Beda dengan Analisa BRIN, Polisi Tak Temukan Tanda-tanda Meteor Jatuh di Cirebon

Bangun Santoso

Rabu, 08 Oktober 2025 | 15:29 WIB
Beda dengan Analisa BRIN, Polisi Tak Temukan Tanda-tanda Meteor Jatuh di Cirebon
Kepala Polresta Cirebon Kombes Pol Sumarni (tengah) memberikan keterangan di Cirebon, Jawa Barat, Senin (6/10/2025). ANTARA/Fathnur Rohman.
baca 10 detik
  • Profesor Thomas Djamaluddin dari BRIN menyimpulkan fenomena di Cirebon adalah meteor besar yang melintas dan jatuh di Laut Jawa, bukan di daratan
  • Polresta Cirebon melakukan penyisiran ekstensif di berbagai lokasi darat, termasuk jalur arteri dan tol, namun tidak menemukan bukti fisik atau dampak dari jatuhnya meteor
  • Terjadi perbedaan signifikan antara analisis ilmiah yang menunjuk lokasi jatuh di laut dengan upaya pencarian aparat di darat yang didasarkan pada laporan warga

Suara.com - Fenomena cahaya terang disertai dentuman keras yang menggegerkan warga Cirebon pada Minggu (5/10) malam memunculkan dua analisis yang berbeda antara temuan lapangan pihak kepolisian dan kajian ilmiah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Saat polisi sibuk menyisir daratan, ahli astronomi justru meyakini benda langit itu telah jatuh di laut.

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon bergerak cepat merespons laporan warga dan informasi viral di media sosial. Sejumlah tim diterjunkan untuk menyisir lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya benda misterius tersebut.

"Setelah kami menerima berbagai informasi, baik dari media sosial maupun pihak terkait, kami langsung memerintahkan seluruh jajaran untuk melakukan pengecekan di lapangan," kata Kepala Polresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, Senin (6/10/2025).

Pencarian dilakukan secara masif, mencakup area dari kawasan Ciperna hingga Cirebon timur. Petugas bahkan memeriksa jalur arteri dan tol, serta berkoordinasi dengan kepala desa setempat. Namun, setelah penyisiran intensif, hasilnya nihil.

"Sampai saat ini kami belum mendapatkan data atau informasi yang menunjukkan adanya meteor jatuh dan sejenisnya," ujar Sumarni sebagaimana dilansir Antara.

Polresta Cirebon juga menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), namun tidak ada laporan kerusakan, benturan, atau kebakaran yang mengindikasikan adanya benda jatuh dari angkasa.

“BPBD dan pihak terkait juga belum menyatakan adanya kejadian tersebut di wilayah Cirebon,” tambahnya.

Di sisi lain, Profesor astronomi dari BRIN, Thomas Djamaluddin, memberikan analisis yang berbeda secara fundamental. Menurutnya, fenomena tersebut adalah meteor berukuran cukup besar yang telah melintas dan jatuh di Laut Jawa.

"Saya menyimpulkan itu adalah meteor cukup besar yang melintas," kata Thomas. Ia memperkirakan meteor tersebut melintasi wilayah Kabupaten Kuningan dan Cirebon dari arah barat daya sekitar pukul 18.35-18.39 WIB sebelum akhirnya jatuh ke laut.

baca juga

Suara dentuman keras yang didengar warga, menurutnya, adalah efek sonik saat meteor memasuki atmosfer bumi yang lebih rendah.

Analisis ini didukung oleh data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kertajati. BMKG memastikan kondisi cuaca di Cirebon saat kejadian cerah berawan dan menyingkirkan kemungkinan dentuman berasal dari petir.

“Berdasarkan citra satelit, tidak ada indikasi awan konvektif di sekitar wilayah Cirebon saat kejadian,” ujar Muhammad Syifaul Fuad dari BMKG Kertajati.

Perbedaan fokus antara pencarian di darat oleh polisi dan analisis ilmiah yang menunjuk ke laut menciptakan teka-teki. Sementara polisi terus melanjutkan penyelidikan di darat untuk memastikan tidak ada dampak apa pun, BRIN telah memberikan penjelasan ilmiah yang paling mungkin atas fenomena tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dominasi Total! Jawa Barat Sapu Bersih Apresiasi Night Local Media Summit 2025

Dominasi Total! Jawa Barat Sapu Bersih Apresiasi Night Local Media Summit 2025

News | Rabu, 08 Oktober 2025 | 10:05 WIB

Berapa Kekayaan Eks Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis? Anaknya Ditangkap Akibat Curi Sepatu di Masjid

Berapa Kekayaan Eks Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis? Anaknya Ditangkap Akibat Curi Sepatu di Masjid

Lifestyle | Selasa, 07 Oktober 2025 | 20:26 WIB

Ironis, Anak Eks Wali Kota Cirebon Ditangkap Gegara Curi Sepatu di Masjid Usai Ayah Terjerat Korupsi

Ironis, Anak Eks Wali Kota Cirebon Ditangkap Gegara Curi Sepatu di Masjid Usai Ayah Terjerat Korupsi

Lifestyle | Selasa, 07 Oktober 2025 | 19:52 WIB

Ayahnya Korupsi Rp26 Miliar, Anak Eks Walkot Cirebon Terciduk Maling Sepatu di Masjid

Ayahnya Korupsi Rp26 Miliar, Anak Eks Walkot Cirebon Terciduk Maling Sepatu di Masjid

News | Selasa, 07 Oktober 2025 | 19:00 WIB

Misteri Bola Api di Langit Cirebon Terkuak, Polisi: Bukan Meteor, Tapi Lahan Tebu Dibakar

Misteri Bola Api di Langit Cirebon Terkuak, Polisi: Bukan Meteor, Tapi Lahan Tebu Dibakar

News | Selasa, 07 Oktober 2025 | 16:08 WIB

Meteor Sebesar Apartemen Guncang Cirebon, BRIN: Jika Jatuh di Darat Kawahnya 5 Meter

Meteor Sebesar Apartemen Guncang Cirebon, BRIN: Jika Jatuh di Darat Kawahnya 5 Meter

News | Selasa, 07 Oktober 2025 | 12:18 WIB

Pakar Ungkap Fakta Meteor Jatuh di Cirebon

Pakar Ungkap Fakta Meteor Jatuh di Cirebon

Tekno | Selasa, 07 Oktober 2025 | 07:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×