Prabowo di Depan Tumpukan Uang Rp13 Triliun: Renovasi 8.000 Sekolah, Jangan Zalimi Rakyat Kecil

Bangun Santoso

Selasa, 21 Oktober 2025 | 13:25 WIB
Prabowo di Depan Tumpukan Uang Rp13 Triliun: Renovasi 8.000 Sekolah, Jangan Zalimi Rakyat Kecil
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat penyerahan uang pengganti kerugian negara hasil korupsi minyak kelapa sawit (CPO) di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (20/10/2025). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU]
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menyaksikan pengembalian uang korupsi CPO senilai Rp13 triliun oleh Kejaksaan Agung
  • Prabowo mengumumkan bahwa dana fantastis tersebut akan dialokasikan langsung untuk program kerakyatan
  • Prabowo memberikan peringatan keras kepada aparat penegak hukum agar tidak melakukan kriminalisasi terhadap rakyat kecil dan meninggalkan praktik hukum yang "tumpul ke atas, tajam ke bawah"

Suara.com - Pemandangan langka tersaji di Kejaksaan Agung saat Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung 'gunungan' uang senilai Rp13 triliun yang berhasil dikembalikan kepada negara. Di momen satu tahun pemerintahannya, Prabowo tidak hanya mengapresiasi kinerja Korps Adhyaksa tetapi juga memberikan pesan menohok terkait penegakan hukum di Indonesia.

Uang senilai total Rp13.255.244.538.149 tersebut merupakan uang pengganti kerugian negara dari perkara korupsi fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) atau bahan baku minyak goreng periode 2021-2022. Dana raksasa ini disita dari korporasi Wilmar Group dan diserahkan secara simbolis oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Senin (20/10/2025).

Di hadapan tumpukan uang tersebut, Prabowo mengucapkan terima kasih atas kerja keras Kejaksaan Agung yang berhasil menyelamatkan kekayaan negara.

"Saudara-saudara, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada semua jajaran terutama Kejaksaan Agung yang telah dengan gigih bekerja keras untuk bertindak melawan korupsi manipulasi, penyelewengan," kata Prabowo dalam sambutannya.

Menurutnya, keberhasilan ini menjadi pertanda baik tepat di satu tahun kepemimpinannya.

"Saya merasa ini istilahnya ini tanda-tanda baik di hari satu tahun, saya menyaksikan, kejaksaan sebagai bagian dari pemerintahan Indonesia, memperlihatkan dan membuktikan kepada rakyat, kerja keras, kerja yang gigih, kerja yang berani, sehingga bisa membantu negara menyelamatkan kekayaan," tegasnya.

Tak berhenti pada apresiasi, Prabowo langsung membeberkan rencananya untuk mengalokasikan dana tersebut demi kepentingan rakyat. Ia menegaskan bahwa uang hasil korupsi harus kembali dalam bentuk program nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Rp 13 T ini kita bisa memperbaiki merenovasi 8.000 sekolah lebih," ujarnya.

Selain sektor pendidikan, Prabowo juga menargetkan pembangunan desa-desa nelayan modern di seluruh Indonesia.

baca juga

"Rencananya sampai akhir 2026, kita akan dirikan 1.100 desa nelayan. Tiap desa itu anggarannya Rp 22 miliar. Jadi Rp 13 triliun ini kita bisa membangun 600 kampung nelayan," lanjut Prabowo.

Ia merinci, satu kampung nelayan dapat menampung hingga 2.000 keluarga atau sekitar 5.000 jiwa.

"Kalau dikali seribu (target kampung nelayan di 2026), itu 5 juta orang Indonesia bisa hidup layak," sambungnya.

Pesan Keras Prabowo: Jangan Tumpul ke Atas, Tajam ke Bawah

Di tengah euforia pengembalian aset negara, Prabowo menggunakan momentum tersebut untuk memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat penegak hukum, termasuk jajaran Kejaksaan. Ia meminta agar tidak ada lagi praktik kriminalisasi yang menyasar masyarakat kecil.

