Megawati Kecam Intervensi AS di Venezuela: Ini Imperialisme Modern!

Bella, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:22 WIB
Megawati Kecam Intervensi AS di Venezuela: Ini Imperialisme Modern!
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri saat berpidato di hadapan ribuan kader yang memadati Beach City International Stadium (BCIS), Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026). (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah)
baca 10 detik
  • Megawati Soekarnoputri menyampaikan penolakan intervensi militer AS di Venezuela pada HUT PDIP ke-53 di Jakarta Utara.
  • Ketua Umum PDIP menyoroti penculikan Presiden Maduro sebagai pelanggaran hukum internasional dan bentuk neokolonialisme.
  • PDIP menyerukan penyelesaian konflik global melalui dialog dan diplomasi, menolak penyelesaian berbasis kekuatan militer sepihak.

Suara.com - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memberikan pernyataan politik yang tajam dalam peringatan HUT PDI Perjuangan ke-53 sekaligus pembukaan Rakernas I Tahun 2026.

Dalam pidatonya, Megawati menyoroti situasi geopolitik global, khususnya intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela yang dinilainya sebagai ancaman bagi kedaulatan negara.

Berbicara di hadapan ribuan kader yang memadati Beach City International Stadium (BCIS), Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026), Megawati menegaskan posisi partai berlambang banteng moncong putih tersebut dalam menolak segala bentuk neokolonialisme.

Megawati secara khusus memberikan perhatian pada operasi militer yang menyasar pemimpin nasional Venezuela, yang menurutnya telah melanggar norma hukum internasional secara fatal.

“Saya menyampaikan sikap tegas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan terhadap setiap bentuk intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela, termasuk penculikan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya melalui operasi militer yang telah memicu kecaman internasional,” kata Megawati.

Presiden ke-5 Republik Indonesia ini berpendapat bahwa agresi sepihak tersebut telah mencederai semangat perdamaian dunia yang tertuang dalam Piagam PBB.

Megawati juga mengaitkan sikap ini dengan napas sejarah Indonesia yang konsisten melawan penjajahan sejak Konferensi Asia Afrika 1955.

“Tindakan tersebut merupakan wujud neokolonialisme dan imperialisme modern, yang mengingkari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip dasar hubungan antarbangsa. Bangsa Indonesia menolak tatanan internasional yang membenarkan dominasi kekuatan atas kedaulatan bangsa lain,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Megawati mengingatkan bahwa kekuatan militer dan kekerasan bukanlah instrumen yang tepat dalam membangun demokrasi maupun peradaban manusia.

baca juga

PDI Perjuangan secara resmi mendorong agar setiap konflik internasional diselesaikan melalui jalur-jalur yang bermartabat.

“Demokrasi sejati tidak lahir dari moncong senjata, keadilan tidak tumbuh dari agresi sepihak, dan peradaban tidak dibangun di atas penghinaan terhadap martabat bangsa,” ujarnya.

Ia juga menambahkan posisi resmi partai terkait solusi konflik global.

“PDI Perjuangan menyerukan penyelesaian konflik internasional melalui dialog, diplomasi, dan hukum internasional, bukan melalui kekerasan yang hanya memperpanjang penderitaan rakyat sipil,” ujarnya.

Lebih lanjut, Megawati menegaskan komitmen PDI Perjuangan untuk terus menjaga marwah politik sebagai alat pengabdian, tidak hanya dalam konteks nasional, tetapi juga dalam membangun solidaritas internasional untuk melawan segala bentuk imperialisme di muka bumi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rocky Gerung Ngaku Girang Hadir di HUT ke-53 PDIP, Puji Pidato Megawati: Jernih, Tulus, dan Berani

Rocky Gerung Ngaku Girang Hadir di HUT ke-53 PDIP, Puji Pidato Megawati: Jernih, Tulus, dan Berani

News | Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:51 WIB

Megawati Tantang Militansi Kader: Buktikan Kalian Orang PDIP, Bantu Saudara Kita di Sumatra

Megawati Tantang Militansi Kader: Buktikan Kalian Orang PDIP, Bantu Saudara Kita di Sumatra

News | Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:15 WIB

PDIP Kenalkan Maskot Banteng Barata, Prananda Prabowo: Melambangkan Kekuatan Rakyat

