Apa Konflik di Sudan? Ini 5 Fakta Kondisi Terkini di Sana

Ruth Meliana

Minggu, 02 November 2025 | 11:50 WIB
Apa Konflik di Sudan? Ini 5 Fakta Kondisi Terkini di Sana
Rakyat Sudan menggelar protes di jalan menuntut Dewan Peralihan Militer (MTC) menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah sipil. [Dok.Antara]

Suara.com - Konflik di Sudan telah berlangsung panjang. Perang saudara yang pecah pada Oktober 2021 ini dilatarbelakangi oleh peristiwa kudeta perdana menteri oleh pasukan militer Sudan, Sudanese Armed Force (SAF).

Saat itu, Jenderal Abdel-Fattah yang memimpin militer Sudan melakukan kudeta terhadap Perdana Menteri Abdallah Hamdok beserta sejumlah pejabat pemerintah.

Lantas apa yang membuat konflik Sudan meletus semakin parah? Berikut lima faktanya.

1. Peran Kelompok Paramiliter RSF

Kelompok Paramiliter, Rapid Support Force atau RSF awalnya dibentuk oleh Pemerintah Sudan dengan nama Janjaweed.

RSF yang dipimpin oleh Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo atau Hemedti, awalnya dikerahkan pemerintah untuk menangani perang di perang di Darfur, Sudan bagian barat.

Padahal, presiden saat itu, Omar Al-Bashir, yang kemudian mundur sempat dicurigai tengah melakukan kejahatan melawan kemanusiaan di Darfur. RSF dimanfaatkan presiden Al-Bashir untuk membantu militer menghentikan pemberontakan sipil.

Setelah militer menguasai keadaan seperti hari ini, Pemimpin RSF Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo juga terlibat dalam pemerintahan pascakudeta.

Sayangnya, hubungan SAF dan RSF retak akibat rencana militer menyerahkan kekuasaan kepada sipil dan menggabungkan RSF ke dalam angkatan darat nasional. Konflik ini mulai muncul pada medio 2023.

baca juga

2. Kondisi Terkini di Sudan

Kekinian, RSF merebut El-Fasher, Ibu Kota Darfur Utara pada akhir Oktober 2025 setelah diduduki selama 18 bulan.

Dalam perebutan wilayah tersebut, RSF diketahui melakukan pembunuhan massal terhadap warga sipil.

Para aktivis menyebut RSF melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang mengarah pada genosida. Sedikitnya 1.500 orang tewas selama masa pendudukan RSF di El-Fasher.

3. Korban Kelaparan di Sudan

Bukan hanya korban tewas, perang di Sudan juga membuat ratusan ribu warganya mengalami kelaparan akut.

PBB telah menyebut perang ini sebagai kejahatan kemanusiaan karena 24 juta orang di seluruh Sudan mengalami kelaparan akut.

Sementara itu, lebih dari 26.000 orang melarikan diri dan lebih dari 170.000 orang masih tertahan di El-Fasher.

4. Pertempuran di Kota-Kota Besar

Tidak hanya di El-Fasher, pertempuran juga terjadi di kota besar lain seperti Khartoum. Akibatnya, Sudan saat ini telah terjebak pada situasi konflik dan krisis kemanusiaan yang sudah tidak terbendung lagi.

Kawasan Darfur yang menjadi pusat konflik sudah lama rapuh dan memburuk secara cepat. Dampaknya, kota-kota lain juga jatuh ke tangan RSF.

Ratusan ribu orang melarikan diri ke daerah sekitarnya, dan akses bantuan terhambat oleh keamanan atau pemutusan jalur logistik. Di Khartoum, klaim-klaim kemenangan militer bergantian dengan ledakan bom.

Layanan kesehatan, listrik, dan distribusi pangan belum pulih sepenuhnya sehingga banyak warga tetap bergantung pada bantuan darurat.

Lembaga internasional memperingatkan ketersediaan pangan dan layanan dasar sudah di ambang batas. Sementara proses diplomasi dan gencatan senjata berkepanjangan belum membuahkan hasil.

5. Ada Pemberontakan Antarsuku

Di samping militer dan sipil, kondisi di Sudan juga diperparah dengan pemberontakan antarsuku. Awalnya RSF juga dikerahkan ke luar Darfur untuk mengatasi bentrokan antarsuku di sepanjang perbatasan Sudan.