"Kita tidak ingin-ingin mencari masalah, saya ingatkan terus Kejaksaan, Kepolisian, jangan kriminalisasi sesuatu yang tidak ada, untuk motivasi apa pun," kata Prabowo dengan nada serius.

"Ini saya ingatkan karena juga Kejaksaan termasuk lembaga yang harus koreksi diri juga," sambungnya.

Prabowo mengaku masih menerima laporan adanya oknum jaksa di daerah yang melakukan praktik tidak benar dan bermain-main dengan perkara, terutama yang melibatkan rakyat lemah.

"Orang kecil orang lemah itu hidupnya sudah sangat susah, jangan diperberat oleh mencari-cari hal yang tidak perlu dicari," tegasnya.

Ia pun mengingatkan kembali kasus-kasus hukum yang sempat viral dan mencederai rasa keadilan, seperti penangkapan anak di bawah umur karena mencuri ayam dan seorang ibu yang diproses hukum karena mengambil kayu.

"Saya ingat benar. Ini tidak masuk di akal. Hakim, jaksa ada apa ngejar, Anda pasti ingat peristiwa itu," kata Prabowo.

"Penegak hukum harus punya hati."

Puncaknya, Prabowo mengultimatum agar aparat meninggalkan mentalitas penegakan hukum yang tidak adil.

"Jangan istilahnya tumpul ke atas tajam ke bawah itu zalim itu angkara murka, jahat. Orang kecil, orang lemah, harus dibela, harus dibantu," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, ICJR: KUHAP Lemah, Kriminalisasi Makin Ganas!

Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, ICJR: KUHAP Lemah, Kriminalisasi Makin Ganas!

News | Selasa, 21 Oktober 2025 | 12:33 WIB

Evaluasi Setahun Pemerintahan Prabowo, Kinerja Kemenkes hingga BGN Dinilai Layak Dievaluasi

Evaluasi Setahun Pemerintahan Prabowo, Kinerja Kemenkes hingga BGN Dinilai Layak Dievaluasi

News | Selasa, 21 Oktober 2025 | 10:40 WIB

Lobi Prabowo: Pemerintah Arab Ubah Aturan, RI Bisa Punya Lahan di Mekah untuk Kampung Indonesia

Lobi Prabowo: Pemerintah Arab Ubah Aturan, RI Bisa Punya Lahan di Mekah untuk Kampung Indonesia

News | Selasa, 21 Oktober 2025 | 10:11 WIB

Prabowo Ingin Biaya Haji Turun dan Waktu Tunggu 40 Tahun jadi 26 Tahun, Bagaimana Caranya?

Prabowo Ingin Biaya Haji Turun dan Waktu Tunggu 40 Tahun jadi 26 Tahun, Bagaimana Caranya?

News | Selasa, 21 Oktober 2025 | 10:05 WIB

Satu Tahun Pemerintahan, Raffi Ahmad Minta Maaf dan Beri Kode Ada Gebrakan di Akhir Tahun

Satu Tahun Pemerintahan, Raffi Ahmad Minta Maaf dan Beri Kode Ada Gebrakan di Akhir Tahun

News | Selasa, 21 Oktober 2025 | 10:01 WIB

Prabowo Tegas: Tak Ada Lagi yang Untouchable, Semua Kasus Korupsi Akan Diusut!

Prabowo Tegas: Tak Ada Lagi yang Untouchable, Semua Kasus Korupsi Akan Diusut!

News | Selasa, 21 Oktober 2025 | 09:59 WIB

Raja Juli Antoni Masuk 10 Menteri Berkinerja Terbaik versi IndoStrategi, Kemenhut Respons Begini

Raja Juli Antoni Masuk 10 Menteri Berkinerja Terbaik versi IndoStrategi, Kemenhut Respons Begini

News | Selasa, 21 Oktober 2025 | 09:37 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×