'Banteng Dibersihkan': Pacul Tumbang, 'Raja Daerah' Mana Target Mega Selanjutnya?

Tasmalinda

Rabu, 20 Agustus 2025 | 23:44 WIB
'Banteng Dibersihkan': Pacul Tumbang, 'Raja Daerah' Mana Target Mega Selanjutnya?
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Sebuah gempa politik berkekuatan tinggi baru saja mengguncang PDI Perjuangan dari titik episentrumnya: Jawa Tengah.

Dalam sebuah langkah yang tegas dan penuh pesan simbolik, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri telah menandatangani "surat sakti" yang mencopot Bambang Wuryanto, sang "Komandan Pacul", dari takhtanya sebagai Ketua DPD PDIP Jawa Tengah.

Manuver ini lebih dari sekadar rotasi jabatan.

Ini adalah sebuah vonis politik atas kegagalan paling memalukan dalam sejarah modern partai: jebolnya "Kandang Banteng" di Pilpres 2024.

Penunjukan FX Hadi Rudyatmo (Rudy), loyalis Jokowi yang merakyat, sebagai penggantinya, menandai dimulainya operasi penyelamatan marwah partai di tanah kelahirannya sendiri.

Akhir Era 'Komandan' di Tanah Marhaen

Selama bertahun-tahun, Bambang Pacul adalah personifikasi kekuasaan absolut PDIP di Jawa Tengah.

Dengan gaya kepemimpinan komando yang lugas dan kontrol penuh atas mesin partai hingga tingkat desa, ia adalah jaminan tegak lurusnya perintah dari pusat.

Namun, di bawah komandonya, benteng yang dianggap paling tak tertembus itu justru luluh lantak oleh gelombang Prabowo-Gibran.

baca juga

Kekalahan Ganjar Pranowo, kader terbaik yang diusung dari Jateng, di provinsinya sendiri adalah sebuah aib yang tak termaafkan.

Alasan formal bahwa Pacul mendapat tugas baru sebagai Ketua Baleg DPR RI terdengar seperti pemanis pahit. Publik membaca pesan yang sesungguhnya: ada harga yang harus dibayar untuk sebuah kegagalan strategis.

"Ini bukan sekadar kalah angka, ini soal harga diri partai. Kehilangan Jateng itu seperti kehilangan jantung ideologis," ungkap seorang sumber internal partai yang enggan disebutkan namanya.

Megawati (Instagram)
Megawati (Instagram)

Bukan Sekadar Rotasi, Ini Operasi Jantung Politik PDIP

Keputusan Megawati menunjuk FX Rudy bukanlah pilihan acak. Ini adalah sebuah operasi bedah politik yang dirancang untuk mengatasi tiga masalah krusial secara simultan seperti memulihkan luka batin kader, merebut kembali hati wong cilik, sekaligus sinyal keras bagi kader lainnya.

FX Rudy: Kembalinya 'Jokowisme' untuk Sembuhkan Luka?

Penunjukan FX Rudy membawa sebuah ironi besar.

Ia adalah sekutu politik terdekat Jokowi saat merintis karier di Solo. Di tengah hubungan dingin antara Istana dan PDIP pasca-Pilpres, penunjukan Rudy bisa ditafsirkan sebagai langkah pragmatis.

Megawati sadar betul bahwa untuk merebut kembali Jateng, PDIP harus bisa "berbicara" dengan bahasa yang dipahami oleh para pemilih loyal Jokowi.

Rudy adalah jembatan itu.

Ia adalah figur yang bisa merangkul kembali para pendukung Jokowi yang kemarin menyeberang, tanpa harus membuat partai kehilangan muka. Ia membawa DNA "Jokowisme"—politik yang menyentuh langsung perut dan hati rakyat—ke dalam struktur partai yang sempat dianggap kaku dan arogan.

Pertarungan PDIP belum usai. Pencopotan Bambang Pacul adalah babak pertama dari sebuah drama panjang untuk merebut kembali supremasi di Kandang Banteng.

Pertaruhan kini ada di pundak FX Rudy: mampukah ia menyembuhkan luka, menyatukan kembali barisan, dan memimpin banteng yang terluka untuk kembali menyeruduk di ajang Pilkada serentak?

Bagaimana pandangan Anda?

Apakah langkah Megawati ini adalah strategi brilian untuk kebangkitan PDIP, atau justru menunjukkan kepanikan pasca-kekalahan telak?

Bagikan analisis Anda di kolom komentar

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tahta Bambang Pacul di Jateng Runtuh Usai 'Sentilan' Pedas Megawati

Tahta Bambang Pacul di Jateng Runtuh Usai 'Sentilan' Pedas Megawati

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 23:03 WIB

Megawati Minta Presiden Prabowo Berantas Buzzer, Warisan Kerusakan Demokrasi 10 Tahun Jokowi?

