Sebut Ada Intervensi Sejak Dualisme Kepemimpinan P3, Syaifullah Tamliha : PPP Dibinasakan oleh Jokow

Dythia Novianty Suara.Com
Rabu, 17 September 2025 | 07:49 WIB
Sebut Ada Intervensi Sejak Dualisme Kepemimpinan P3, Syaifullah Tamliha : PPP Dibinasakan oleh Jokow
Ilustrasi PPP. [Jatimnet.com]
Baca 10 detik
  • Syaifullah Tamliha menuding Jokowi sebagai penyebab kehancuran PPP
  • Tamliha menyoroti intervensi pemerintah dalam konflik internal PPP
  • Perubahan arah dukungan politik Jokowi dinilai membuat PPP terseret dan kehilangan arah

Suara.com - Sebuah tudingan keras dilontarkan oleh tokoh senior PPP, Syaifullah Tamliha, yang menyebut Presiden Joko Widodo sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kekacauan dan kehancuran partainya.

Tudingan itu disampaikan Tamliha melalui podcast di kanal Youtube Akbar Faizal Uncensored.

"PPPP dibinasakan oleh Jokowi," tegas Tamliha, Senin (15/9/2025).

Sebelumnya, dalam podcast yang sama, Tamliha mengungkap bahwa ia merasakan adanya intervensi kekuasaan sejak periode pemerintahan Jokowi, terutama saat terjadi dualisme kepemimpinan antara kubu Djan Faridz dan Romahurmuziy atau dikenal juga sebagai Romy.

Menurutnya, eks Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, tidak menerbitkan SK pengesahan untuk kepengurusan Djan Faridz yang telah memenangkan pengadilan, namun justru mengesahkan kepengurusan Romy.

“Oleh Pak Jokowi waktu dulu kan yang diakui Romy, sampai inkrah Djan Faridz itu menang, tapi Yasonna tidak memberikan SK kepengurusan Djan Faridz,” ungkapnya.

Ia kemudian membandingkan perlakuan tersebut dengan apa yang diharapkannya dari pemerintahan Prabowo Subianto mendatang.

"Siapapun yang terpilih (sebagai Ketum PPP nanti), saya yakin Prabowo akan menerima dan menerbitkan SK-nya oleh Menteri Hukum. Tidak seperti zaman Jokowi, yang PPP dibinasakan begitu," sindirnya, menilai sikap pemerintah yang memihak salah satu kubu menjadi contoh buruk yang melukai stabilitas partai.

"Adapun, keputusan PPP sebelumnya untuk mendukung Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024," ujar Tamliha, pada awalnya merupakan upaya untuk mengikuti arahan politik Presiden Jokowi.

Baca Juga: Manuver Comeback dari Daerah: PPP Solok 'Sodorkan' Epyardi Asda untuk Kursi Ketua Umum

"Waktu dulu kan arah Jokowi ke Ganjar," ucapnya, kemudian menceritakan bagaimana Suharso Monoarfa, secara khusus menemui Ganjar di Bali sebagai bagian dari pelaksanaan arahan tersebut.

Namun, ketika di tengah jalan, arah dukungan politik Jokowi bergeser ke Prabowo Subianto, menurut Tamliha, PPP seolah terjebak dan ditinggalkan.

"Ketika terjadi beloknya Jokowi ke Prabowo," ujarnya, mengisyaratkan partainya ditinggalkan dalam posisi sulit, dimana menurutnya, seharusnya partai PPP juga ikut mengganti dukungannya kepada Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto.

Kombinasi dari konflik internal, intervensi, dan kesalahan dalam membaca arah politik inilah yang menurut Tamliha menjadi penyebab “binasanya” PPP di Pemilu 2024.


Reporter : Nur Saylil Inayah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI