David Van Reybrouck Kritik Wacana Soeharto Jadi Pahlawan: Lupa Sejarah, Bahaya Besar!

Vania Rossa, Muhammad Yasir

Minggu, 02 November 2025 | 08:14 WIB
David Van Reybrouck Kritik Wacana Soeharto Jadi Pahlawan: Lupa Sejarah, Bahaya Besar!
David Van Reybrouck di Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2025 (Suara.com/Muhammad Yasir)
baca 10 detik
  • David Van Reybrouck menilai rencana menjadikan Soeharto sebagai pahlawan nasional sebagai perkembangan yang mengkhawatirkan.
  • Dalam diskusi di Ubud Writers and Readers Festival 2025, ia menyebut langkah tersebut sama absurdnya dengan memberi Nobel Perdamaian kepada Donald Trump.
  • David menegaskan pentingnya kejujuran sejarah agar bangsa Indonesia tidak melupakan luka masa lalunya demi masa depan demokrasi yang lebih sehat.

Suara.com - Sejarawan sekaligus penulis buku Revolusi: Indonesia and the Birth of the Modern World, David Van Reybrouck, melontarkan kritik tajam terhadap wacana menjadikan mantan Presiden Soeharto sebagai pahlawan nasional.

Dalam forum diskusi di Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2025 yang digelar di Taman Baca Ubud, David menyebut gagasan tersebut sebagai “perkembangan yang mengkhawatirkan.” 

Ia bahkan menilai, pemberian gelar itu berpotensi menutupi sejarah kelam pelanggaran hak asasi manusia dan represi politik pada masa Orde Baru.

“Menjadikan diktator militer sebagai pahlawan nasional sama seperti memberikan Nobel Perdamaian kepada Donald Trump,” ujarnya dikutip Sabtu, (1/11/2025).

Diskusi tersebut dipandu Anggota Komisi X DPR, Bonnie Triyana, yang juga dikenal sebagai sejarawan. 

Dalam perbincangan itu, David menyinggung tahun 1965 yang disebutnya sebagai titik balik suram dalam sejarah Indonesia dan dunia. Di mana menurutnya, rezim militer yang lahir pasca-peristiwa tersebut telah menutup ruang kebebasan berpikir dan mematikan semangat progresif yang berkembang di era Soekarno.

“Antara 1945 hingga 1965, Indonesia adalah pemain dunia, pusat dinamika global. Setelah itu, pintu ditutup rapat oleh kekuasaan militer,” jelasnya.

Saat menjawab pertanyaan peserta tentang bagaimana bangsa Indonesia sebaiknya memperlakukan masa lalunya, David menekankan pentingnya kejujuran sejarah. Ia menilai pengakuan atas kebenaran masa lalu adalah langkah awal untuk membangun masa depan yang lebih sehat secara politik dan moral.

“Bangsa yang berani menatap masa lalunya dengan jujur akan lebih kuat menghadapi tantangan demokrasi modern,” ujarnya.

baca juga

Di akhir diskusi, David lantas menyerukan agar publik Indonesia meninjau ulang sejarah dengan jernih, bukan dengan glorifikasi kekuasaan.

“Menghormati masa lalu bukan berarti menutup mata terhadap luka sejarah,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kala Megawati Kenang Momen Soeharto Tolak Bung Karno Dimakamkan di TMP

Kala Megawati Kenang Momen Soeharto Tolak Bung Karno Dimakamkan di TMP

News | Sabtu, 01 November 2025 | 14:32 WIB

Apa Hebatnya Soeharto? Ini Balasan Politisi PSI ke PDIP

Apa Hebatnya Soeharto? Ini Balasan Politisi PSI ke PDIP

News | Jum'at, 31 Oktober 2025 | 17:50 WIB

GEMAS Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional: Langgar Amanah Reformasi!

GEMAS Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional: Langgar Amanah Reformasi!

News | Jum'at, 31 Oktober 2025 | 09:22 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×