Gelombang Panas Laut Melemahkan Kemampuan Laut Menyerap Karbon: Apa yang Bisa Dilakukan?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 09 Oktober 2025 | 17:03 WIB
Gelombang Panas Laut Melemahkan Kemampuan Laut Menyerap Karbon: Apa yang Bisa Dilakukan?
Ilustrasi Laut Luas (Pixabay)
  • Gelombang panas laut mengganggu kemampuan laut menyerap karbon dioksida dari atmosfer.

  • Suhu laut yang tinggi mengubah populasi fitoplankton dan melemahkan proses alami penyimpanan karbon.

  • Gangguan ini berpotensi mempercepat pemanasan global dan merusak ekosistem laut.

 
 

Suara.com - Gelombang panas laut yang semakin sering terjadi tidak hanya mengancam ikan dan terumbu karang, tetapi juga mengganggu kemampuan laut menyerap karbon dioksida (CO) dari atmosfer. Temuan ini diungkap dalam studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Nature Communications.

Penelitian yang dipimpin oleh Mariana Bif dari Sekolah Rosenstiel, Universitas Miami, meneliti kondisi Teluk Alaska selama lebih dari satu dekade untuk memahami dampak suhu ekstrem terhadap kehidupan laut. Selama periode tersebut, kawasan tersebut mengalami dua gelombang panas besar pada 2013–2015 dan 2019–2020.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu laut mengubah komposisi fitoplankton, organisme mikroskopis mirip tumbuhan yang berperan penting dalam menyerap karbon dan menjadi dasar rantai makanan laut. Perubahan ini mengganggu proses alami laut dalam memindahkan karbon dari permukaan ke laut dalam, yang dikenal sebagai pompa karbon biologis.

Seorang nelayan mengumpulkan ikan mati dari waduk di provinsi Dong Nai, Vietnam, Selasa (30/4/2-24). [AFP]
Seorang nelayan mengumpulkan ikan mati dari waduk di provinsi Dong Nai, Vietnam, Selasa (30/4/2-24). [AFP]

“Kami menemukan bahwa gelombang panas laut mengubah komunitas plankton dan menghambat jalur yang membawa karbon ke kedalaman laut,” ujar Bif. “Akibatnya, sebagian karbon berisiko kembali ke atmosfer, bukan tersimpan di dasar laut.”

Lautan selama ini menyerap sekitar 25 persen karbon dioksida yang dihasilkan manusia setiap tahun. Namun, jika proses alami tersebut terganggu, lebih banyak karbon akan bertahan di atmosfer dan mempercepat pemanasan global.

Selain itu, gelombang panas laut berdampak luas terhadap ekosistem, mulai dari pemutihan terumbu karang, hilangnya habitat ikan kecil, hingga perubahan pola badai dan kekeringan di daratan.

Para peneliti menekankan perlunya pemantauan laut yang lebih intensif dan berkelanjutan untuk memahami sepenuhnya dampak gelombang panas terhadap kehidupan laut dan iklim. “Kita memerlukan data yang dikumpulkan sebelum, selama, dan setelah peristiwa gelombang panas agar dapat menilai dampaknya secara menyeluruh,” kata Ken Johnson dari Monterey Bay Aquarium Research Institute.

Fenomena ini menunjukkan bahwa laut bukan hanya korban perubahan iklim, tetapi juga faktor penting yang menentukan masa depan iklim Bumi. Jika laut kehilangan kemampuannya menyerap karbon, laju pemanasan global dapat meningkat lebih cepat dari perkiraan.

Penulis: Muhammad Ryan Sabiti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luas Es Laut Antartika Catat Titik Terendah Ketiga dalam 47 Tahun

Luas Es Laut Antartika Catat Titik Terendah Ketiga dalam 47 Tahun

Tekno | Senin, 06 Oktober 2025 | 18:48 WIB

Kemeriahan Pesta Nelayan Mamuju, Sulawesi Barat

Kemeriahan Pesta Nelayan Mamuju, Sulawesi Barat

Foto | Senin, 06 Oktober 2025 | 11:28 WIB

Biznet Garap Proyek Kabel Laut BNCS-2, Siapkan Internet dari Jawa hingga Sulawesi

Biznet Garap Proyek Kabel Laut BNCS-2, Siapkan Internet dari Jawa hingga Sulawesi

Tekno | Kamis, 02 Oktober 2025 | 23:38 WIB

Terkini

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:52 WIB

Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat

Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:45 WIB

Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi

Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:25 WIB

Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni

Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:16 WIB

Indonesia Berduka, TNI AD Kehilangan Putra Terbaik Jenderal Ryamizard Ryacudu

Indonesia Berduka, TNI AD Kehilangan Putra Terbaik Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:06 WIB

Toko Kosmetik di Sawah Besar Digerebek, Ternyata 'Gudang' Ribuan Butir Pil Tramadol dan Hexymer

Toko Kosmetik di Sawah Besar Digerebek, Ternyata 'Gudang' Ribuan Butir Pil Tramadol dan Hexymer

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:00 WIB

Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora

Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:00 WIB

PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran

PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:42 WIB

Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD

Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:38 WIB

Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro

Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:30 WIB