Hari Tani Nasional, Spanduk dan Tuntutan Petani Menggema di Depan Gerbang DPR RI

Vania Rossa, Faqih Fathurrahman

Rabu, 24 September 2025 | 15:44 WIB
Hari Tani Nasional, Spanduk dan Tuntutan Petani Menggema di Depan Gerbang DPR RI
Peringatan Hari Tani Nasional dengan hasil kebun sebagai simbol perjuangan petani. (Suara.com/Faqih Fathurra)
baca 10 detik
    • Ribuan petani melakukan aksi longmarch dan membentangkan spanduk besar di depan Gerbang DPR RI untuk memperingati Hari Tani Nasional.

    • Mereka menyoroti 24 persoalan struktural agraria dan menyerukan 9 tuntutan mendesak kepada Presiden dan DPR RI.

    • Aksi ini juga menuntut penghentian represifitas aparat serta pembebasan petani dan aktivis yang ditangkap selama demonstrasi.

Suara.com - Ribuan petani dan buruh memadati kawasan depan Gedung DPR RI dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, Rabu (24/9/2025).

Mereka membentangkan spanduk besar yang menyuarakan tuntutan reforma agraria dan pembebasan aktivis yang ditangkap saat melakukan aksi. 

Pantauan Suara.com menunjukkan, salah satu spanduk bertuliskan, “Hentikan represifitas aparat, bebaskan seluruh petani dan aktivis yang ditangkap”.

Coretan dinding bertuliskan “Petani menangis di negara agraris” dan poster bergambar petani dengan arit menegaskan protes kaum tani terhadap kondisi yang mereka hadapi.

Sementara spanduk lain menyoroti 24 persoalan struktural agraria dan 9 langkah perubahan yang dianggap penting bagi kemajuan sektor pertanian.

Selain itu, dalam aksi kali ini para petani juga membawa hasil kebun mereka sebagai simbol perjuangan petani. Terlihat ada pisang yang masih berwarna hijau, beberapa buah kelapa, dan sejumlah sayur mayur yang diikat.

Dalam peringatan Hari Tani Nasional, kaum tani mencatat adanya 24 persoalan struktural agraria yang terjadi saat ini, di antaranya:

  1. Ketimpangan penguasaan tanah semakin parah;
  2. Pengusiran warga desa dari tanah garapan, pemukiman dan kampungnya;
  3. Peningkatan dan akumulasi konflik agraria
  4. Peningkatan represifitas TNI-Polri;
  5. Kementerian/Lembaga mengadi pelestari konflik agraria;
  6. Janji palsu reforma agraria;
  7. Tidak ada retribusi tanah;
  8. Petani semakin miskin dan tak bertanah;
  9. Tidak ada pembatasan pengusaan oleh konglomerat;
  10. Penertiban tanah terlantar tidak untuk rakyat;
  11. Proyek swasta berlabel Program Strategis Pemerintah;
  12. Tanah dimonopoli BUMN kebun dan hutan
  13. Maraknya korupsi agraria;
  14. Membentuk banyak lembaga baru untuk mempermudah perampasan tanah;
  15. Privatisasi pesisir pulau kecil;
  16. Mempermudah perluasan tambang, korbankan rakyat;
  17. Sistem pangan militeristik dan liberal;
  18. Ketiadaan jaminan hak atas tanah bagi perempuan, buruh dan pemuda;
  19. Ancaman kebebasan berserikat;
  20. Bank tanah merampas tanah rakyat
  21. Konversi tanah pertanian tidak terkendali;
  22. Penyelewengan hak mengusai negara dan hak pengelolaan;
  23. Industrialisasi pertanian perdesaab jalan di tempat;
  24. Pemborosan APBN/D untuk pejabat.

Sementara berdasarkan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mendesak Pemerintah dan DPR RI untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh di bidang Agraria-SDA, total ada 9 tuntutan, di antaranya:

