Buntut Ribuan Siswa Keracunan, Kemenkes Terbitkan Aturan Baru Keamanan Pangan untuk Program MBG

Erick Tanjung, Lilis Varwati

Jum'at, 10 Oktober 2025 | 18:28 WIB
Buntut Ribuan Siswa Keracunan, Kemenkes Terbitkan Aturan Baru Keamanan Pangan untuk Program MBG
Sejumlah pelajar diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) dirawat di IGD RSUD Kota Padang Panjang. [Dok. Antara]
baca 10 detik
  • Kemenkes menerbitkan Surat Edaran (SE) baru untuk memperketat standar keamanan pangan dalam Program MBG. 
  • Surat Edaran Nomor HK.02.02/A/4954/2025 tersebut mengatur standar keamanan pangan, kesiapsiagaan, serta respons cepat jika terjadi keracunan.
  • Jaminan keamanan pangan adalah kunci utama untuk mencegah terulangnya insiden keracunan.

Suara.com - Kementerian Kesehatan menerbitkan Surat Edaran (SE) baru untuk memperketat standar keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Langkah ini diambil sebagai respons atas rentetan kasus keracunan massal yang terjadi di berbagai daerah.

Surat Edaran Nomor HK.02.02/A/4954/2025 tersebut mengatur standar keamanan pangan, kesiapsiagaan, serta respons cepat jika terjadi keracunan.

Melalui surat edaran tersebut, Kemenkes menginstruksikan dinas kesehatan di seluruh Indonesia untuk fokus pada tiga hal utama:

1. Pengawasan Ketat Dapur: Memastikan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan mewajibkan inspeksi kesehatan lingkungan secara rutin.

2. Penguatan Standar Gizi: Memperkuat pembinaan dalam penyusunan menu yang sesuai pedoman gizi dan memberikan pelatihan keamanan pangan bagi para penjamah makanan.

3. Kesiapsiagaan Darurat: Menyiapkan respons cepat jika terjadi keracunan, di mana masyarakat dapat menghubungi call center 119, dan Tim Gerak Cepat (TGC) akan langsung melakukan investigasi serta uji sampel makanan. 

Pencegahan adalah Tanggung Jawab Bersama

Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menyatakan bahwa jaminan keamanan pangan adalah kunci utama untuk mencegah terulangnya insiden keracunan.

"Pencegahan keracunan pangan adalah tanggung jawab bersama. Keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya soal mutu makanan, tetapi juga soal menjaga nyawa dan keberlangsungan program pemerintah," kata Kunta kepada wartawan, Jumat (10/10/2025).

baca juga

Ia menegaskan bahwa dinas kesehatan di daerah menjadi garda terdepan dalam pengawasan ini.

"Kami ingin memastikan makanan dalam program ini tidak hanya bergizi, tetapi juga aman. Dinas kesehatan daerah adalah garda terdepan dalam menjamin hal tersebut," pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ribuan Chef Turun Gunung ke Dapur MBG, Siap Ajarkan Cara Masak Higienis dan Profesional

Ribuan Chef Turun Gunung ke Dapur MBG, Siap Ajarkan Cara Masak Higienis dan Profesional

News | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 14:21 WIB

Dana Makan Bergizi Gratis Rawan Dikorupsi, KPK Siap Turun Tangan!

Dana Makan Bergizi Gratis Rawan Dikorupsi, KPK Siap Turun Tangan!

News | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 12:57 WIB

Menu MBG di SMPN 281 dan SMAN 62 Jaktim Dikeluhkan, Telur Mentah dan Sayur Beraroma Tidak Sedap

Menu MBG di SMPN 281 dan SMAN 62 Jaktim Dikeluhkan, Telur Mentah dan Sayur Beraroma Tidak Sedap

News | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 10:27 WIB

Terkini

Warga Kepulauan Seribu Ingin Transportasi Laut Murah, Transjakarta Siap Ambil Alih

Warga Kepulauan Seribu Ingin Transportasi Laut Murah, Transjakarta Siap Ambil Alih

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:17 WIB

IHSG Masih Bertengger di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau BBNI

IHSG Masih Bertengger di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau BBNI

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:15 WIB

Lulusan Terbaik Undip Antre Jadi Buruh: Saat Ijazah Sarjana Tak Lagi Menjamin Pekerjaan

Lulusan Terbaik Undip Antre Jadi Buruh: Saat Ijazah Sarjana Tak Lagi Menjamin Pekerjaan

Sulsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:14 WIB

Lewat Skema Transfer, Kendal Tornado FC Datangkan Fikron Afriyanto dari Persijap

Lewat Skema Transfer, Kendal Tornado FC Datangkan Fikron Afriyanto dari Persijap

Jawa Tengah | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Gubernur Khofifah Dorong Trauma Healing Berkelanjutan di Lokasi Pengungsian Pascagempa NTT

Gubernur Khofifah Dorong Trauma Healing Berkelanjutan di Lokasi Pengungsian Pascagempa NTT

Jatim | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Emas Antam Melambung Tinggi, Harganya Rp2,75 Juta/Gram

Emas Antam Melambung Tinggi, Harganya Rp2,75 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Presiden Prabowo Dikabarkan Bakal ke Riau Tinjau Karhutla di Kampar

Presiden Prabowo Dikabarkan Bakal ke Riau Tinjau Karhutla di Kampar

Riau | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Masjid Auliya Setono Gedong, Jejak Islam dan Daha di Tengah Kediri Kota

Masjid Auliya Setono Gedong, Jejak Islam dan Daha di Tengah Kediri Kota

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Jabar | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Tak Lagi Pakai Cara Tradisional, Petani Didorong Gunakan Teknologi hingga Mekanisasi

Tak Lagi Pakai Cara Tradisional, Petani Didorong Gunakan Teknologi hingga Mekanisasi

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:58 WIB

×