Ledakan di SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Polda Metro Jaya Ungkap 54 Korban Luka

Vania Rossa | Muhammad Yasir | Suara.com

Jum'at, 07 November 2025 | 16:28 WIB
Ledakan di SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Polda Metro Jaya Ungkap 54 Korban Luka
Potret pasca ledakan di SMA 72 (X)
  • Ledakan terjadi di lingkungan SMA Negeri 72 Kelapa Gading dan menyebabkan 54 orang terluka dengan kondisi beragam.
  • Polda Metro Jaya melakukan olah TKP, sterilisasi oleh JIBOM, serta membuka posko informasi di RS Yarsi dan RS Islam Jakarta.
  • Penyebab ledakan belum dipastikan dan masih dalam proses pendalaman.

Suara.com - Polda Metro Jaya membenarkan adanya ledakan yang terjadi di kawasan SMA Negeri 72 Kelapa Gading.

Kapolda Metro Jaya menyebut langkah penanganan langsung dilakukan sesaat setelah kejadian, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemasangan garis polisi, hingga sterilisasi lokasi oleh tim Penjinak Bom (JIBOM) Brimob Polda.

“Langkah pertama yang kami lakukan adalah olah TKP, police line, posko, dan sterilisasi oleh JIBOM,” jelas Kapolda kepada Suara.com, Jumat (7/11/2025) sore.

Ia menambahkan bahwa dirinya sudah memberikan arahan kepada tim JIBOM terkait proses penanganan di lapangan.

Saat ini penanganan korban dipusatkan di dua rumah sakit, yakni RS Yarsi dan RS Islam Jakarta Cempaka Putih.

Polda Metro Jaya juga telah mendirikan posko di kedua lokasi tersebut untuk membantu keluarga mencari informasi mengenai siswa yang dirawat.

Data awal yang diterima pihak kepolisian mencatat sekitar 54 korban.

“Ada yang luka ringan, ada luka sedang, dan beberapa sudah diperbolehkan pulang,” ujar Kapolda.

Hingga saat ini belum ada laporan korban meninggal.

Terkait sumber ledakan, kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman. Olah TKP masih berlangsung dan hasil lengkap akan disampaikan setelah pemeriksaan selesai.

Saat ditanya soal informasi temuan senjata laras panjang di lokasi, Kapolda membenarkan hal tersebut namun menegaskan bahwa temuan itu juga masih dianalisis oleh tim forensik dan JIBOM.

Untuk kondisi luka para korban, Kapolda menyebut terdapat luka bakar, luka serpihan, serta luka-luka kecil lainnya.

Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta dilaporkan terjadi pada waktu salat Jumat, tepatnya setelah khotbah berlangsung.

Kepolisian menegaskan fokus utama saat ini adalah penanganan para korban. Informasi lanjutan akan diumumkan setelah proses identifikasi dan penyelidikan selesai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bertuliskan Welcome To Hell, Polisi Usut 2 Senpi Kasus Ledakan SMAN 72 Jakut, Apa Motifnya?

Bertuliskan Welcome To Hell, Polisi Usut 2 Senpi Kasus Ledakan SMAN 72 Jakut, Apa Motifnya?

News | Jum'at, 07 November 2025 | 16:24 WIB

Densus 88 Selidiki Unsur Terorisme dalam Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading

Densus 88 Selidiki Unsur Terorisme dalam Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading

News | Jum'at, 07 November 2025 | 16:04 WIB

Update Ledakan SMAN 72: Korban Kini Jadi 54 Orang

Update Ledakan SMAN 72: Korban Kini Jadi 54 Orang

News | Jum'at, 07 November 2025 | 16:01 WIB

Terkini

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:17 WIB

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:13 WIB

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:00 WIB

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:55 WIB

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:54 WIB

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:52 WIB

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:48 WIB

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:42 WIB