Soal Rencana Pemberian Gelar Pahlawan ke Soeharto, PDIP Singgung Catatan HAM

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Minggu, 02 November 2025 | 11:11 WIB
Soal Rencana Pemberian Gelar Pahlawan ke Soeharto, PDIP Singgung Catatan HAM
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan partainya mendengarkan masukan publik terkait dugaan pelanggaran HAM yang belum terselesaikan sebelum gelar pahlawan diberikan kepada Soeharto.
  • Ia mengingatkan agar pemerintah tidak terburu-buru, sejalan dengan pesan Megawati Soekarnoputri.
  • Sementara itu, anggota DPR My Esti Wijayati menilai, pemberian gelar tersebut bisa menimbulkan kontradiksi sejarah dan menyinggung perasaan korban rezim Orde Baru.

Suara.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menekankan soal pentingnya mempertimbangkan catatan-catatan mengenai dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) sebelum memberikan gelar pahlawan nasional kepada seseorang.

Hal itu ditegaskan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ketika ditanya soal sikap PDIP mengenai rencana pemberian gelar pahlawan nasional untuk Soeharto.

Ia mengungkapkan bahwa partai mendengarkan berbagai masukan yang menyoroti isu HAM yang belum terselesaikan. 

"Kami mendengarkan masukan dari civil society, dari perguruan tinggi banyak yang memberikan catatan terkait dengan human right, pelanggaran yang belum dilakukan upaya untuk mengatasi itu," ujar Hasto ditemui di Komplek Makam Bung Karno, Blitar, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2025).

Hasto juga menyinggung pernyataan mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, yang pernah memberikan catatan mengenai pelanggaran HAM. 

Menurutnya, hal ini menjadi bagian dari sikap PDIP yang sejalan dengan pesan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk tidak terburu-buru dalam memberikan gelar pahlawan. 

"Prof. Mahfud ketika menjadi Menko Polhukam pernah memberikan catatan tentang pelanggaran HAM yang tentu saja ini menjadi bagian sikap PDIP yang tadi disampaikan Ibu Megawati jangan begitu mudah memberikan gelar pahlawan," tegas Hasto.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati, melihat perlu adanya beberapa hal krusial yang perlu diverifikasi dan dikaji secara mendalam sebelum keputusan diambil.

Esti secara khusus menyoroti potensi kontradiksi historis dan logis jika gelar tersebut diberikan.

baca juga

"Tentu ada beberapa hal yang perlu diverifikasi terlebih dahulu, bagaimana nanti nasib para reformis ketika kemudian beliau diberi gelar pahlawan nasional. Berarti dia melawan pahlawan nasional, ada kontradiksi yang tidak mungkin itu bisa selesai begitu saja," ujar Esti dalam kesempatan yang sama.

Ia juga menekankan pentingnya mempertimbangkan nasib korban pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) pada masa Orde Baru. 

Menurutnya, pemahaman sejarah akan menjadi tidak jelas jika para reformis yang berjuang melawan rezim Orde Baru dihadapkan pada status Soeharto sebagai pahlawan nasional.

"Pemahamannya juga menjadi enggak clear ketika juga di situ muncul nama-nama yang merupakan korban HAM pada saat itu. Nah kemudian mereka yang menjadi korban ini harus bersama-sama menerima gelar pahlawan, ini logikanya dari mana? Nah saya kira ini juga perlu diclearkan terlebih dahulu," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

David Van Reybrouck Kritik Wacana Soeharto Jadi Pahlawan: Lupa Sejarah, Bahaya Besar!

David Van Reybrouck Kritik Wacana Soeharto Jadi Pahlawan: Lupa Sejarah, Bahaya Besar!

News | Minggu, 02 November 2025 | 08:14 WIB

Kala Megawati Kenang Momen Soeharto Tolak Bung Karno Dimakamkan di TMP

Kala Megawati Kenang Momen Soeharto Tolak Bung Karno Dimakamkan di TMP

News | Sabtu, 01 November 2025 | 14:32 WIB

Apa Hebatnya Soeharto? Ini Balasan Politisi PSI ke PDIP

Apa Hebatnya Soeharto? Ini Balasan Politisi PSI ke PDIP

News | Jum'at, 31 Oktober 2025 | 17:50 WIB

Terkini

Melebarnya Garis Penyidikan KPK di ATR/BPN, Dari Summarecon ke Kota Baru Parahyangan

Melebarnya Garis Penyidikan KPK di ATR/BPN, Dari Summarecon ke Kota Baru Parahyangan

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 20:43 WIB

Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata

Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata

Jogja | Jum'at, 06 November 2026 | 20:42 WIB

Isu Ketum Parpol Terlibat Penyadapan Presiden, Abduh PKB: Polri Jangan Ragu Tindak Tegas

Isu Ketum Parpol Terlibat Penyadapan Presiden, Abduh PKB: Polri Jangan Ragu Tindak Tegas

News | Jum'at, 06 November 2026 | 20:39 WIB

175 Ribu Ton Makanan Terbuang di Jakarta, Padahal 30 Persen Masih Bisa Diselamatkan

175 Ribu Ton Makanan Terbuang di Jakarta, Padahal 30 Persen Masih Bisa Diselamatkan

News | Jum'at, 06 November 2026 | 20:35 WIB

Kantor PT Dua Delapan Resources Milik Arif Kurniawan Digeruduk Jaksa Terkait Korupsi Nikel

Kantor PT Dua Delapan Resources Milik Arif Kurniawan Digeruduk Jaksa Terkait Korupsi Nikel

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 20:33 WIB

Jadi Lembaga Rawan Korupsi, BGN Rekrut Dua Mantan Pejabat KPK

Jadi Lembaga Rawan Korupsi, BGN Rekrut Dua Mantan Pejabat KPK

News | Jum'at, 06 November 2026 | 20:33 WIB

Adu Taktik Jelang El Clasico Persija vs Persebaya: Tavares Siapkan Cara Khusus Jinakkan Strategi STY

Adu Taktik Jelang El Clasico Persija vs Persebaya: Tavares Siapkan Cara Khusus Jinakkan Strategi STY

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 20:29 WIB

Tindak Lanjuti Arahan Pimpinan DPR, Andre Rosiade Pantau Penyelesaian Masalah LRT City

Tindak Lanjuti Arahan Pimpinan DPR, Andre Rosiade Pantau Penyelesaian Masalah LRT City

News | Jum'at, 06 November 2026 | 20:27 WIB

Desember Jani, Film tentang Konflik Ibu dan Anak yang Berawal dari Kepergian Sang Kakak

Desember Jani, Film tentang Konflik Ibu dan Anak yang Berawal dari Kepergian Sang Kakak

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 20:24 WIB

Pengamat: Ada Motif Saling Sandera Prabowo-Jokowi di Balik Kasus Penyadapan

Pengamat: Ada Motif Saling Sandera Prabowo-Jokowi di Balik Kasus Penyadapan

News | Jum'at, 06 November 2026 | 20:20 WIB

×