Gedung Kedubes AS Diguncang Protes, Massa Buruh: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sasaran Berikutnya

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 06 Januari 2026 | 22:20 WIB
Gedung Kedubes AS Diguncang Protes, Massa Buruh: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sasaran Berikutnya
Ketua Umum Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI), Mirah Sumirat. (Suara.com/Dinda)
baca 10 detik
  • Aliansi buruh berunjuk rasa di Kedubes AS Jakarta pada Selasa (6/1/2026) mengecam penangkapan Presiden Venezuela oleh militer AS.
  • Massa khawatir intervensi ini menciptakan preseden buruk serta adanya motif ekonomi berupa penguasaan cadangan minyak Venezuela.
  • Penyelenggara aksi menyentil standar ganda AS dalam penegakan hukum internasional dibandingkan isu pelanggaran kemanusiaan lain.

Suara.com - Gelombang protes mewarnai depan Gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2026).

Massa yang tergabung dalam Aliansi Serikat Pekerja Sejuta Buruh, KASBI (Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia), GMNI, hingga Kontras menggelar aksi solidaritas mengecam penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh militer Amerika Serikat.

Aksi ini dipicu oleh apa yang mereka sebut sebagai ketidakadilan nyata yang dipertontonkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Massa khawatir intervensi luar negeri ini akan menjadi preseden buruk bagi kedaulatan negara-negara lain di masa depan.

Ketua Umum Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI), Mirah Sumirat, menyatakan kekhawatiran mendalam bahwa tindakan serupa bisa menyasar negara-negara yang tidak sejalan dengan kepentingan AS.

"Kami khawatir Presiden Trump atau Amerika akan melakukan hal yang sama ke negara-negara yang selanjutnya seperti Kuba, Columbia, kemungkinan juga Indonesia," ujar Mirah di sela-sela aksi.

Ia bahkan memperingatkan bahwa Indonesia berisiko menghadapi tekanan serupa jika tidak tunduk pada kemauan politik Amerika.

Aroma Minyak di Balik Intervensi

Tak hanya soal kedaulatan politik, Mirah mencium adanya motif ekonomi yang kuat di balik penangkapan Maduro. Ia menyoroti kekayaan alam Venezuela, khususnya cadangan minyak mentah yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia.

"Kalau kita menilik pernyataan Trump, pada saat awal-awal pernyataan beliau. Ketika Nicolas Maduro ditangkap, bahwa perusahaan minyak terbesar di Amerika yang akan mengamankan perusahaan minyak di Venezuela. Ini dugaan kuat kami, ini soal minyak," tegasnya.

baca juga
Aktivis dari Free Palestine Network (FPN) melakukan aksi bela Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Selasa (6/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Aktivis dari Free Palestine Network (FPN) melakukan aksi bela Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Selasa (6/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Sentil Standar Ganda Internasional

Dalam orasinya, Mirah juga melontarkan kritik tajam terhadap standar ganda penegakan hukum internasional. Ia mempertanyakan dalih kemanusiaan dan demokrasi yang sering digunakan Amerika Serikat untuk mengintervensi negara lain.

Mirah membandingkan perlakuan AS terhadap Venezuela dengan bungkamnya mereka terhadap pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan Israel.

"Bagaimana dengan penjahat kemanusiaan yang sudah dicap oleh PBB? Yang sudah diputuskan oleh PBB dan negara sebagian besar negara-negara dunia, yaitu Netanyahu, Presiden Israel. Kenapa itu tidak ditangkap?" ucapnya lantang.

Menutup pernyataannya, Mirah menegaskan bahwa terlepas dari dinamika internal Venezuela, intervensi dan upaya kudeta oleh negara asing tidak dapat dibenarkan secara hukum internasional.

"Dan Amerika bukan polisi dunia," pungkasnya.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Solidaritas untuk Venezuela di Kedubes Amerika

Aksi Solidaritas untuk Venezuela di Kedubes Amerika

Foto | Selasa, 06 Januari 2026 | 19:34 WIB

Donald Trump Culik Nicolas Maduro, Apakah Amerika Berhak Menangkap Presiden Negara Lain?

Donald Trump Culik Nicolas Maduro, Apakah Amerika Berhak Menangkap Presiden Negara Lain?

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 19:11 WIB

Ambisi Panas Trump di Kutub Utara: Incar Greenland, Denmark dan Warga Lokal Murka

Ambisi Panas Trump di Kutub Utara: Incar Greenland, Denmark dan Warga Lokal Murka

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 19:09 WIB

Sentuhan Humanis di Depan Kedubes AS, Polwan Polres Jakpus Sambut Pendemo sebagai Pejuang Aspirasi

Sentuhan Humanis di Depan Kedubes AS, Polwan Polres Jakpus Sambut Pendemo sebagai Pejuang Aspirasi

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 17:43 WIB

Demo di Depan Kedubes AS Sempat Buat Lalu Lintas Tersendat

Demo di Depan Kedubes AS Sempat Buat Lalu Lintas Tersendat

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 16:12 WIB

Terkini

Status Pasar Modal RI Terancam Turun Kelas, Bos BEI Minta Klarifikasi MSCI

Status Pasar Modal RI Terancam Turun Kelas, Bos BEI Minta Klarifikasi MSCI

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Pakai Obat Totol Jerawat Sebelum atau Sesudah Moisturizer? Ini Urutan yang Tepat

Pakai Obat Totol Jerawat Sebelum atau Sesudah Moisturizer? Ini Urutan yang Tepat

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Profil Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Terjaring OTT KPK Bersamaan Uang Tunai Rp1 Miliar

Profil Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Terjaring OTT KPK Bersamaan Uang Tunai Rp1 Miliar

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:08 WIB

DPRD Gowa Minta 7 Pejabat yang Dinonaktifkan Husniah Talenrang Dikembalikan

DPRD Gowa Minta 7 Pejabat yang Dinonaktifkan Husniah Talenrang Dikembalikan

Sulsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:03 WIB

Buku We Are the Keystones, Mengenal Pahlawan Tersembunyi Penjaga Alam

Buku We Are the Keystones, Mengenal Pahlawan Tersembunyi Penjaga Alam

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Keputusan Dewan Pers Terkait Dugaan Suap dalam Muktamar NU: Fitnah!

Keputusan Dewan Pers Terkait Dugaan Suap dalam Muktamar NU: Fitnah!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Brantas Abipraya Hadirkan Fasilitas Pendidikan Berkualitas, Wajah Baru Sekolah Negeri di Jakarta

Brantas Abipraya Hadirkan Fasilitas Pendidikan Berkualitas, Wajah Baru Sekolah Negeri di Jakarta

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:57 WIB

5 Alasan Batam Layak Dijadikan Tujuan Sebelum Kembali ke Jakarta

5 Alasan Batam Layak Dijadikan Tujuan Sebelum Kembali ke Jakarta

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:51 WIB

PLTSa DIY Ubah Sampah Jadi Listrik, Solusi Masalah atau Beban Baru?

PLTSa DIY Ubah Sampah Jadi Listrik, Solusi Masalah atau Beban Baru?

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:50 WIB

PPATK dan MIND ID Perkuat Kolaborasi, Jaga Integritas Industri Pertambangan Nasional

PPATK dan MIND ID Perkuat Kolaborasi, Jaga Integritas Industri Pertambangan Nasional

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:49 WIB

×