PDIP Kenalkan Maskot Banteng Barata, Prananda Prabowo: Melambangkan Kekuatan Rakyat

News | Sabtu, 10 Januari 2026 | 16:56 WIB

Undang Rocky Gerung, PDIP Bahas Isu yang Jadi Sorotan Masyarakat di Rakernas

Undang Rocky Gerung, PDIP Bahas Isu yang Jadi Sorotan Masyarakat di Rakernas

News | Sabtu, 10 Januari 2026 | 16:40 WIB

Rocky Gerung Terpantau Turut Hadiri Rakernas PDIP di Ancol

Rocky Gerung Terpantau Turut Hadiri Rakernas PDIP di Ancol

News | Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:54 WIB

Ganjar Soroti Pelaksanaan Demokrasi dan Isu Pilkada di Rakernas PDIP 2026

Ganjar Soroti Pelaksanaan Demokrasi dan Isu Pilkada di Rakernas PDIP 2026

News | Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:42 WIB

Tolak Wacana Pilkada via DPRD, Ganjar: Sikap PDI Perjuangan Sangat Jelas!

Tolak Wacana Pilkada via DPRD, Ganjar: Sikap PDI Perjuangan Sangat Jelas!

News | Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:32 WIB

Jelang Rakernas 2026, PDIP Terbitkan Instruksi Keras Larang Kader Korupsi

Jelang Rakernas 2026, PDIP Terbitkan Instruksi Keras Larang Kader Korupsi

News | Sabtu, 10 Januari 2026 | 13:21 WIB

PDIP Pasang Badan untuk Pandji, Djarot: Negara Jangan Mudah Tersinggung Oleh Kritik

PDIP Pasang Badan untuk Pandji, Djarot: Negara Jangan Mudah Tersinggung Oleh Kritik

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 18:12 WIB

Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban

Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 15:55 WIB

Terkini

Serum Retinol dan Niacinamide Boleh Dilayer? Ini Panduan Skincare Aman dari Dokter

Serum Retinol dan Niacinamide Boleh Dilayer? Ini Panduan Skincare Aman dari Dokter

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 15:28 WIB

Test Drive Xforce HEV: Suspensi Empuk, Tenaga Semakin Sangar

Test Drive Xforce HEV: Suspensi Empuk, Tenaga Semakin Sangar

Otomotif | Senin, 20 Juli 2026 | 15:26 WIB

Indra Sjafri Bagikan Tips agar Anak Bisa Jadi Pesepak Bola Profesional

Indra Sjafri Bagikan Tips agar Anak Bisa Jadi Pesepak Bola Profesional

Health | Senin, 20 Juli 2026 | 15:26 WIB

Sekolah Tertimbun Lumpur Tambang, DPRD Desak Investigasi: Ada Kelalaian Serius

Sekolah Tertimbun Lumpur Tambang, DPRD Desak Investigasi: Ada Kelalaian Serius

Sulsel | Senin, 20 Juli 2026 | 15:24 WIB

Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK

Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK

News | Senin, 20 Juli 2026 | 15:24 WIB

Love-Hate dengan Commuter Line: Di Antara Ketergantungan, Kepadatan, dan Harapan Transportasi Ideal

Love-Hate dengan Commuter Line: Di Antara Ketergantungan, Kepadatan, dan Harapan Transportasi Ideal

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 15:23 WIB

Istana Respons Isu Menteri PU Bakal Kena Copot Agustus

Istana Respons Isu Menteri PU Bakal Kena Copot Agustus

News | Senin, 20 Juli 2026 | 15:21 WIB

BPDP Sebut Industri Sawit Nafkahi 16 Juta Warga RI

BPDP Sebut Industri Sawit Nafkahi 16 Juta Warga RI

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 15:20 WIB

Momen Berharga Hari Anak: 7 Rekomendasi Buku yang Bantu Anak Pahami Dunia Lewat Emosi

Momen Berharga Hari Anak: 7 Rekomendasi Buku yang Bantu Anak Pahami Dunia Lewat Emosi

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 15:17 WIB

Kata-kata Kemlu soal WNI Disekap di Myanmar

Kata-kata Kemlu soal WNI Disekap di Myanmar

News | Senin, 20 Juli 2026 | 15:16 WIB

×