"Kualitasnya Ngehek": Dokter Tan Shot Yen Bongkar Borok MBG, dari Burger di Papua Susu Bikin Diare

Bangun Santoso

Kamis, 25 September 2025 | 12:48 WIB
"Kualitasnya Ngehek": Dokter Tan Shot Yen Bongkar Borok MBG, dari Burger di Papua Susu Bikin Diare
Ahli Gizi, Dokter Tan Shot Yen. (bidik layar video YouTube)
baca 10 detik
  • Dokter Tan Shot Yen mengkritik keras menu program Makanan Bergizi Gratis yang menggunakan bahan impor seperti gandum untuk burger dan spageti
  • Ia menyoroti kesalahan fatal pemberian susu formula, mengingat 80% etnis Melayu di Indonesia mengalami intoleransi laktosa 
  • Dokter Tan meragukan kompetensi ahli gizi program tersebut dan menyatakan kualitas makanan yang disajikan hanya mengejar target kalori, bukan mutu gizi

Suara.com - Suasana rapat dengar pendapat Komisi IX DPR RI mendadak tegang saat ahli gizi ternama, Dokter Tan Shot Yen, melontarkan kritik pedas terhadap program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Tanpa tedeng aling-aling, ia membongkar sejumlah kelemahan fatal dalam program tersebut, mulai dari menu yang keliru hingga kualitas gizi yang dipertanyakan.

Cuplikan videonya saat audiensi pada Senin (22/9/2025) langsung viral di media sosial, memperlihatkan ketegasannya dalam menyuarakan isu yang dianggapnya krusial bagi masa depan gizi anak Indonesia. Fokus utama kritiknya adalah menu MBG yang dinilai tidak mencerminkan kekayaan pangan lokal dan identitas bangsa.

Dokter Tan menyayangkan bagaimana program yang seharusnya memberdayakan pangan nusantara justru menyajikan makanan ala Barat yang bahan bakunya bahkan tidak tumbuh di Indonesia.

"Tapi, yang terjadi di Lhoknga sampai dengan Papua yang dibagi adalah burger, di mana tepung terigu tidak pernah tumbuh di bumi Indonesia," semprot Dokter Tan di hadapan anggota dewan, dikutip dari YouTube TV Parlemen.

Kekesalannya memuncak saat ia menyebut menu-menu lain yang dibagikan.

"Enggak ada anak muda yang tahu bahwa gandum tidak tumbuh di bumi Indonesia. Dibagi spageti, dibagi bakmi gacoan, oh my God," lanjutnya dengan nada prihatin.

Tak hanya soal menu, Dokter Tan juga menyoroti pemberian susu formula sebagai salah satu sajian dalam program MBG. Menurutnya, ini adalah sebuah kesalahan fatal karena tidak mempertimbangkan kondisi biologis mayoritas masyarakat Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar warga Indonesia dari etnis Melayu secara genetik tidak dapat mencerna laktosa, gula yang terkandung dalam susu.

"Tidak banyak orang yang tahu bahwa etnik Melayu, 80 persen etnik Melayu intoleransi laktosa," ucapnya.

baca juga

Pemberian susu secara massal justru berpotensi menimbulkan masalah pencernaan seperti diare pada anak-anak.

Lebih dalam, Dokter Tan juga meragukan kompetensi para ahli gizi yang terlibat dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program ini. Ia mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan saat rekan-rekan ahli gizi seniornya berkunjung ke unit SPPG.

Menurutnya, banyak ahli gizi junior di sana yang bahkan tidak memahami HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point), sebuah sistem standar keamanan pangan yang paling mendasar. Minimnya pengalaman dan pemahaman ini, kata dia, berdampak langsung pada kualitas makanan yang disajikan.

Puncaknya, Dokter Tan menyebut bahwa menu-menu yang kerap dipamerkan oleh SPPG di media sosial hanya berfokus pada pemenuhan angka kalori, namun mengabaikan kualitas nutrisi yang sesungguhnya.

"Yang sering kali ditayangkan oleh SPPG (dibuat berdasarkan ahli gizi), itu cuma hitung-hitungan kalori. Kalorinya cukup, tapi kualitasnya, kalau kata anak sekarang, ngehek," pungkasnya.

Kritik tajam dari Dokter Tan ini bukan tanpa dasar. Sebagai dokter lulusan Universitas Tarumanegara dan UI dengan rekam jejak pendidikan pasca-sarjana di Australia dan Thailand, serta penulis aktif isu gizi, opininya memiliki bobot dan otoritas yang kuat di bidang kesehatan masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Siswa SDN 07 Pulogebang Mendadak Muntah Usai Santap Menu MBG, Kol Rebus Jadi Biang Kerok?

6 Siswa SDN 07 Pulogebang Mendadak Muntah Usai Santap Menu MBG, Kol Rebus Jadi Biang Kerok?

News | Kamis, 25 September 2025 | 11:27 WIB

Dandhy Laksono Murka: Tak Ada Satupun Pejabat Mundur atau Dipenjara atas Kelalaian Program MBG?

Dandhy Laksono Murka: Tak Ada Satupun Pejabat Mundur atau Dipenjara atas Kelalaian Program MBG?

News | Kamis, 25 September 2025 | 11:10 WIB

Sudah Ada Kasus Keracunan MBG di Jakarta, Begini Respons Pramono Anung

Sudah Ada Kasus Keracunan MBG di Jakarta, Begini Respons Pramono Anung

News | Kamis, 25 September 2025 | 10:22 WIB

Pemkot Jaktim Bantah 6 Siswa SD di Pulogebang Keracunan MBG: Gejala Muntah Gegara Aroma Kol Rebus?

Pemkot Jaktim Bantah 6 Siswa SD di Pulogebang Keracunan MBG: Gejala Muntah Gegara Aroma Kol Rebus?

News | Kamis, 25 September 2025 | 10:09 WIB

Usai Garut dan Cipongkor, Kasus Siswa Keracunan Diduga MBG Terjadi di Bogor, Begini Gejalanya!

Usai Garut dan Cipongkor, Kasus Siswa Keracunan Diduga MBG Terjadi di Bogor, Begini Gejalanya!

News | Kamis, 25 September 2025 | 08:49 WIB

Muncul Desakan Moratorium Program MBG Hingga Penetapan KLB, Apa Kata Istana?

Muncul Desakan Moratorium Program MBG Hingga Penetapan KLB, Apa Kata Istana?

News | Kamis, 25 September 2025 | 07:53 WIB

Berapa Gaji Karyawan Dapur Makan Bergizi Gratis? Ini Tanggung Jawab Mereka

Berapa Gaji Karyawan Dapur Makan Bergizi Gratis? Ini Tanggung Jawab Mereka

News | Kamis, 25 September 2025 | 12:25 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×