Tuduh Demo Hari Ini Didalangi Asing, Ini 5 Kontroversi AM Hendropriyono

M Nurhadi Suara.Com
Jum'at, 29 Agustus 2025 | 19:23 WIB
Tuduh Demo Hari Ini Didalangi Asing, Ini 5 Kontroversi AM Hendropriyono
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal (Purn) AM Hendropriyono. (tangkapan layar/Siniar Youtube Prof Rhenald Kasali)

Suara.com - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) era Presiden Megawati Soekarnoputri, A.M Hendropriyono menyebut, ada pihak asing mendalangi aksi demo di Gedung DPR RI. 

Hal ini lantas memicu berbagai respon. Namun, terlepas dari ucapan kontroversial tersebut, ternyata ia beberapa kali kesempatan membuat pernyataan kontroversial merespons kondisi negara dan perpolitikan nasional.

Selain menjadi Kepala BIN, Hendropriyono juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Pengendalian Operasional Pembangunan Republik Indonesia pada periode 1996-1998.

Hendro juga dua kali Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan (PPH) di Kabinet Pembangunan VII dan Kabinet Reformasi Pembangunan.

Berikut adalah sederet pernyataan kontroversial Hendro.

1. Demo di DPR 25 dan 28 Agustus 2025  Diduga Didalangi Asing

Hendropriyono membuat pernyataan kontroversial merespons demo yang berakhir ricuh di kawasan Gedung DPR Senayan. Dia menyatakan ada dugaan keterlibatan pihak asing dalam demo tersebut.

Hendropriyono mengklaim, mengetahui siapa yang bermain di balik peristiwa tersebut. Hanya saja ia belum mengungkapkan detail.

"Karena saya tahu, saya nggak lebih pintar dari kalian. Saya tidak lebih pintar tapi saya mengalami semua, dan ini ada yang main gitu. Pada waktunya saya bisa sampaikan namanya yang main. Itu dari sana," kata Hendropriyono usai bersama eks pejuang Timor Timur bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (28/8/2025).

Baca Juga: Detik-detik Massa Pendemo 'Jebol' DPR RI: Pekik Revolusi Menggema hingga Merah-Putih Berkibar!

Menurut Hendropriyono, dalang yang bermain berasal dari pihak luar negeri, hanya saja mereka memiliki kaki tangan yang berada di dalam.

"Dari luar. Dari luar. Orang yang dari luar hanya menggerakkan kaki tangannya yang ada di dalam, dan saya sangat yakin bahwa kaki tangannya di dalam ini tidak ngerti bahwa dia dipakai. Tapi pada waktunya nanti harus dibuka," kata Hendropriyono.

2. Sentimen Sara dalam Operasi Penggalangan Negara Adidaya

Pada awal Februari 2025 meminta bangsa Indonesia mewaspadai penyebaran isu yang berkaitan dengan suku, ras, agama atau sara yang disebarkan oleh Amerika Serikat.

Saat itu, Indonesia memang tengah mendekat ke organisasi ekonomi, Brics. Langkah ini dinilai berseberangan dengan sikap ekonomi Negeri Paman Sam.

"Waspadalah wahai para patriot bangsa, kondisi seperti ini yang diinginkan oleh Administrasi Pres AS sekarang. Setelah konsep geostrategi di Timur Tengah dan di Eropa terlaksana, kondisi geopolitik kini mulai bergeser ke Asia. Pukulan terhadap AS dalam perang dagang akan berkepanjangan, karena rencana dibangunnya terusan Kra di Thailand oleh China," kata Hendropriyono dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/2/2025).

3. Sebut Desakan Forum Purnawirawan TNI Soal Pencopotan Gibran Hoaks

Hendropriyono juga turut mengomentari sikap Forum Purnawirawan TNI yang mendesak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatannya sebagai Wakil Presiden.

Hendropriyono menyebut jika tuntutan tersebut bukan berasal dari seluruh purnawirawan TNI AD.

Dalam siniar yang tayang di kanal Youtube pribadi Prof Rhenald Kasali pada Minggu (4/5/2025), Hendropriyono juga menyinggung soal pernyataan resmi Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) yang menanggapi desakan adanya pemakzulan terhadap Wapres Gibran oleh Fachrul Razi dkk.

"Padahal itu (desakan pemakzulan Wapres Gibran) kan diluruskan oleh PPAU (Perhimpunan Purnawirawan Angkatan Udara) duluan ya tanggal 21 (April). Saya baca Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat dan Angkatan Laut tanggal 28," beber Hendropriyono.

4. Konflik Palestina-Israel Bukan Urusan Indonesia

Pernyataan mengenai konflik Palestina-Israel bukan merupakan urusan masyarakat Indonesia yang dilontarkan Hendropriyono pada 2021 silam juga kontroversial.

Menurut dia, konflik itu harusnya diurus oleh bangsa Arab dan Yahudi. Sementara Indonesia, lebih baik mengurus nasibnya sendiri demi hari depan anak dan cucu. 

Ia juga mengatakan bahwa orang-orang Indonesia yang berbicara mengenai Israel dan Palestina tidak mengetahui seluk-beluk konflik tersebut.

5. WNI Keturunan Arab Jangan Jadi Provokator

Jelang Pemilu 2019, Hendropriyono sempat melontarkan pernyataan bahwa WNI keturunan Arab jangan jadi provokator.

Hal ini didasarkan atas sikap tokoh Front Pembela Islam Rizieq Shihab yang dinilai mengadu domba kalangan ulama dengan pemerintah.

Dia turun ke jalan dan mengajak para “keturunan Arab” merapat ke kubu Capres Prabowo Subianto – Sandiaga Uno alih-alih mendukung petahana Joko Widodo – Maruf Amin.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?