Drama Eks Ketua DPRD Jatim Kusnadi: Pernah Dilaporkan Hilang, Pulang Jadi Tersangka Korupsi Rp32,2 M

Bangun Santoso

Jum'at, 03 Oktober 2025 | 13:22 WIB
Drama Eks Ketua DPRD Jatim Kusnadi: Pernah Dilaporkan Hilang, Pulang Jadi Tersangka Korupsi Rp32,2 M
Mantan Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi (tengah) usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (19/6/2025). [Antara/Reno Esnir/sgd/nz]
baca 10 detik
  • Mantan Ketua DPRD Jatim, Kusnadi, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan menerima suap Rp32,2 miliar
  • Penetapan tersangka ini terjadi setelah Kusnadi sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya
  • KPK telah menyita enam aset milik Kusnadi, termasuk tanah dan mobil Pajero

Suara.com - Kusnadi, politikus senior PDI Perjuangan yang baru saja mengakhiri jabatannya sebagai Ketua DPRD Jatim periode 2019-2024, kini resmi menyandang status tersangka korupsi. Ironisnya, penetapan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini terjadi tak lama setelah drama pelaporan kehilangan dirinya yang sempat membuat heboh publik.

Kabar penetapan tersangka ini diumumkan langsung oleh KPK pada Kamis (2/10/2025) malam. Kusnadi diduga menerima aliran dana haram sebesar Rp32,2 miliar dari kasus korupsi pengelolaan dana hibah untuk kelompok masyarakat (pokmas) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Dalam perkara ini, KPK telah melakukan penyitaan terhadap aset milik KUS (Kusnadi) yang meliputi tiga bidang tanah dengan total luas mencapai 10.566 meter persegi di Kabupaten Tuban, dua bidang tanah beserta bangunan dengan total luas 2.166 meter persegi di Kabupaten Sidoarjo, serta satu unit kendaraan roda empat bermerek Mitsubishi Pajero,” ujar Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di Gedung Merah Putih KPK.

Penetapan ini menjadi puncak dari misteri yang menyelimuti Kusnadi beberapa waktu sebelumnya. Pada awal Juni 2025, ia dilaporkan hilang oleh putranya, Tonny Kusdita Kunong, ke Polsek Balongbendo, Sidoarjo. Kusnadi disebut terakhir kali terlihat pada 6 Juni 2025 setelah dijemput tiga rekannya untuk urusan bisnis.

Pihak keluarga yang panik akhirnya membuat laporan resmi setelah dua hari pencarian tak membuahkan hasil. Polisi pun bergerak cepat melacak keberadaannya.

"Mohon waktu ya," kata Kasi Humas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono saat itu.

Tak lama, Kusnadi akhirnya ditemukan di Madura. Kapolsek Balongbendo, AKP Sugeng Sulitsyono, mengonfirmasi penemuan tersebut.

"Informasinya sudah ketemu di Madura," ucapnya.

Lokasi penemuan sesuai dengan pelacakan sinyal ponsel terakhirnya di Pamekasan.

baca juga

Kusnadi kemudian memberikan klarifikasi. Ia mengaku sedang berada di sebuah pondok pesantren di Pamekasan untuk mencari doa kesembuhan atas penyakit kanker getah bening yang dideritanya.

"Saya terkena kanker getah bening. Sudah kemoterapi hingga 17 kali. Di sini (Pamekasan) saya ngobrol dengan para sesepuh. Juga minta doa untuk obat saya," jelas Kusnadi.

Ia mengaku ponselnya tertinggal di mobil dan kehabisan daya, sehingga tidak bisa mengabari keluarga.

"Saya mohon maaf karena ini salah saya. Sebab saya tidak izin ke anak sehingga mereka menjadi bingung," ujar dia.

Namun, narasi personal yang menyentuh itu kini dibayangi oleh tuduhan korupsi yang sangat serius. KPK mengungkap bahwa selama menjabat, Kusnadi mendapat jatah alokasi dana hibah pokmas mencapai total Rp398,7 miliar dari tahun 2019 hingga 2022.

Dari dana raksasa tersebut, ia diduga memotong dan menerima commitment fee sebesar Rp32,2 miliar melalui transfer ke rekening istri, staf pribadi, maupun secara tunai dari para koordinator lapangan (korlap).

Asep Guntur menjelaskan skema lancung tersebut. Proposal fiktif dibuat dengan kesepakatan pembagian jatah yang merugikan masyarakat.

"Bayangkan, dari anggaran yang 100 persen, kemudian hanya 55 persen (untuk masyarakat, red.). Itu pun kemudian belum diambil keuntungannya oleh yang pelaksana,” kata Asep. Akibatnya, kualitas proyek menjadi sangat rendah. "Jalan mudah rusak, bangunan mudah roboh, dan lain-lain, seperti itu imbasnya,” tambahnya.

Profil Kusnadi

Kusnadi, pria kelahiran Tebing Tinggi, 7 Desember 1958, dikenal sebagai politikus kawakan sekaligus akademisi.

Ia merupakan dosen Fakultas Hukum di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya sejak 1987 dan pernah menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim selama dua periode.

