Pahlawan Nasional Kontroversial: Marsinah dan Soeharto Disandingkan, Agenda Politik di Balik Layar?

Erick Tanjung, Dea Hardiningsih Irianto

Jum'at, 07 November 2025 | 19:35 WIB
Pahlawan Nasional Kontroversial: Marsinah dan Soeharto Disandingkan, Agenda Politik di Balik Layar?
Tokoh buruh perempuan yang menjadi ikon perlawanan terhadap Orde Baru, Marsinah dan Presiden kedua RI yang menjadi pemimpin Pemerintahan Orde Baru, Soeharto diusulkan mendapat gelar pahlawan nasional pada Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025. [Kolase]
baca 10 detik
  • Wacana pahlawankan Marsinah dan Soeharto bersamaan dinilai sebagai agenda politik kontroversial.

  • Kritikus sebut ini upaya cuci dosa Soeharto dan meraih simpati kaum buruh.

  • Pemerintah sebut keduanya telah memenuhi syarat administratif sebagai calon pahlawan nasional.

Suara.com - Rencana pemerintah untuk menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada aktivis buruh Marsinah dan Presiden ke-2 RI Soeharto secara bersamaan menuai kontroversi tajam. Kematian Marsinah pada 1993 terjadi di era Orde Baru dan kasusnya belum tuntas, sehingga penyematan gelar pahlawan untuk keduanya dinilai sangat problematis.

Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo, menilai wacana ini hanyalah agenda politik untuk meraih simpati buruh, sekaligus upaya "cuci dosa" bagi Soeharto. Menurutnya, penuntasan kasus pembunuhan Marsinah jauh lebih penting daripada pemberian gelar.

“Pemberian gelar pahlawan untuk Marsinah tidak ada artinya jika kasusnya tidak diungkap dan kebijakan pemerintah masih antiburuh,” kata Wahyu kepada Suara.com, Jumat (7/11/2025).

Wahyu, yang juga adik dari aktivis Wiji Thukul, menduga ini adalah manuver politik Presiden Prabowo Subianto untuk Pemilu 2029 dan upaya mengalihkan perhatian dari penolakan masif terhadap gelar pahlawan bagi Soeharto.

“Dia (Prabowo) memakai jalur melingkar dengan mempahlawankan Marsinah terlebih dahulu, baru kemudian Soeharto,” tuding Wahyu.

Kontradiksi Marsinah dan Soeharto

Sentimen serupa disuarakan oleh masyarakat. Yulia (29) menilai rencana ini "konyol", terutama karena kasus pembunuhan Marsinah yang terjadi di era Soeharto belum terselesaikan.

“Yang harus dipertanyakan itu, pemahaman pahlawan nasional itu apa sampai kandidatnya Soeharto?” ucap Yulia.

Sementara itu, Amira (28) menyebut Marsinah dan Soeharto sebagai dua figur yang bertolak belakang: yang satu simbol perlawanan buruh, yang lain simbol rezim represif dengan rekam jejak pelanggaran HAM dan korupsi.

baca juga

Penjelasan Pemerintah

Di sisi lain, Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon, telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa nama Soeharto, Marsinah, dan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) termasuk dalam 49 nama yang secara administratif memenuhi syarat sebagai calon pahlawan nasional.

Fadli menjelaskan bahwa usulan tersebut telah melalui proses berjenjang dari daerah hingga pusat, serta telah diuji secara akademik dan ilmiah.

"Semua yang telah disampaikan ini memenuhi syarat. Riwayat perjuangannya telah diteliti dengan saksama melalui beberapa tahap," kata Fadli di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (5/11).

Dari 49 nama tersebut, 24 di antaranya akan menjadi prioritas untuk diseleksi lebih lanjut menjelang Hari Pahlawan pada 10 November.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ungkap Banyak Kiai Ditahan saat Orba, Tokoh Muda NU: Sangat Aneh Kita Memuja Soeharto

Ungkap Banyak Kiai Ditahan saat Orba, Tokoh Muda NU: Sangat Aneh Kita Memuja Soeharto

News | Jum'at, 07 November 2025 | 19:23 WIB

Gerindra Dukung Soeharto dan Gus Dur Jadi Pahlawan Nasional: Keduanya Pemimpin Berhasil

Gerindra Dukung Soeharto dan Gus Dur Jadi Pahlawan Nasional: Keduanya Pemimpin Berhasil

News | Jum'at, 07 November 2025 | 17:49 WIB

Legislator PDIP: Soeharto Tak Layak Jadi Pahlawan, Rekam Jejaknya Terlalu Kelam!

Legislator PDIP: Soeharto Tak Layak Jadi Pahlawan, Rekam Jejaknya Terlalu Kelam!

News | Jum'at, 07 November 2025 | 17:21 WIB

Terkini

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:22 WIB

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:13 WIB

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:29 WIB

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:38 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB