Pelanggar Kawasan Tanpa Rokok di Jakarta Terancam Sanksi Kerja Sosial

Vania Rossa | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 26 September 2025 | 14:58 WIB
Pelanggar Kawasan Tanpa Rokok di Jakarta Terancam Sanksi Kerja Sosial
Ilustrasi kawasan dilarang merokok (Unsplash/Kristaps Solims)
  • DKI sedang merumuskan bentuk kerja sosial sebagai sanksi bagi pelanggar aturan Kawasan Tanpa Rokok.

  • Opsi sanksi sosial bisa berupa kerja di fasilitas publik, tidak hanya di panti sosial.

  • DPRD DKI melalui Pansus KTR juga membahas sanksi lain, termasuk denda Rp10–50 juta bagi pengelola kawasan yang melanggar.

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mempertimbangkan pemberlakuan sanksi sosial berupa kerja sosial bagi pelanggar aturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta, Iqbal Akbarudin, menyebut mekanisme penerapan sanksi tersebut masih dalam tahap pembahasan bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

"Untuk kerja sosial ini memang kita sedang memformulasikan dari masing-masing OPD tuh seperti apa bentuknya gitu. Nanti kita aporkan kembali kalau sudah pasti bentuk kerja sosialnya apa," kata Iqbal kepada wartawan, Jumat (26/9/2025).

Iqbal menambahkan, sanksi sosial bagi pelanggar KTR tidak harus terbatas pada aktivitas di panti sosial. Ia membuka opsi agar kerja sosial bisa dilakukan di berbagai fasilitas publik.

"Kan tersebar luas nih, tidak hanya di panti, mungkin bisa saja di jalan. Mungkin bisa saja di taman. Mungkin bisa saja di saluran. Mungkin bisa saja di perempatan jalan, dan lain-lain," tuturnya.

Pembahasan aturan ini berjalan seiring dengan proses penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) KTR di DPRD DKI Jakarta. Nantinya, tindak lanjut berupa keputusan gubernur akan menjadi dasar teknis pelaksanaan sanksi sosial.

"Nanti mungkin tindak lanjut dari perda itu ada keputusan Gubernur DKI Jakarta untuk kerja sosial itu," lanjut Iqbal.

Di sisi lain, Panitia Khusus (Pansus) KTR DPRD DKI tengah merumuskan pasal-pasal dalam raperda yang akan segera disahkan. Salah satunya terkait sanksi tegas bagi pengelola kawasan yang melanggar ketentuan KTR.

Wakil Ketua Pansus KTR, Abdurrahman Suhaimi, menjelaskan bahwa ada tiga jenis sanksi yang dibahas, mulai dari pidana, administratif, hingga sosial. Pidana berupa denda Rp10 juta sampai Rp50 juta sedang digodok, sementara opsi sanksi sosial mengarah pada kerja sosial di panti sosial milik Dinsos.

"Untuk sanksi, sementara ada sanksi pidana, sanksi sosial, sanksi administratif. Sanksi sosial itu pilihannya misalnya kerja di panti, dan seterusnya," kata Suhaimi.


Meski begitu, DPRD DKI masih menunggu masukan dari Dinsos terkait bentuk sanksi sosial yang dinilai paling tepat. "Kita minta nanti rekomendasi dari dinas sosial untuk memberikan rekomendasi atau masukkan apa kira-kira yang digolongkan dinas sosial untuk bagian dari sanksi pengelola yang tidak melaksanakan aturan-aturan yang ada," jelasnya.


"Jadi makanya kita tunggu dulu karena ini masih terbuka untuk mendapatkan masukan. Jadi nanti kita tunggu dari Dinas Sosial supaya memberikan masukan, supaya aplikatif," tambah Suhaimi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ungkap Parkir Liar di Lahan Pemprov Beroperasi 21 Tahun, Pansus Minta Polisikan!

Ungkap Parkir Liar di Lahan Pemprov Beroperasi 21 Tahun, Pansus Minta Polisikan!

News | Kamis, 25 September 2025 | 09:34 WIB

Dari Bank Sampah Hingga Truk Listrik, Pemprov DKI Genjot Pengelolaan Sampah di Jakarta

Dari Bank Sampah Hingga Truk Listrik, Pemprov DKI Genjot Pengelolaan Sampah di Jakarta

News | Selasa, 23 September 2025 | 17:57 WIB

Gebrakan DPRD DKI: Promosi Rokok Bisa Kena Denda Rp 100 Juta, Izin Usaha Terancam Dicabut!

Gebrakan DPRD DKI: Promosi Rokok Bisa Kena Denda Rp 100 Juta, Izin Usaha Terancam Dicabut!

News | Selasa, 23 September 2025 | 15:33 WIB

Terkini

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 22:00 WIB

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 21:00 WIB

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:51 WIB

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:09 WIB

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:02 WIB

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:45 WIB

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:21 WIB

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:06 WIB

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:39 WIB

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:37 WIB