BEM UI: Ekonomi Negara Bobrok, Rakyat Dirampok!

Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 26 Agustus 2025 | 12:37 WIB
BEM UI: Ekonomi Negara Bobrok, Rakyat Dirampok!
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) kembali melontarkan kritik tajam kepada pemerintah melalui unggahan di akun Instagram resmi mereka, @bemui_official. (tangka layar.ist)

Suara.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) kembali melontarkan kritik tajam kepada pemerintah melalui unggahan di akun Instagram resmi mereka, @bemui_official.

Dengan tajuk utama "EKONOMI NEGARA BOBROK, RAKYAT DIRAMPOK!", BEM UI menyoroti serangkaian kebijakan ekonomi yang dinilai hanya menguntungkan segelintir elit dan menyengsarakan rakyat.

"Hari ini, kita dihadapkan pada kenyataan pahit: kebijakan ekonomi yang seharusnya berpihak pada rakyat, justru berubah menjadi alat untuk memperkaya segelintir elit," tulis BEM UI dalam keterangan unggahannya dikutip Selasa (26/8/2025).

Menurut BEM UI, negara saat ini dijalankan dengan logika ekstraktif, di mana kebijakan yang ada lebih bertujuan untuk "merampok" sumber daya demi kepentingan kelompok tertentu, bukan untuk kesejahteraan rakyat secara luas.

"Pajak yang mencekik, korupsi dana publik, hingga proyek mercusuar yang hanya menguntungkan kelompok tertentu," tulisnya.

"Semuanya menjadi bukti nyata bahwa negara kita tengah dijalankan dengan logika ekstraktif, bukan untuk kesejahteraan rakyat,"BEM UI menambahkan.

Massa Mahasiswa dari berbagai universitas saat menggelar aksi menolak RUU TNI di Kawasan DPR, Jakarta, Kamis (20/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Massa Mahasiswa dari berbagai universitas saat menggelar aksi menolak RUU TNI di Kawasan DPR, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Melalui metode analisis 'pohon masalah', BEM UI memetakan bahwa akar dari bobroknya ekonomi Indonesia adalah cengkeraman oligarki dan kebijakan yang bersifat populisme semu.

Menurut BEM UI, dominasi oligarki dan pejabat populis yang hanya mementingkan elektoral menjadi biang keladi dari berbagai masalah turunan, seperti beban fiskal yang berat, utang negara yang tinggi, hingga monopoli tanah.

"Kebijakan ekonomi tidak berdiri netral, melainkan sarat kepentingan kelompok dominan," jelas BEM UI.

baca juga

Dampaknya, lanjut mereka, terasa langsung oleh masyarakat dalam bentuk kemiskinan, meningkatnya konflik agraria, buruknya layanan publik, dan ketimpangan sosial yang semakin melebar.

Reporter: Maylaffayza Adinda Hollaoena

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BEM UI Gelar Diskusi 'Panas', Sebut Pimpinan Era Prabowo Kebingungan

BEM UI Gelar Diskusi 'Panas', Sebut Pimpinan Era Prabowo Kebingungan

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 11:17 WIB

Aksi Tolak RKUHAP di Gerbang Pancasila DPR

Aksi Tolak RKUHAP di Gerbang Pancasila DPR

Foto | Selasa, 22 Juli 2025 | 18:47 WIB

Viral TNI Masuk Acara BEM UI, Legislator PDIP: Sudah Bukan Zamanya Lakukan Intimidasi

Viral TNI Masuk Acara BEM UI, Legislator PDIP: Sudah Bukan Zamanya Lakukan Intimidasi

News | Senin, 21 April 2025 | 12:41 WIB

Wanti-wanti Massa Aksi Indonesia Gelap, Eks Ketua BEM UI Ungkit Undangan Makan Malam Jokowi: Framing Jahat!

Wanti-wanti Massa Aksi Indonesia Gelap, Eks Ketua BEM UI Ungkit Undangan Makan Malam Jokowi: Framing Jahat!

News | Jum'at, 21 Februari 2025 | 19:17 WIB

#IndonesiaGelap, Mengintip 5 Tuntutan BEM UI untuk Prabowo-Gibran: Ada MBG

#IndonesiaGelap, Mengintip 5 Tuntutan BEM UI untuk Prabowo-Gibran: Ada MBG

Lifestyle | Selasa, 18 Februari 2025 | 08:00 WIB

Terkini

Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Rp60 Miliar

Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Rp60 Miliar

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Daftar Saham IHSG Milik Danantara, Ada yang Punya Porsi hingga 91%!

Daftar Saham IHSG Milik Danantara, Ada yang Punya Porsi hingga 91%!

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tanpa Pemain Asing, IBL All Indonesian 2026 Jadi Kesempatan Emas Pebasket Lokal

Tanpa Pemain Asing, IBL All Indonesian 2026 Jadi Kesempatan Emas Pebasket Lokal

Sport | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Libur Nataru 2026 Naik Pesawat dan Kapal Bakal Dapat Diskon 30%

Libur Nataru 2026 Naik Pesawat dan Kapal Bakal Dapat Diskon 30%

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:42 WIB

BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

Kalbar | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:11 WIB

BRI Rekrut 133 Alumni Magang Nasional 2025, Dorong Talenta Muda Berkembang

BRI Rekrut 133 Alumni Magang Nasional 2025, Dorong Talenta Muda Berkembang

Lampung | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer di Yogyakarta, Tawarkan Layanan Penjualan hingga Servis

Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer di Yogyakarta, Tawarkan Layanan Penjualan hingga Servis

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Kevin Diks Absen, Borussia Monchengladbach Terancam Cetak Rekor Buruk Bundesliga

Kevin Diks Absen, Borussia Monchengladbach Terancam Cetak Rekor Buruk Bundesliga

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Polisi Usut 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla Sumsel, Ratusan Hektare Lahan Disegel

Polisi Usut 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla Sumsel, Ratusan Hektare Lahan Disegel

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×