Ada 400.000 Lowongan Kerja di Jerman, Wamen P2MI: Kendala Utama Bahasa

Erick Tanjung, Lilis Varwati

Senin, 22 September 2025 | 19:33 WIB
Ada 400.000 Lowongan Kerja di Jerman, Wamen P2MI: Kendala Utama Bahasa
Wakil Menteri Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani. [Kontributor Suarajogja.id/Putu]
baca 10 detik
  • Jerman dinilai negara paling potensial bagi WNI yang ingin bekerja di luar negeri.
  • Ada 400.000 lowongan kerja di berbagai sektor di Jerman. 
  • Pemda didorong menyiapkan pelatihan bahasa Jerman bagi calon pekerja migran.

Suara.com - Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani, menyebut Jerman sebagai negara paling potensial bagi Warga Negara Indonesia atau WNI yang ingin bekerja di luar negeri. Menurutnya, ada peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia untuk mengisi 400.000 lowongan kerja di berbagai sektor di negara tersebut.

Namun, ia menekankan bahwa kemampuan bahasa Jerman masih menjadi kendala utama yang harus diatasi.

"Di Jerman itu sebetulnya ada 400.000 lowongan dari berbagai sektor. Tapi tentunya kita harus petakan, kita harus realistis juga bagaimana kemampuan kita, sektor mana yang bisa diisi," kata Christina usai rapat dengan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat di Jakarta, Senin (22/9/2025).

Menurutnya, kunci utama untuk bisa menembus pasar kerja Jerman adalah penguasaan bahasa. Minimal, seorang WNI harus menguasai bahasa Jerman level A1 (tingkat dasar).

Oleh karena itu, Christina mendorong Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam menyiapkan pelatihan bahasa Jerman bagi calon pekerja migran.

"Tadi saya minta Pak Menaker, mungkin enggak agar kita juga bisa memberikan perhatian, tapi juga menggandeng Pemda [untuk pelatihan] bahasa Jerman untuk teman-teman," ujarnya.

Ia menegaskan, peluang kerja ke Jerman ini tidak boleh dilewatkan. Namun, kesiapan kompetensi dan kemampuan bahasa menjadi syarat mutlak agar pekerja migran Indonesia bisa bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain.

"Saya lihat ini menjadi pasar ke depan yang menjanjikan dan kita harus serius mengurusi ini," pungkasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lowongan Kerja Kemenko PM September 2025: dari Videografer sampai Social Media Specialist

Lowongan Kerja Kemenko PM September 2025: dari Videografer sampai Social Media Specialist

Bisnis | Senin, 22 September 2025 | 17:28 WIB

Laurin Ulrich Masih Beri Harapan untuk Bela Timnas Indonesia

Laurin Ulrich Masih Beri Harapan untuk Bela Timnas Indonesia

Bola | Senin, 22 September 2025 | 15:48 WIB

Ilmuwan Temukan Mekanisme Biologis untuk Perkuat Tulang, Harapan Baru untuk Penderita Osteoporosis

Ilmuwan Temukan Mekanisme Biologis untuk Perkuat Tulang, Harapan Baru untuk Penderita Osteoporosis

Tekno | Senin, 22 September 2025 | 15:08 WIB

Terkini

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:52 WIB

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:36 WIB

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 23:03 WIB

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:39 WIB

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:31 WIB

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:14 WIB

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:54 WIB

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:16 WIB

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:35 WIB

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:24 WIB