Kini, karier politiknya yang panjang terancam berakhir di balik jeruji besi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekening Istri dan Staf Pribadi Jadi Penampung Aliran Dana Rp32,2 M Eks Ketua DPRD Jatim Kusnadi

Rekening Istri dan Staf Pribadi Jadi Penampung Aliran Dana Rp32,2 M Eks Ketua DPRD Jatim Kusnadi

News | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 13:11 WIB

KPK Soal Korupsi Hibah Jatim: Nama Khofifah, La Nyalla, dan Eks Mendes Terseret, Ini Peran Mereka

KPK Soal Korupsi Hibah Jatim: Nama Khofifah, La Nyalla, dan Eks Mendes Terseret, Ini Peran Mereka

News | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 10:51 WIB

Terima Rp 32 Miliar dari Korupsi Dana Hibah, KPK Sita 6 Aset Eks Ketua DPRD Jatim Kusnadi

Terima Rp 32 Miliar dari Korupsi Dana Hibah, KPK Sita 6 Aset Eks Ketua DPRD Jatim Kusnadi

News | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 10:09 WIB

Blak-blakan! KPK Ungkap Peran Kakak Cak Imin, Khofifah hingga La Nyalla di Kasus Hibah Pokmas Jatim

Blak-blakan! KPK Ungkap Peran Kakak Cak Imin, Khofifah hingga La Nyalla di Kasus Hibah Pokmas Jatim

News | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 09:42 WIB

KPK: Eks Ketua DPRD Jatim Kusnadi Diduga Terima Rp 79,7 Miliar dari Kasus Dana Hibah

KPK: Eks Ketua DPRD Jatim Kusnadi Diduga Terima Rp 79,7 Miliar dari Kasus Dana Hibah

News | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 07:57 WIB

Terungkap! Ini Rincian 'Tarif Sunat' Dana Hibah yang Bikin Eks Ketua DPRD Jatim Kusnadi Kaya

Terungkap! Ini Rincian 'Tarif Sunat' Dana Hibah yang Bikin Eks Ketua DPRD Jatim Kusnadi Kaya

News | Kamis, 02 Oktober 2025 | 22:21 WIB

Jejaring Penyuap Eks Ketua DPRD Jatim dalam Kasus Dana Hibah Pokmas Mulai 'Diangkut' KPK

Jejaring Penyuap Eks Ketua DPRD Jatim dalam Kasus Dana Hibah Pokmas Mulai 'Diangkut' KPK

News | Kamis, 02 Oktober 2025 | 20:01 WIB

Terkini

Bukan Tenggelam, Pria Tewas di Sungai Mahakam Ternyata Korban Pengeroyokan

Bukan Tenggelam, Pria Tewas di Sungai Mahakam Ternyata Korban Pengeroyokan

Kaltim | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:18 WIB

Apakah Flek Hitam Menahun Bisa Hilang Total Tanpa Operasi?

Apakah Flek Hitam Menahun Bisa Hilang Total Tanpa Operasi?

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Calvin Verdonk Ungkap Perjuangan Tak Biasa Usai Bawa Timnas Indonesia Juara

Calvin Verdonk Ungkap Perjuangan Tak Biasa Usai Bawa Timnas Indonesia Juara

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:09 WIB

Kabut Asap Karhutla Kian Mengkhawatirkan, Riau Buka Rumah Oksigen Gratis

Kabut Asap Karhutla Kian Mengkhawatirkan, Riau Buka Rumah Oksigen Gratis

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Harga HP Redmi Terbaru Oktober 2026, Cek Pilihan Ponsel Murah Berfitur Mewah

Harga HP Redmi Terbaru Oktober 2026, Cek Pilihan Ponsel Murah Berfitur Mewah

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:05 WIB

Pertamina EP Rantau Tajak 5 Sumur Baru dan Pulihkan Produksi Migas Pasca-Banjir Aceh Tamiang

Pertamina EP Rantau Tajak 5 Sumur Baru dan Pulihkan Produksi Migas Pasca-Banjir Aceh Tamiang

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:05 WIB

Kritik Penertiban PT KEL, Haris Azhar: Satgas PKH Pakai Rezim Hukum Apa?

Kritik Penertiban PT KEL, Haris Azhar: Satgas PKH Pakai Rezim Hukum Apa?

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:04 WIB

Hobi Ngopi dan Rebahan Habis Makan? Waspada Ancaman GERD yang Kini Mengintai Anak Muda

Hobi Ngopi dan Rebahan Habis Makan? Waspada Ancaman GERD yang Kini Mengintai Anak Muda

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Popularitas Dean James Melejit Usai Timnas Indonesia Juara, Jadi Aneh Pulang ke Belanda

Popularitas Dean James Melejit Usai Timnas Indonesia Juara, Jadi Aneh Pulang ke Belanda

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:58 WIB

Kisah Korban KMP Virgo Transport 8: Kapal Miring Mirip Titanic, Sopir Kediri Bertahan Pakai Galon

Kisah Korban KMP Virgo Transport 8: Kapal Miring Mirip Titanic, Sopir Kediri Bertahan Pakai Galon

Jatim | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:55 WIB

×