Tragedi Al Khoziny Jadi Pemicu, Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren untuk Audit Nasional

Rabu, 22 Oktober 2025 | 20:21 WIB
Tragedi Al Khoziny Jadi Pemicu, Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren untuk Audit Nasional
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan alasan mendasar Presiden Prabowo Subianto menyepakati adanya Direktorat Jenderal Pesantren di bawah Kementerian Agama. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Ambruknya Ponpes Al Khoziny jadi pemicu lahirnya Ditjen Pesantren.

  • Pemerintah akan lakukan audit keamanan terhadap 42.000 bangunan ponpes.

  • Kurikulum akan diperkuat dengan ilmu teknologi dan ekonomi.

Suara.com - Tragedi ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo menjadi pemicu utama Presiden Prabowo Subianto membentuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di bawah Kementerian Agama.

Kebijakan tesebut diambil sebagai langkah reformasi total untuk mengaudit keamanan dan memodernisasi pendidikan di 42.000 pesantren di seluruh Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengonfirmasi bahwa insiden tragis tersebut menjadi titik balik bagi pemerintah.

"Berkenaan dengan masalah izin Ditjen Pondok Pesantren, memang itu bermula dari beberapa waktu yang lalu ada kejadian yang menimpa saudara-saudara kita di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo," kata Pras di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menyoroti kondisi infrastruktur sebagai prioritas utama.

Banyak dari 42.000 pesantren di Indonesia memiliki bangunan yang belum memenuhi standar keamanan teknis.

"Yang dari data banyak bangunan-bangunan pondok pesantren kita yang belum melalui prosedur untuk dari sisi keamanan, ya, sehingga bapak presiden memberikan petunjuk untuk kepada kita, yang diwakili oleh Kementerian PU untuk melakukan asesmen terhadap bangunan-bangunan pondok pesantren kita dari sisi keamanan secara teknis," kata Pras.

Audit ini tidak hanya terbatas pada pesantren, tetapi juga akan mencakup semua rumah ibadah, termasuk masjid, gereja, dan lainnya, untuk memastikan semuanya memenuhi standar keamanan minimal.

Modernisasi Kurikulum

Baca Juga: Sejarah Baru! Prabowo Setujui Ditjen Pesantren: Kado Hari Santri 2025

Selain infrastruktur fisik, Ditjen baru ini juga dimandatkan untuk mereformasi kurikulum pendidikan bagi sekitar 16 juta santri.

Presiden Prabowo menghendaki agar santri tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga kompetensi modern.

"Karena bagaimanapun dengan jumlah pondok pesantren kita yang cukup besar, kurang lebih ada 16 juta santri, yang bapak presiden menghendaki untuk proses pendidikan juga dilakukan perhatian untuk membekali para santri, selain ilmu agama, juga ilmu-ilmu pengetahuan berbasis teknologi, termasuk ilmu-ilmu ekonomi," ujar Pras.

Tujuannya adalah untuk melahirkan lulusan pesantren yang memiliki akhlak mulia sekaligus kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan ekonomi global.

"Jadi, itu beberapa hal yang menjadi concern dari Bapak Presiden yang diperintahkan kepada, kita jajaran terkait, untuk kemudian beliau memberikan semacam restu untuk Kementerian Agama membuat Ditjen Pondok Pesantren," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI