Gelar Pahlawan untuk Marsinah: Perjuangan Buruh Dibayar Nyawa dan Tak Pernah Terungkap Pelakunya

Bangun Santoso

Senin, 10 November 2025 | 14:24 WIB
Gelar Pahlawan untuk Marsinah: Perjuangan Buruh Dibayar Nyawa dan Tak Pernah Terungkap Pelakunya
Tangis adik Marsinah, Wijiati pecah. Ia tak kuasa menahan haru usai menjadi perwakilan keluarga menerima anugerah gelar pahlawan nasional untuk kakaknya. (Suara.com/Novian)
baca 10 detik
  • Aktivis buruh Marsinah secara resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto, 32 tahun setelah kematiannya yang tragis
  • Marsinah adalah ikon perlawanan buruh di era Orde Baru yang berani menuntut hak-hak pekerja, sebuah perjuangan yang harus ia bayar dengan nyawanya
  • Meskipun gelar pahlawan telah diberikan, kasus pembunuhan Marsinah hingga kini masih menjadi misteri dan salah satu catatan kelam pelanggaran HAM berat di Indonesia yang pelakunya belum pernah terungkap

Suara.com - Penantian panjang atas pengakuan negara terhadap perjuangan Marsinah akhirnya tiba. Setelah 32 tahun menjadi simbol perlawanan kaum buruh yang dibungkam, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada aktivis asal Nganjuk, Jawa Timur tersebut.

Penganugerahan ini menjadi momen bersejarah yang kembali membuka lembaran kelam salah satu kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) paling ikonik di era Orde Baru.

Upacara khidmat yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (10/11/2025), menjadi saksi ditetapkannya Marsinah sebagai pahlawan.

"Tiga, almarhumah Marsinah tokoh dari Provinsi Jawa Timur," ujar Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana saat membacakan surat keputusan di hadapan para hadirin.

Gelar kehormatan tersebut diterima langsung oleh perwakilan ahli waris keluarga Marsinah, mengukuhkan namanya dalam daftar tokoh bangsa yang berjasa.

Simbol Perlawanan dari Pabrik Arloji

Lahir pada 10 April 1969, Marsinah adalah wajah kegigihan kelas pekerja. Ia merupakan buruh di PT Catur Putra Surya (CPS), sebuah pabrik arloji di Porong, Sidoarjo, yang menjadi pusat perjuangannya. Jauh sebelum dikenal sebagai aktivis vokal, Marsinah adalah anak kedua dari tiga bersaudara yang merantau untuk memperbaiki nasib.

Ia sempat bekerja di pabrik plastik SKW di Rungkut, namun upah yang tak seberapa memaksanya mencari penghasilan tambahan dengan berjualan nasi bungkus seharga Rp 150 per porsi. Kegigihan inilah yang membentuk karakternya yang tak kenal takut saat menyuarakan hak-hak kaumnya.

Perjuangan yang Berujung Maut

baca juga

Tragedi yang merenggut nyawa Marsinah bermula dari aksi mogok kerja besar-besaran buruh PT CPS pada 3-4 Mei 1993. Para buruh menuntut 12 item perbaikan kesejahteraan, termasuk kenaikan upah. Perundingan alot itu membuahkan hasil: 11 dari 12 tuntutan dikabulkan.

Namun, kemenangan itu harus dibayar mahal. Pada 5 Mei 1993, 13 rekan buruh Marsinah dipanggil oleh Kodim 0816 Sidoarjo. Di sana, mereka diintimidasi dan dipaksa menandatangani surat pengunduran diri.

Mendengar kabar tersebut, Marsinah tidak tinggal diam. Ia menulis surat untuk memberikan panduan kepada rekan-rekannya dan berikrar, "Kalau mereka diancam akan dimejahijaukan oleh Kodim, saya akan bawa persoalan ini kepada paman saya di Kejaksaan Surabaya." Sore itu, ia masih sempat melayangkan surat protes ke perusahaan. Malam harinya, sekitar pukul 22.00, Marsinah menghilang tanpa jejak.

Tiga hari kemudian, pada 8 Mei 1993, jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sebuah gubuk di hutan Desa Jegong, Nganjuk. Luka parah di sekujur tubuhnya menjadi bukti bisu penyiksaan brutal yang ia alami sebelum tewas.

Misteri yang Tak Pernah Tuntas

Kasus pembunuhan Marsinah sontak menjadi sorotan nasional, bahkan mendapat perhatian Presiden Soeharto saat itu. Namun, proses hukumnya berjalan penuh kejanggalan. Delapan petinggi dan staf PT CPS, termasuk pemiliknya, Judi Susanto, diculik dan ditangkap. Mereka mengaku mengalami siksaan berat untuk dipaksa mengakui perbuatan yang tidak mereka lakukan.

Meski pengadilan tingkat pertama menjatuhkan vonis hingga 17 tahun penjara, putusan itu rontok di tingkat banding dan kasasi. Mahkamah Agung akhirnya membebaskan semua terdakwa dari segala dakwaan.

Sejak saat itu, siapa dalang dan eksekutor pembunuhan Marsinah yang sebenarnya menjadi misteri gelap yang tak pernah terpecahkan, meninggalkan luka mendalam bagi penegakan hukum dan HAM di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Pahlawan Nasional, Keluarga Marsinah Menangis dan Cium Foto Kakak di Istana

Jadi Pahlawan Nasional, Keluarga Marsinah Menangis dan Cium Foto Kakak di Istana

Video | Senin, 10 November 2025 | 14:15 WIB

Marsinah Resmi Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional pada Hari Pahlawan 2025

Marsinah Resmi Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional pada Hari Pahlawan 2025

Your Say | Senin, 10 November 2025 | 13:43 WIB

Profil Marsinah, Aktivis Buruh yang Dianugerahi Gelar Pahlawan oleh Presiden Prabowo

Profil Marsinah, Aktivis Buruh yang Dianugerahi Gelar Pahlawan oleh Presiden Prabowo

News | Senin, 10 November 2025 | 13:21 WIB

Peluk Hangat Anak-anak Soeharto di Istana Usai Terima Gelar Pahlawan Nasional, Titiek Tersenyum

Peluk Hangat Anak-anak Soeharto di Istana Usai Terima Gelar Pahlawan Nasional, Titiek Tersenyum

News | Senin, 10 November 2025 | 13:12 WIB

Akhirnya Pahlawan! Ini Sederet Fakta di Balik Gelar Nasional Soeharto

Akhirnya Pahlawan! Ini Sederet Fakta di Balik Gelar Nasional Soeharto

News | Senin, 10 November 2025 | 12:54 WIB

Dunia Sorot Soeharto Jadi Pahlawan: 'Diktator' Disematkan Gelar Kehormatan oleh Menantunya

Dunia Sorot Soeharto Jadi Pahlawan: 'Diktator' Disematkan Gelar Kehormatan oleh Menantunya

News | Senin, 10 November 2025 | 12:43 WIB

Jangan Ekstrem! Pesan Tutut Soeharto untuk Pengkritik Gelar Pahlawan Sang Ayah

Jangan Ekstrem! Pesan Tutut Soeharto untuk Pengkritik Gelar Pahlawan Sang Ayah

News | Senin, 10 November 2025 | 12:39 WIB

Terkini

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

×