Era Patrick Kluivert Resmi Berakhir, Suara dari Parlemen Ingin Shin Tae-yong Kembali

Chandra Iswinarno | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Kamis, 16 Oktober 2025 | 20:28 WIB
Era Patrick Kluivert Resmi Berakhir, Suara dari Parlemen Ingin Shin Tae-yong Kembali
Ilustrasi Kolase Patrick Kluivert dan Shin Tae-yong. [Suara.com]
  • Anggota DPR dukung STY kembali latih Timnas Indonesia.

  • Dukungan ini datang dengan tiga syarat wewenang penuh.

  • STY didukung gantikan Patrick Kluivert yang resmi dipecat.

Suara.com - Patrick Kluivert resmi didepak dari posisinya sebagai Pelatih Kepala Timnas Indonesia.

Kini berbagai spekulasi siapa yang akan menjadi penggantinya ramai diperbincangkan. Salah satunya, nama Shin Tae-yong (STY) kembali menggema, kali ini dari lingkungan parlemen.

Adalah Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad, secara pribadi menyatakan dukungannya agar STY kembali menukangi Skuad Garuda.

"Kalau memang pilihannya sementara ini kepada Shin Tae-yong, saya kira secara pribadi, bukan sebagai Komisi X ya, secara pribadi saya setuju," ujar Habib di Komplek Parlemen, Kamis (16/10/2025).

Namun, ia memberikan tiga syarat penting yang harus menyertai kembalinya pelatih asal Korea Selatan tersebut.

STY diharapkan diberikan kebebasan penuh dalam memilih pemain, menerapkan strategi, dan yang paling utama, menentukan sendiri jajaran staf kepelatihannya.

"Berikan kesempatan kepada dia untuk menentukan siapa kira-kira yang akan mendampingi Shin Tae-yong pada saat melatih," katanya.

Dukungan bersyarat ini menjadi sinyal kuat dari DPR bahwa era baru Timnas pasca-Kluivert harus dimulai dengan fondasi kepelatihan yang solid dan bebas intervensi.

Sebelumnya, pihak istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi merespons baik pemecatan pelatih asal Belanda tersebut.

Prasetyo menegaskan pemecatan Kluivert merupakan bagian dari evaluasi, buntut gagalnya Timnas Indonesia lolos Piala Dunian 2026, usai klaah dari Irak 0-1 dalam matchday kedua Grup B Kualifikasi ronde 4.

"Berkaitan dengan masalah pemecatan pelatih tim nasional kita yang tentu akibat dari kemarin kita belum berhasil menembus ke Piala Dunia 2026 dan itu bagian dari evaluasi," kata Prasetyo.

Presiden Prabowo Subianto secara pribadi merasa berat hati menerima kenyataan bahwa Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026, usai dikalahkan Irak 0-1 dalam matchday kedua Grup B Kualifikasi ronde 4.

Sebelumnya, Presiden Prabowo merasakan berat hati menerima kenyataan Indonesia gagal lolos Piala Dunia 2026.

Hal itu diungkapkan Prasetyo Hadi, usai rapat terbatas yang digelar Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, setibanya di tanah air dari lawatan ke Mesir.

"Bapak presiden tentu secara pribadi juga merasa berat hati menerima kenyataan bahwa kita belum berhasil lolos," kata Prasetyo, Selasa (14/10/2025).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bungkam Soal Pemecatan Patrick Kluivert, Erick Thohir: Saya Ini Menpora

Bungkam Soal Pemecatan Patrick Kluivert, Erick Thohir: Saya Ini Menpora

Bola | Kamis, 16 Oktober 2025 | 20:03 WIB

Patrick Kluivert Dipecat PSSI, Media Belanda: Karier Kepelatihannya Gagal Lagi

Patrick Kluivert Dipecat PSSI, Media Belanda: Karier Kepelatihannya Gagal Lagi

Bola | Kamis, 16 Oktober 2025 | 19:21 WIB

Mimpi 287 Juta Rakyat Indonesia 'Dikubur' Kluivert, Istana Minta PSSI Gercep Cari Penggatinya

Mimpi 287 Juta Rakyat Indonesia 'Dikubur' Kluivert, Istana Minta PSSI Gercep Cari Penggatinya

News | Kamis, 16 Oktober 2025 | 19:17 WIB

Terkini

DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH

DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:03 WIB

Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah

Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:56 WIB

Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang

Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:41 WIB

Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas

Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:00 WIB

Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu

Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:56 WIB

Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara

Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:51 WIB

Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata

Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:51 WIB

Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps

Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:42 WIB

Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028

Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:39 WIB

Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba

Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:33 WIB