Komnas HAM Investigasi Kebakaran Gedung DPRD Makassar Pasca Kerusuhan

Muhammad Yunus

Rabu, 03 September 2025 | 20:31 WIB
Komnas HAM Investigasi Kebakaran Gedung DPRD Makassar Pasca Kerusuhan
Komisioner Komnas HAM Bidang Pengkajian dan Penelitian Uli Parulian Sihombing (kiri) berbincang dengan Pelaksana Tugas Kalaksa BPBD Kota Makassar Fadli Tahar (kanan) di sela meninjau kondisi terkini pascapembakaran gedung DPRD Kota Makassar, di Jalan Andi Pangeran Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (3/9/2025) [Suara.com/ANTARA/HO-Dokumentasi BPBD Makassar]

Suara.com - Tim Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) didampingi jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar.

Meninjau kondisi terkini gedung DPRD Kota Makassar yang dibakar massa saat demonstrasi berujung kerusuhan pada Jumat (29/8).

"Respons cepat BPBD sangat luar biasa, ini menunjukkan komitmen untuk melindungi keselamatan masyarakat dalam situasi darurat," ujar Komisioner Komnas HAM Bidang Pengkajian dan Penelitian Uli Parulian Sihombing di sela peninjauan gedung DPRD Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 3 September 2025.

Dalam kunjungan tersebut, Uli Parulian didampingi jajaran Komnas HAM lainnya, masing-masing Nisa Arralinar selaku penata mediasi sengketa HAM ahli muda.

Adrianus Abiyoga sebagai penyuluh ahli muda, dan Bernadeth A. Oktaviana selaku Sekretaris Komnas HAM.

Tim Komnas HAM mengambil gambar serta mewawancarai Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan BPBD Kota Makassar terkait penanganan cepat saat kejadian maupun seusai pembakaran gedung DPRD itu.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Makassar menceritakan upaya mereka yang dengan sigap, cepat, dan penuh keberanian melakukan evakuasi korban di tengah kondisi berbahaya, kendati api masih membara hingga berangsur-ansur padam.

Selain itu, proses evakuasi korban yang terjebak di dalam gedung DPRD Makassar berlantai empat juga disampaikan secara rinci oleh tim BPBD. Peristiwa itu menjadi sejarah kelam di Kota Makassar.

Atas penanganan cepat tersebut, tim Komnas HAM turut menyampaikan apresiasi tinggi atas respons cepat dan profesional BPBD Kota Makassar dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

baca juga

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar Fadli Tahar mengemukakan keberhasilan penanganan darurat tidak terlepas dari semangat tim dan dukungan berbagai pihak.

"Apresiasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat," tuturnya.

Peninjauan itu guna memperkuat sinergi antara lembaga kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Sekaligus menjadi momentum penting dalam upaya pemulihan sosial setelah peristiwa kebakaran gedung DPRD Kota Makassar.

Sebelumnya, demonstrasi berujung kerusuhan terjadi pada Jumat (29/8) malam hingga Sabtu (30/8) dini hari hingga mengakibatkan gedung DPRD Kota Makassar dan DPRD Provinsi Sulsel serta dua pos polisi dibakar massa.

Selain itu, sejumlah fasilitas umum juga turut dirusak dan dijarah massa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

"Ayah Kapan Pulang?": Dua Anak Kecil Menanti Budi, Korban Kebakaran DPRD Makassar

"Ayah Kapan Pulang?": Dua Anak Kecil Menanti Budi, Korban Kebakaran DPRD Makassar

News | Rabu, 03 September 2025 | 15:35 WIB

Komnas HAM Pastikan Ada Pelanggaran HAM di Kasus Rantis Brimob Lindas Affan Kurniawan

Komnas HAM Pastikan Ada Pelanggaran HAM di Kasus Rantis Brimob Lindas Affan Kurniawan

Your Say | Rabu, 03 September 2025 | 10:27 WIB

10 Nyawa Hilang, Ribuan Ditahan: Komnas HAM Desak Keadilan Restoratif

10 Nyawa Hilang, Ribuan Ditahan: Komnas HAM Desak Keadilan Restoratif

Your Say | Rabu, 03 September 2025 | 09:40 WIB

Terkini

Investor Muda Belajar Trading dari Medsos, OJK Mulai Perketat Influencer Keuangan

Investor Muda Belajar Trading dari Medsos, OJK Mulai Perketat Influencer Keuangan

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Timnas Indonesia U-15 Mengamuk di Piala Dunia U-15 2026, Panama Tak Berdaya

Timnas Indonesia U-15 Mengamuk di Piala Dunia U-15 2026, Panama Tak Berdaya

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW

Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:36 WIB

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:21 WIB

×