Paket Bansos 'Wakil Presiden RI' Muncul di Tengah Aksi Hari Tani

Chandra Iswinarno, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 24 September 2025 | 16:51 WIB
Paket Bansos 'Wakil Presiden RI' Muncul di Tengah Aksi Hari Tani
Warga mendapat bansos Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat Hari Tani 2025. [Suara.com/Fakhri]
baca 10 detik
  • Paket bansos bertuliskan 'Wakil Presiden RI' muncul di tengah aksi Hari Tani.
  • Bansos dibawa pedagang kopi keliling, bukan peserta aksi AGRA.
  • Isinya tak terlihat, hanya tas biru muda bertuliskan 'Bantuan Wakil Presiden RI'

Suara.com - Paket bantuan sosial (bansos) dari Sekretariat Wakil Presiden (Wapres) mendadak muncul di tengah aksi unjuk rasa memperingati Hari Tani Nasional di Jalan Medan Merdeka Selatan tepatnya di depan BSI Tower, Jakarta Pusat pada Rabu (24/9/2025).

Pantauan Suara.com, terlihat ada dua paket bansos yang ada di tengah massa aksi Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA).

Namun, pembawa dua paket bansos itu bukan bagian dari massa aksi, melainkan pedagang kopi keliling yang menaiki sepeda alias starling.

Ditanya soal paket bansos itu, pria tersebut mengakui adanya pembagian bansos itu. Namun, ia tak menjelaskan rinci di mana lokasi pembagiannya.

"Iya dapat tadi," singkat pria itu saat ditanya Suara.com.

Lebih lanjut, ditanya kapan pembagian bansos itu, ia hanya membenarkan pembagian bansos dilakukan belum lama ini.

"Bukan (kemarin), tadi dibagiin," ucapnya.

Tak lama setelah ditanya soal paket bansos itu, pedagang kopi tersebut langsung pergi menjauh dari kerumunan massa aksi.

Suara.com juga tak sempat melihat apa saja isi dari paket bansos itu. Hanya terlihat paket itu menggunakan tas warna biru muda dengan tulisan 'Bantuan Wakil Presiden RI'.

baca juga

Sebelumnya diberitakan, ribuan petani dan buruh memadati kawasan depan Gedung DPR RI dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, Rabu (24/9/2025).


Mereka membentangkan spanduk besar yang menyuarakan tuntutan reforma agraria dan pembebasan aktivis yang ditangkap saat melakukan aksi. 

Pantauan Suara.com menunjukkan, salah satu spanduk bertuliskan 'Hentikan represifitas aparat, bebaskan seluruh petani dan aktivis yang ditangkap.'

Coretan dinding bertuliskan 'Petani menangis di negara agraris' dan poster bergambar petani dengan arit menegaskan protes kaum tani terhadap kondisi yang mereka hadapi.

Sementara spanduk lain menyoroti 24 persoalan struktural agraria dan 9 langkah perubahan yang dianggap penting bagi kemajuan sektor pertanian.

Selain itu, dalam aksi kali ini para petani juga membawa hasil kebun mereka sebagai simbol perjuangan petani. Terlihat ada pisang yang masih berwarna hijau, beberapa buah kelapa, dan sejumlah sayur mayur yang diikat.

Dalam peringatan Hari Tani Nasional, kaum tani mencatat adanya 24 persoalan struktural agraria yang terjadi saat ini, di antaranya:

  1. Ketimpangan penguasaan tanah semakin parah;
  2. Pengusiran warga desa dari tanah garapan, pemukiman dan kampungnya;
  3. Peningkatan dan akumulasi konflik agraria
  4. Peningkatan represifitas TNI-Polri;
  5. Kementerian/Lembaga mengadi pelestari konflik agraria;
  6. Janji palsu reforma agraria;
  7. Tidak ada retribusi tanah;
  8. Petani semakin miskin dan tak bertanah;
  9. Tidak ada pembatasan pengusaan oleh konglomerat;
  10. Penertiban tanah terlantar tidak untuk rakyat;
  11. Proyek swasta berlabel Program Strategis Pemerintah;
  12. Tanah dimonopoli BUMN kebun dan hutan
  13. Maraknya korupsi agraria;
  14. Membentuk banyak lembaga baru untuk mempermudah perampasan tanah;
  15. Privatisasi pesisir pulau kecil;
  16. Mempermudah perluasan tambang, korbankan rakyat;
  17. Sistem pangan militeristik dan liberal;
  18. Ketiadaan jaminan hak atas tanah bagi perempuan, buruh dan pemuda;
  19. Ancaman kebebasan berserikat;
  20. Bank tanah merampas tanah rakyat
  21. Konversi tanah pertanian tidak terkendali;
  22. Penyelewengan hak mengusai negara dan hak pengelolaan;
  23. Industrialisasi pertanian perdesaab jalan di tempat;
  24. Pemborosan APBN/D untuk pejabat.

