Sambil menahan rasa sakit, Arief melompat ke area perumahan di belakang gedung. Ia meminta bantuan warga untuk dibawa ke rumah sakit.
Hasil rontgen menunjukkan tulang kakinya mengalami retakan akibat pukulan keras.
"Saya harap polisi cepat dapat pelaku utamanya. Cara mereka sadis sekali, teman-teman kami ada yang meninggal, ada juga masih kritis," ucapnya.
![Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengunjungi korban kerusuhan di kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat 5 September 2025 [Suara.com/Lorensia Clara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/09/05/19642-menteri-sosial-gus-ipul.jpg)
Abay Tak Selamat
Sebelum berhasil melarikan diri, Arief masih sempat melihat rekannya, Basri Akbar atau Abay, ikut membantu evakuasi orang-orang di dalam gedung.
Namun, Abay tak berhasil menyelamatkan dirinya sendiri. Ia menjadi salah satu korban jiwa dalam kerusuhan malam itu.
Di depan matanya, Arief juga menyaksikan bagaimana para pelaku mulai membakar motor milik Dinas Perhubungan. Empat unit sekaligus.
Tak puas menghancurkan motor, mereka lalu merembet ke mobil anggota dewan yang diparkir di dekat pos Satpol PP.
Api kian membesar. Sementara listrik gedung sudah dipadamkan.
Arief menyebut wajah para penyerang samar-samar tertutup kain, sehingga menyulitkan pelaku dikenali.
"Usianya saya perkirakan masih belasan. Tidak terlihat seperti mahasiswa," katanya.
Pemerintah Gerak Cepat
Meski masih trauma, Arief mengaku terharu dengan perhatian yang ia dapatkan.
Sejak awal, biaya perawatan korban ditanggung penuh oleh pemerintah daerah.
"Tidak ada sepersen pun yang kami bayar. Pak Gubernur, Wali Kota, pimpinan DPRD, semua bergerak cepat datang menjenguk," ujarnya.
Perhatian juga datang dari pemerintah pusat. Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, bertemu langsung dengan Arief, Jumat, 5 September 2025.
Gus Ipul, sapaannya memeluk Arief. Ia memberi semangat dan memastikan negara hadir mendampingi para korban, baik dari kalangan masyarakat maupun petugas.
Ipul juga menemui keluarga korban lainnya, yaitu Rusdamdiansyah atau Dandi, Saiful Akbar, Sarinawati dan Akbar Basri atau Abay.
"Presiden memiliki atensi yang luar biasa terhadap korban. Kita berbela sungkawa, mendoakan yang wafat agar amal ibadahnya diterima Allah SWT, wafat dalam keadaan husnul khatimah. Untuk korban luka-luka, kita pastikan mendapat perawatan dan rehabilitasi," kata Gus Ipul.
Selain itu, Kementerian Sosial juga menyiapkan santunan, bantuan hukum, hingga program rehabilitasi sosial bagi korban.
Data sementara mencatat secara nasional terdapat tujuh orang meninggal dunia dan sembilan orang luka berat akibat demonstrasi ricuh di berbagai daerah.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing