CEK FAKTA: Indonesia Siap Perang Lawan Malaysia soal Ambalat

Denada S Putri | Suara.com

Selasa, 26 Agustus 2025 | 16:40 WIB
CEK FAKTA: Indonesia Siap Perang Lawan Malaysia soal Ambalat
Peta Ambalat. [Ist]

Suara.com - Sebuah video beredar di Facebook dengan klaim bahwa Indonesia menyatakan siap perang melawan Malaysia terkait sengketa Blok Ambalat.

Konten itu diunggah akun “Yahman Jr.” pada Kamis, 14 Agustus 2025, dan hingga Jumat, 22 Agustus 2025 telah mendapat lebih dari 13.700 tanda suka serta 1.300 komentar.

Dalam video, tampak Presiden Prabowo Subianto menuturkan kalimat:

Kedaulatan harga mati. Saya tegaskan bahwa Indonesia siap bila butuh berperan kami siap.

Unggahan tersebut kemudian diberi takarir provokatif:

Indonesia Siap Terima Tantangan Perang Malaysia
Presiden Prabowo Tinjau Ambalat: Siap Hadapi Kemungkinan Terburuk Sengketa dengan Malaysia!

Melansir dari TurnBackHoax.id, tim pemeriksa fakta menelusuri klaim ini dengan memasukkan kata kunci “Prabowo: Indonesia siap bila butuh berperang” ke Google.

CEK FAKTA, Indonesia Siap Perang Lawan Malaysia soal Ambalat. [TurnBackHoax.id]
CEK FAKTA, Indonesia Siap Perang Lawan Malaysia soal Ambalat. [TurnBackHoax.id]

Hasilnya, potongan video tersebut ditemukan di kanal YouTube Kompas.com.

Konteks asli video justru berbeda.

Video itu merekam pernyataan Presiden Prabowo pada Rabu, 9 April 2025 tentang kesiapan Indonesia mengevakuasi warga Palestina.

Kalimat yang benar adalah “siap berperan”, bukan “siap berperang”.

“Karena itu, saya sampaikan bahwa Indonesia siap bila diminta oleh semua pihak yang terlibat. Untuk berperan, kami siap. Berperan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan Indonesia,” ujar Prabowo dalam keterangan pers.

Lebih lanjut, tim pemeriksa fakta menelusuri kata kunci “penyelesaian sengketa Ambalat”.

Hasil teratas mengarah ke pemberitaan kompas.tv berjudul “Malaysia Tegaskan Sikap Mengenai Sengketa Ambalat, Prabowo: Kita Cari Penyelesaian yang Baik”, Jumat, 8 Agustus 2025.

Dalam laporan itu disebutkan, Pemerintah Indonesia menegaskan akan mengupayakan penyelesaian damai terkait Blok Ambalat.

Kementerian Luar Negeri Malaysia pun menegaskan bahwa persoalan Ambalat akan diselesaikan melalui jalur diplomatik, bukan dengan konfrontasi militer.

Tidak ada informasi kredibel yang membuktikan klaim bahwa Indonesia siap perang melawan Malaysia soal Blok Ambalat.

Video yang beredar telah dipelintir dengan mengganti konteks pernyataan Presiden Prabowo.

Unggahan video tersebut termasuk konten menyesatkan (misleading content).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Prabowo Bela Bupati Pati Sudewo

CEK FAKTA: Prabowo Bela Bupati Pati Sudewo

News | Selasa, 26 Agustus 2025 | 16:21 WIB

CEK FAKTA: Vaksin HPV Menyebabkan Rahim Kering dan Mandul

CEK FAKTA: Vaksin HPV Menyebabkan Rahim Kering dan Mandul

Health | Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:59 WIB

CEK FAKTA: Video Megawati 'Dipanggil KPK' Ditonton 2,9 Juta Kali, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya

CEK FAKTA: Video Megawati 'Dipanggil KPK' Ditonton 2,9 Juta Kali, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya

News | Selasa, 26 Agustus 2025 | 10:29 WIB

Terkini

Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap

Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:27 WIB

Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS

Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:07 WIB

Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil

Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil

News | Sabtu, 04 April 2026 | 12:53 WIB

Tragis! Niat Cari Makan, Karyawan Laundry Tewas Tersambar KRL di Pancoran

Tragis! Niat Cari Makan, Karyawan Laundry Tewas Tersambar KRL di Pancoran

News | Sabtu, 04 April 2026 | 11:42 WIB

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Said Abdullah Desak PBB Seret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Said Abdullah Desak PBB Seret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional

News | Sabtu, 04 April 2026 | 11:02 WIB

Perkuat Hak Saksi dan Korban, Komisi XIII DPR dan Pemerintah Mulai Bahas RUU PSDK dengan 491 DIM

Perkuat Hak Saksi dan Korban, Komisi XIII DPR dan Pemerintah Mulai Bahas RUU PSDK dengan 491 DIM

News | Sabtu, 04 April 2026 | 10:40 WIB

Halmahera Tengah Membara, Wagub Malut dan Petinggi TNI-Polri Turun Tangan Redam Bentrok Antarwarga

Halmahera Tengah Membara, Wagub Malut dan Petinggi TNI-Polri Turun Tangan Redam Bentrok Antarwarga

News | Sabtu, 04 April 2026 | 08:15 WIB

Tragedi Maut di Proyek TB Simatupang: Niat Menolong Berujung Petaka, 4 Pekerja Tewas

Tragedi Maut di Proyek TB Simatupang: Niat Menolong Berujung Petaka, 4 Pekerja Tewas

News | Sabtu, 04 April 2026 | 07:46 WIB

Plt Ketum PPAD Komaruddin: Purnawirawan TNI AD Harus Jadi Perekat Persatuan, Tak Mudah Terprovokasi

Plt Ketum PPAD Komaruddin: Purnawirawan TNI AD Harus Jadi Perekat Persatuan, Tak Mudah Terprovokasi

News | Sabtu, 04 April 2026 | 07:28 WIB

KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot

KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot

News | Sabtu, 04 April 2026 | 07:11 WIB