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:51 WIB

×