Megawati Minta Presiden Prabowo Berantas Buzzer, Warisan Kerusakan Demokrasi 10 Tahun Jokowi?

News | Senin, 18 Agustus 2025 | 16:12 WIB

Prabowo Sudah Coba Merangkul, Tapi Luka Batin ke SBY dan Jokowi bikin Megawati Absen ke Istana?

Prabowo Sudah Coba Merangkul, Tapi Luka Batin ke SBY dan Jokowi bikin Megawati Absen ke Istana?

News | Senin, 18 Agustus 2025 | 15:25 WIB

Tak Perlu Ngobrol Serius, Prabowo-Megawati Mau Bertemu Sambil Makan Enak dan Cerita

Tak Perlu Ngobrol Serius, Prabowo-Megawati Mau Bertemu Sambil Makan Enak dan Cerita

News | Senin, 18 Agustus 2025 | 09:43 WIB

Hasto Ungkap Pesan Megawati Terkait Proyek Penulisan Ulang Sejarah RI

Hasto Ungkap Pesan Megawati Terkait Proyek Penulisan Ulang Sejarah RI

News | Senin, 18 Agustus 2025 | 06:00 WIB

Kembali Jabat Sekjen PDIP, Hasto Ungkap Pesan Megawati dan Spiritualitas yang Lahir di Rutan KPK

Kembali Jabat Sekjen PDIP, Hasto Ungkap Pesan Megawati dan Spiritualitas yang Lahir di Rutan KPK

News | Minggu, 17 Agustus 2025 | 17:58 WIB

Kenapa Megawati Selalu Absen di Upacara 17 Agustus Istana? Hasto Ungkap Alasannya

Kenapa Megawati Selalu Absen di Upacara 17 Agustus Istana? Hasto Ungkap Alasannya

News | Minggu, 17 Agustus 2025 | 16:05 WIB

Gugah Nurani Elite Politik, Megawati Sentil Bahaya Kolonialisme Gaya Baru dan Pengkhianat Rakyat

Gugah Nurani Elite Politik, Megawati Sentil Bahaya Kolonialisme Gaya Baru dan Pengkhianat Rakyat

News | Minggu, 17 Agustus 2025 | 15:05 WIB

Terkini

Cara Cek Nomor BPOM Skincare, Langkah Mudah untuk Hindari Produk Berbahaya

Cara Cek Nomor BPOM Skincare, Langkah Mudah untuk Hindari Produk Berbahaya

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:09 WIB

Menjaga Rumah Gajah: Wagub Jihan Ajak Warga Jadi Mata di Belantara Way Kambas

Menjaga Rumah Gajah: Wagub Jihan Ajak Warga Jadi Mata di Belantara Way Kambas

Lampung | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:06 WIB

5 Cara Mengatur Rumah Menurut Feng Shui agar Tenang dan Mendatangkan Rezeki

5 Cara Mengatur Rumah Menurut Feng Shui agar Tenang dan Mendatangkan Rezeki

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:04 WIB

Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2, Keberanian Para Penyihir Muda

Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2, Keberanian Para Penyihir Muda

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Lenovo Legion Y700 Infinite Meluncur, Tablet Gaming dengan OLED 165Hz dan Snapdragon 8 Elite Gen 5

Lenovo Legion Y700 Infinite Meluncur, Tablet Gaming dengan OLED 165Hz dan Snapdragon 8 Elite Gen 5

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:59 WIB

Jelang Muktamar ke-35 NU Muncul Isu Pengondisian Peserta

Jelang Muktamar ke-35 NU Muncul Isu Pengondisian Peserta

Jatim | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Merpati Rp305 Juta di Tengah Bencana dan Efisiensi: Seberapa Penting Belanja Seremoni HUT RI?

Merpati Rp305 Juta di Tengah Bencana dan Efisiensi: Seberapa Penting Belanja Seremoni HUT RI?

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:54 WIB

Sulsel Tembus 100 Persen Penerapan Manajemen Talenta ASN, Kepala BKN: Gubernurnya Andi Sudirman

Sulsel Tembus 100 Persen Penerapan Manajemen Talenta ASN, Kepala BKN: Gubernurnya Andi Sudirman

Sulsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:51 WIB

DCF 2026 Jadi Mesin Ekonomi Dieng, Penginapan Nyaris Penuh

DCF 2026 Jadi Mesin Ekonomi Dieng, Penginapan Nyaris Penuh

Jawa Tengah | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:42 WIB

Pembiayaan Pindar ke UMKM Terus Meningkat, Nilainya Tembus Rp35,12 Triliun

Pembiayaan Pindar ke UMKM Terus Meningkat, Nilainya Tembus Rp35,12 Triliun

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:38 WIB

×