Sementara berdasarkan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mendesak Pemerintah dan DPR RI untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh di bidang Agraria-SDA, total ada 9 tuntutan, di antaranya:

  1. Presiden dan DPR segera menjalankan Reforma Agraria dengan pekerjaan utama;
  2. Presiden segera mempercepat penyelesaian konflik agraria dan redistribusi tanah, setidaknya pada 1,76 juta hektar Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA) Anggota KPA;
  3. Presiden segera membentuk Badan Pelaksana Reforma Agraria yang bertanggung-jawab langsung kepada Presiden demi mewujudkan mandat Pasal 33 UUD 1945, TAP MPR IX/2001 tentang PA-PSDA dan UUPA 1960;
  4. DPR dan Presiden bersama-sama gerakan masyarakat sipil segera menyusun dan mengesahkan RUU Reforma Agraria sebagai panduan nasional pelaksanaan Reforma Agraria, mencabut UU Cipta Kerja yang melegalkan perampasan tanah;
  5. Presiden segera memenuhi hak atas perumahan yang layak bagi petani, nelayan, buruh dan masyarakat miskin kota sekaligus menjamin pemenuhan hak atas tanah bagi Perempuan;
  6. Presiden segera memerintahkan TNI-Polri untuk menghentikan represifitas di wilayah konflik agraria, membebaskan petani, masyarakat adat, perempuan, aktivis dan mahasiswa yang dikriminalisasi;
  7. Presiden segera membekukan Bank Tanah, menghentikan penerbitan izin dan hak konsesi (moratorium) perkebunan, kehutanan, tambang proses pengadaan tanah bagi PSN, KEK, Bank Tanah, Food Estate, KSPN dan IKN yang menyebabkan ribuan konflik agraria, penggusuran dan kerusakan alam;
  8. Presiden dan DPR RI agar memprioritaskan APBN atau APBD untuk redistribusi tanah, penyelesaian konflik agraria, pembangunan infrastruktur, teknologi, permodalan pertanian, subsidi pupuk, subsidi solar, benih dan Badan Usaha Milik Petani-Nelayan-Masyarakat Adat;
  9. Presiden harus mendukung dan membangun industrialisasi pertanian-perkebunan-perikanan-peternakan-pertambakan yang dimiliki secara gotong-royong oleh petani dan nelayan dalam model ekonomi kerakyatan berbasis reforma agraria demi mempercepat pengentasan kemiskinan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dasco Terima 9 Tuntutan Kaum Tani soal Redistribusi Tanah yang Berkeadilan

Dasco Terima 9 Tuntutan Kaum Tani soal Redistribusi Tanah yang Berkeadilan

News | Rabu, 24 September 2025 | 15:49 WIB

Hari Tani Nasional, Spanduk dan Tuntutan Petani Menggema di Depan Gerbang DPR RI

Hari Tani Nasional, Spanduk dan Tuntutan Petani Menggema di Depan Gerbang DPR RI

News | Rabu, 24 September 2025 | 15:44 WIB

Peringati Hari Tani, DPR Gelar Audiensi Reforma Agraria Bersama Petani dan Menteri

Peringati Hari Tani, DPR Gelar Audiensi Reforma Agraria Bersama Petani dan Menteri

News | Rabu, 24 September 2025 | 14:58 WIB

Terkini

Dari Adu Teknik Memasak hingga Meracik Kopi, Chef Dunia Bersaing di Jakarta

Dari Adu Teknik Memasak hingga Meracik Kopi, Chef Dunia Bersaing di Jakarta

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 01:49 WIB

LPPOM Tak Ingin Sertifikasi Halal Berhenti Jadi Label, UMKM Didorong Naik Kelas

LPPOM Tak Ingin Sertifikasi Halal Berhenti Jadi Label, UMKM Didorong Naik Kelas

News | Sabtu, 07 November 2026 | 01:37 WIB

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:30 WIB

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:23 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

News | Jum'at, 06 November 2026 | 23:18 WIB

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 23:09 WIB

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 23:06 WIB

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Sulsel | Jum'at, 06 November 2026 | 22:59 WIB

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 22:50 WIB

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

×