Sebut saja pada tahun 2019, ketika ada protes sipil untuk menggulingkan kediktatoran Bashir dari kekuasaan Sudan. Namun tak disangka dua tahun kemudian, militer Sudan dan RSF justru bersekongkol melakukan kudeta.

Hal tersebut dilakukan sebelum menyerahkan kekuasaan pada pemerintah yang dipimpin sipil akibat tekanan internasional. Tapi kesepakatan itu tak berakhir mulus hingga saat ini, bahkan peralihan dan perebutan kekuasaan juga tak terhindarkan.

Kini, perjanjian damai di Sudan masih jauh dari kata sepakat. 

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suara Lantang Pep Guardiola: Hentikan Genosida di Gaza!

Suara Lantang Pep Guardiola: Hentikan Genosida di Gaza!

Bola | Sabtu, 04 Oktober 2025 | 17:04 WIB

Coretan Wanda Hamidah dari Sisilia: Yang Kami Takuti, Kalian Diam Melihat Genosida

Coretan Wanda Hamidah dari Sisilia: Yang Kami Takuti, Kalian Diam Melihat Genosida

Entertainment | Minggu, 28 September 2025 | 21:30 WIB

7 Poin Isi Pidato Prabowo Subianto di KTT PBB: Seruan Tegas Perdamaian Palestina-Israel

7 Poin Isi Pidato Prabowo Subianto di KTT PBB: Seruan Tegas Perdamaian Palestina-Israel

News | Selasa, 23 September 2025 | 18:08 WIB

Terkini

Emir Qatar Mendadak Kirim Surat Khusus ke Presiden Prabowo Lewat Menlu Sugiono, Ada Apa?

Emir Qatar Mendadak Kirim Surat Khusus ke Presiden Prabowo Lewat Menlu Sugiono, Ada Apa?

News | Senin, 21 September 2026 | 13:57 WIB

Panduan Praktis Menghitung Luas Trapesium dan Belah Ketupat Lengkap dengan Contoh Soal

Panduan Praktis Menghitung Luas Trapesium dan Belah Ketupat Lengkap dengan Contoh Soal

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 13:56 WIB

Terdiri dari 15 Pasal, RUU Pengaturan Reforma Agraria Siap Disahkan Jadi UU di Paripurna

Terdiri dari 15 Pasal, RUU Pengaturan Reforma Agraria Siap Disahkan Jadi UU di Paripurna

News | Senin, 21 September 2026 | 13:54 WIB

Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog

Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog

News | Senin, 21 September 2026 | 13:53 WIB

Warga Batu Aji Ngeluh Krisis Air, Rawat Mertua Stroke dengan Tisu Basah

Warga Batu Aji Ngeluh Krisis Air, Rawat Mertua Stroke dengan Tisu Basah

Batam | Senin, 21 September 2026 | 13:52 WIB

KPK Geledah Kantor Summarecon Bogor Terkait Kasus ATR/BPN

KPK Geledah Kantor Summarecon Bogor Terkait Kasus ATR/BPN

News | Senin, 21 September 2026 | 13:52 WIB

Menuntut Dampak Nyata BRICS: Mampukah QRIS dan UPI India Berkolaborasi demi Pedagang Kaki Lima?

Menuntut Dampak Nyata BRICS: Mampukah QRIS dan UPI India Berkolaborasi demi Pedagang Kaki Lima?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:51 WIB

Daemons of the Shadow Realm Umumkan Season 2, Kisah Yuru dan Asa Berlanjut

Daemons of the Shadow Realm Umumkan Season 2, Kisah Yuru dan Asa Berlanjut

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:50 WIB

Siap-siap Amerika Boncos! Iran Mau Luncurkan Rudal Lagi Kalau Ini Terjadi

Siap-siap Amerika Boncos! Iran Mau Luncurkan Rudal Lagi Kalau Ini Terjadi

News | Senin, 21 September 2026 | 13:49 WIB

KPK Geledah Kantor Summarecon Bogor, Apa yang Dicari?

KPK Geledah Kantor Summarecon Bogor, Apa yang Dicari?

News | Senin, 21 September 2026 | 13:46 WIB

×