Waspada! Tembus 2.548 Kasus, Jakbar Tertinggi Penyebaran DBD di Jakarta, Pemicunya Apa?

Agung Sandy Lesmana

Jum'at, 24 Oktober 2025 | 09:50 WIB
Waspada! Tembus 2.548 Kasus, Jakbar Tertinggi Penyebaran DBD di Jakarta, Pemicunya Apa?
Waspada! Tembus 2.548 Kasus, Jakbar Tertinggi Penyebaran DBD di Jakarta, Pemicunya Apa?
baca 10 detik
  • Jakarta Barat menjadi lokasi tertinggi penyebaran kasus DBD
  • Tercatat ada 2.548 kasus DBD di Jakbar
  • Pemicu ledakan kasus DBD karena beberapa faktor, termasuk perubahan cuaca alias pancaroba. 

Suara.com - DKI Jakarta kini sedang 'diteror' nyamuk Aedes aegypti yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. Bahkan, kasus berdarah dengue (DBD) Jakarta Barat menjadi paling tertinggi. Tercatat kasus DBD di Jakbar sepanjang 2025 telah mencapai 2.548 kasus.

Status Jakbar menjadi kasus terbanyak DBD diungkapkan oleh Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Sudinkes Jakbar, Arum Ambarsari.

"Jumlah kasusnya sampai dengan 16 Oktober 2025 paling tinggi se-DKI Jakarta dengan jumlah kasus sebanyak 2.548 kasus," ujarnya dikutip dari Antara, Jumat (24/10/2025).

Adapun puncak kasus DBD tertinggi tahun 2025 di wilayah itu terjadi pada Mei 2025 yang mencapai 362 kasus.

Menurut Arum, ada sejumlah faktor yang menyebabkan kasus tersebut meningkat, salah satunya karena cuaca.

"Kemarin itu tingkat kelembaban sangat tinggi dan kita tahu Jakarta Barat ini di antara lima wilayah lain di DKI itu punya kelembaban yang paling tinggi," ujarnya.

Selain itu, kata dia, faktor pengairan atau drainase yang tidak lancar bisa mengakibatkan kelembaban lingkungan meningkat.

Oleh karena itu, Arum memandang perlu adanya pengendalian vektor untuk menekan kenaikan kasus DBD melalui kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus dan memberdayakan masyarakat melalui kegiatan gerakan satu rumah satu jumantik.

"Serta pengendalian vektor oleh tenaga kesehatan melalui kegiatan larvasidasi selektif dan fogging," ujarnya.

baca juga

Sementara itu, praktisi Kesehatan Masyarakat, Dokter Ngabila Salama menyarankan masyarakat rajin membersihkan rumahnya dari jentik, debu atau kotoran agar tidak terjangkit penyakit rutin musim pancaroba.

"Kalau kita tidak rajin bersih-bersih lingkungan, rumah, dan juga tentunya kalau demam berdarah tidak PSN 3M plus, terus juga kita membuat perindukan nyamuk maupun jentik, ya otomatis itu juga akan membuat menjadi lebih mudah virus demam berdarah melalui perantaran nyamuk Aedes Aegypti," kata Ngabila.

Menurutnya, nyamuk penyebab demam berdarah akan lebih mudah menjangkit masyarakat di musim pancaroba. Sebab pada momen tersebut, ada banyak tempat-tempat yang menjadi lahan jentik nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak, seperti di ember-ember maupun kaleng-kaleng bekas.

Dalam kondisi tersebut, Ngabila menyarankan agar masyarakat lebih bisa memproteksi dirinya dengan mengonsumsi vitamin atau makanan yang kaya antioksidan, seperti sayur dan buah.

"Tapi kalau seandainya kita memang butuh dengan cepat, nge-boost dengan cepat, itu kita bisa minum vitamin D3 1x10.000 IU atau vitamin C 1x sehari," kata Ngabila.

"Bahkan, beberapa mungkin ada yang harus diinfus untuk vitamin menjaga kekebalan tubuh," jelasnya.

Cara Cegah Kasus DBD di Musim Pancaroba

Untuk menghindari panennya penyakit DBD di musim pancaroba, Ngabila menyarankan agar masyarakat melakukan 3M Plus di rumah dan di lingkungan sekitarnya.

"M pertama adalah menutup. Menutup tempat perindukan jentik, dalam hal ini air. Kedua menguras, menguras bak mandi, dan lain sebagainya," kata Ngabila.

"Termasuk juga kalau ada kaleng-kaleng bekas, itu juga didaur ulang, atau kita bisa musnahkan," imbuhnya.

Ketiga adalah mendaur ulang atau memusnahkan. Barang-barang yang dimusnahkan itu, di antaranya kaleng bekas atau ember-ember yang tidak terpakai dan jadi sumber sarang nyamuk.

Tak kalah penting, menjalankan pola hidup bersih dan sehat menjadi sesuatu yang baik untuk dilakukan.

"Kalau di demam berdarah, ada yang namanya gerakan satu rumah satu kader jumantik. Jadi silakan di rumah ditunjuk, apakah ibu, apakah bapak, apakah anak, apakah asisten rumah tangga, itu dijadikan satu orang kader jumantik," kata Ngabila.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BBW Jakarta 2025: Lautan Buku Baru, Pesta Literasi Tanpa Batas

BBW Jakarta 2025: Lautan Buku Baru, Pesta Literasi Tanpa Batas

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 22:55 WIB

Menggali Potensi Arsitektur Indonesia di Jakarta Architecture Festival 2025

Menggali Potensi Arsitektur Indonesia di Jakarta Architecture Festival 2025

Foto | Kamis, 23 Oktober 2025 | 19:46 WIB

Fakta Baru Kasus Suami Bakar Istri di Jatinegara: Pelaku Ternyata Residivis Pengeroyokan Anggota TNI

Fakta Baru Kasus Suami Bakar Istri di Jatinegara: Pelaku Ternyata Residivis Pengeroyokan Anggota TNI

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 18:25 WIB

Legenda Persija Beberkan Kriteria Pelatih Ideal untuk Timnas Indonesia

Legenda Persija Beberkan Kriteria Pelatih Ideal untuk Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 23 Oktober 2025 | 18:24 WIB

Terkini

Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September

Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 16:59 WIB

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:57 WIB

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda

Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 16:48 WIB

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

8 Rekomendasi Hotel di PIK: Dari Nuansa Oriental, Hotel Murah, hingga Mewah Bintang Lima

8 Rekomendasi Hotel di PIK: Dari Nuansa Oriental, Hotel Murah, hingga Mewah Bintang Lima

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut

Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut

Banten | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

×