Mengenal Kapal Flotilla yang Bawa Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza Tapi Disergap Tentara Israel

Sumarni

Jum'at, 03 Oktober 2025 | 07:55 WIB
Mengenal Kapal Flotilla yang Bawa Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza Tapi Disergap Tentara Israel
Mengenal Kapal Flotilla yang Bawa Bantuan untuk Gaza. (x.com/turkishcentury dan Instagram/kitabisacom).

Kapal rombongan bantuan kemanusiaan untuk Jalur Gaza, Global Sumud Flotilla (GSF), terlacak sudah berada sangat dekat dengan pantai Gaza.

Berdasarkan situs pelacakan kapal-kapal GSF, kapal dengan nama Mikeno (Al Bireh) terdeteksi berada di perairan internasional Mediterania, dengan jarak sekitar 100-120 kilometer di barat daya Gaza City.

Namun, pada Rabu (1/10), pasukan angkatan laut Israel mencegat dan membajak sejumlah kapal GSF yang mulai mendekati perairan Gaza. 

Para aktivis di kapal-kapal itu pun ditangkap dan dibawa ke pelabuhan Israel.

Menurut juru bicara GSF Saif Abukeshek, ada 201 orang yang ditahan dalam penyergapan tersebut. 

Mereka berasal dari 37 negara, di antaranya yakni 30 orang dari Spanyol, 22 dari Italia, 21 dari Turki, dan 12 dari Malaysia.

1. Apa itu Global Sumud Flotilla?

Mengenal Kapal Flotilla yang Bawa Bantuan untuk Gaza.
Mengenal Kapal Flotilla yang Bawa Bantuan untuk Gaza.

Global Sumud Flotilla (GSF) adalah armada terkoordinasi dan non-kekerasan yang sebagian besar terdiri dari kapal-kapal kecil berangkat dari pelabuhan Mediterania.

Misi ini lahir dari inisiatif internasional untuk mengirim bantuan kepada warga Gaza yang terjebak dalam krisis kemanusiaan.

baca juga

Armada tersebut merupakan gabungan berbagai koalisi global, termasuk peserta dari Armada Sumud Maghreb, Koalisi Armada Kebebasan, dan Gerakan Global ke Gaza. 

Kehadiran mereka menjadi simbol solidaritas lintas negara sekaligus penolakan terhadap blokade ilegal Israel.

2. Mengapa Bantuan untuk Gaza Dikirim Lewat Laut?

Mengenal Kapal Flotilla yang Bawa Bantuan untuk Gaza.
Mengenal Kapal Flotilla yang Bawa Bantuan untuk Gaza.

Armada laut dipilih karena jalur udara dan darat ke Gaza telah lama terblokir.

Israel mengontrol ketat wilayah udara dan perairan sejak 2007, sementara Bandara Internasional Yasser Arafat sudah hancur sejak 2001. 

Melalui laut, GSF tak hanya mengirim bantuan penting, tapi juga menyampaikan pesan bahwa pengepungan harus segera diakhiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Felix Siauw Soroti Pencegatan Kapal Kemanusiaan untuk Gaza: Bukti Hukum Internasional Diabaikan

Felix Siauw Soroti Pencegatan Kapal Kemanusiaan untuk Gaza: Bukti Hukum Internasional Diabaikan

Entertainment | Kamis, 02 Oktober 2025 | 21:15 WIB

HUT TNI ke-80: TNI AL Gelar Parade Laut dengan 51 Kapal Perang

HUT TNI ke-80: TNI AL Gelar Parade Laut dengan 51 Kapal Perang

Foto | Kamis, 02 Oktober 2025 | 19:41 WIB

Chiki Fawzi 'Colek' Presiden, Minta Indonesia Turun Tangan Kawal Flotilla ke Gaza

Chiki Fawzi 'Colek' Presiden, Minta Indonesia Turun Tangan Kawal Flotilla ke Gaza

Entertainment | Kamis, 02 Oktober 2025 | 14:41 WIB

FIFA Lepas Tangan Soal Wacana Sanksi Israel: Itu Urusan UEFA

FIFA Lepas Tangan Soal Wacana Sanksi Israel: Itu Urusan UEFA

Bola | Kamis, 02 Oktober 2025 | 14:30 WIB

Unjuk Gigi TNI AL di Teluk Jakarta: Tembakan Roket hingga Helikopter Mendarat di Atas Kapal Perang

Unjuk Gigi TNI AL di Teluk Jakarta: Tembakan Roket hingga Helikopter Mendarat di Atas Kapal Perang

News | Kamis, 02 Oktober 2025 | 14:22 WIB

FIFA Belum Mau Sanksi Israel, Kenapa?

FIFA Belum Mau Sanksi Israel, Kenapa?

Bola | Kamis, 02 Oktober 2025 | 11:52 WIB

Terkini

Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha

Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:12 WIB

Tarif Transjakarta Diusul Rp 5.000, Transjabodetabek Rp 10.000

Tarif Transjakarta Diusul Rp 5.000, Transjabodetabek Rp 10.000

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:10 WIB

Bukan yang Pertama! Polisi Duga Ada Korban Penyekapan Lain di Percetakan Senen

Bukan yang Pertama! Polisi Duga Ada Korban Penyekapan Lain di Percetakan Senen

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:56 WIB

Dicap 'Lembek' Kritik Pemerintah, Said Didu: Saya Bukan Terwo!

Dicap 'Lembek' Kritik Pemerintah, Said Didu: Saya Bukan Terwo!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:41 WIB

Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan

Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:40 WIB

Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:32 WIB

Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan

Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:30 WIB

Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan

Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:24 WIB

Said Didu Blak-blakan: Sebut Safari Politik Jokowi Disokong Oligarki hingga Para Koruptor

Said Didu Blak-blakan: Sebut Safari Politik Jokowi Disokong Oligarki hingga Para Koruptor

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:19 WIB

Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi

Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:12 WIB

×