  1. Presiden dan DPR segera menjalankan Reforma Agraria dengan pekerjaan utama;
  2. Presiden segera mempercepat penyelesaian konflik agraria dan redistribusi tanah, setidaknya pada 1,76 juta hektar Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA) Anggota KPA;
  3. Presiden segera membentuk Badan Pelaksana Reforma Agraria yang bertanggung-jawab langsung kepada Presiden demi mewujudkan mandat Pasal 33 UUD 1945, TAP MPR IX/2001 tentang PA-PSDA dan UUPA 1960;
  4. DPR dan Presiden bersama-sama gerakan masyarakat sipil segera menyusun dan mengesahkan RUU Reforma Agraria sebagai panduan nasional pelaksanaan Reforma Agraria, mencabut UU Cipta Kerja yang melegalkan perampasan tanah;
  5. Presiden segera memenuhi hak atas perumahan yang layak bagi petani, nelayan, buruh dan masyarakat miskin kota sekaligus menjamin pemenuhan hak atas tanah bagi Perempuan;
  6. Presiden segera memerintahkan TNI-Polri untuk menghentikan represifitas di wilayah konflik agraria, membebaskan petani, masyarakat adat, perempuan, aktivis dan mahasiswa yang dikriminalisasi;
  7. Presiden segera membekukan Bank Tanah, menghentikan penerbitan izin dan hak konsesi (moratorium) perkebunan, kehutanan, tambang proses pengadaan tanah bagi PSN, KEK, Bank Tanah, Food Estate, KSPN dan IKN yang menyebabkan ribuan konflik agraria, penggusuran dan kerusakan alam;
  8. Presiden dan DPR RI agar memprioritaskan APBN atau APBD untuk redistribusi tanah, penyelesaian konflik agraria, pembangunan infrastruktur, teknologi, permodalan pertanian, subsidi pupuk, subsidi solar, benih dan Badan Usaha Milik Petani-Nelayan-Masyarakat Adat;
  9. Presiden harus mendukung dan membangun industrialisasi pertanian-perkebunan-perikanan-peternakan-pertambakan yang dimiliki secara gotong-royong oleh petani dan nelayan dalam model ekonomi kerakyatan berbasis reforma agraria demi mempercepat pengentasan kemiskinan.

Dengan suara yang lantang, ribuan petani berharap aksi ini dapat menjadi momentum bagi DPR RI dan pemerintah untuk menindaklanjuti tuntutan mereka serta mewujudkan keadilan agraria di Indonesia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peringati Hari Tani, DPR Gelar Audiensi Reforma Agraria Bersama Petani dan Menteri

Peringati Hari Tani, DPR Gelar Audiensi Reforma Agraria Bersama Petani dan Menteri

News | Rabu, 24 September 2025 | 14:58 WIB

Ribuan Buruh dan Petani Longmarch ke DPR RI, Bawa 9 Tuntutan dalam Peringatan Hari Tani Nasional

Ribuan Buruh dan Petani Longmarch ke DPR RI, Bawa 9 Tuntutan dalam Peringatan Hari Tani Nasional

News | Rabu, 24 September 2025 | 14:48 WIB

Hari Tani Nasional, Jalan Depan Gedung DPR RI Macet! Ini Rute Alternatif yang Disiapkan Polisi

Hari Tani Nasional, Jalan Depan Gedung DPR RI Macet! Ini Rute Alternatif yang Disiapkan Polisi

News | Rabu, 24 September 2025 | 14:23 WIB

Terkini

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stagnan, Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stagnan, Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 08:56 WIB

PI Migas Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Pemprov Sulsel dan Wajo Dapat 'Durian Runtuh'

PI Migas Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Pemprov Sulsel dan Wajo Dapat 'Durian Runtuh'

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 08:47 WIB

Lebih dari Sekadar Ilmu, Pengalaman Ini Mengajarkan Generasi Muda Arti Kepedulian

Lebih dari Sekadar Ilmu, Pengalaman Ini Mengajarkan Generasi Muda Arti Kepedulian

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 08:42 WIB

Bisnis Vape di Tengah Isu Narkoba, APVI Minta Penindakan Tepat Sasaran

Bisnis Vape di Tengah Isu Narkoba, APVI Minta Penindakan Tepat Sasaran

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 08:38 WIB

Tuding GMNI Underbow PKI, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Dilaporkan ke Bareskrim!

Tuding GMNI Underbow PKI, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Dilaporkan ke Bareskrim!

News | Rabu, 23 September 2026 | 08:37 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Volume Tabung Jika Hanya Diketahui Keliling Alas dan Tingginya?

Bagaimana Cara Menghitung Volume Tabung Jika Hanya Diketahui Keliling Alas dan Tingginya?

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 08:35 WIB

Shin Oishinbo Resmi Diproduksi, Anime Kuliner Legendaris Kembali

Shin Oishinbo Resmi Diproduksi, Anime Kuliner Legendaris Kembali

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 08:30 WIB

Raih Juara II MTQ Nasional 2026, Bocah asal Siak Dapat Hadiah Umrah

Raih Juara II MTQ Nasional 2026, Bocah asal Siak Dapat Hadiah Umrah

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 08:26 WIB

Terancam Produk Impor, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Hasil Panen

Terancam Produk Impor, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Hasil Panen

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 08:20 WIB

Game Battle Makin Kompetitif, Format VGC 202627 Resmi Digelar di Asia

Game Battle Makin Kompetitif, Format VGC 202627 Resmi Digelar di Asia

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 08:20 WIB

×