Dikdasmen Revisi Aturan Sekolah Aman Pasca Insiden SMAN 72 Jakarta, Dorong Pencegahan Kekerasan

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Selasa, 11 November 2025 | 17:41 WIB
Dikdasmen Revisi Aturan Sekolah Aman Pasca Insiden SMAN 72 Jakarta, Dorong Pencegahan Kekerasan
Ilustrasi suasana pasca ledakan di SMAN 72, Jakarta, Jumat (7/11/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Mu’ti tidak ingin kejadian di SMAN 72 Jakarta terulang.
  • Penyempurnaan aturan itu akan dilakukan terhadap Permendikbud Nomor 46 Tahun 2023.
  • Penyempurnaan aturan ini diharapkan bisa menekan angka kekerasan di lembaga pendidikan yang hingga kini masih tinggi.

Suara.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, berjanji akan menyempurnakan aturan sekolah aman dari kekerasan setelah insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta.

Pemerintah, kata Mu’ti, tidak ingin kejadian serupa terulang.

"Kami berupaya agar peristiwa yang di Jakarta kemarin mudah-mudahan menjadi yang pertama dan yang terakhir,” kata Mu'ti usai acara Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya di Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Mu’ti menyebut, penyempurnaan aturan itu akan dilakukan terhadap Permendikbud Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.

Ia menilai aturan lama perlu diperbarui dengan pendekatan yang lebih humanis, komprehensif, dan partisipatif.

Pendekatan humanis tersebut akan diwujudkan lewat penguatan layanan bimbingan dan konseling di sekolah dengan prinsip “heart to heart".

Sehingga diharapkan membuat siswa bisa lebih terbuka menyampaikan persoalan yang dihadapi tanpa rasa takut atau tekanan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. (Suara.com/Lilis)
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. (Suara.com/Lilis)

"Supaya murid ini bisa bercerita lah dari hati ke hati, dari perasaan yang penuh percaya diri untuk bisa menyampaikan berbagai hal kepada guru wali. Nah kalau kami bisa mengembangkan sikap yang lebih humanis maka kami bisa membangun budaya saling menerima di antara semua insan pendidikan,” jelasnya.

Mu’ti juga menekankan pentingnya pendekatan yang komprehensif, tidak hanya melihat masalah dari sisi akademik semata, tapi juga aspek spiritual peserta didik.

baca juga

"Murid perlu mendapatkan bimbingan dan spiritualitas, ini adalah bagian penting dari tujuan pendidikan nasional. Pendidikan nasional itu kan tujuannya di antaranya adalah membangun generasi yang beriman dan bertakwa dan berakhlak mulia nah ini yang coba kita bangun," ucapnya.

Penyempurnaan aturan ini diharapkan bisa menekan angka kekerasan di lembaga pendidikan yang hingga kini masih tinggi.

Pemerintah, kata Mu’ti, ingin memastikan setiap sekolah menjadi ruang aman bagi tumbuhnya karakter dan kemanusiaan siswa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Kementerian Bakal Godok Aturan Pembatasan Gim Online Setelah Insiden Mengerikan di SMAN 72 Jakarta

4 Kementerian Bakal Godok Aturan Pembatasan Gim Online Setelah Insiden Mengerikan di SMAN 72 Jakarta

News | Selasa, 11 November 2025 | 14:26 WIB

288 Ribu Papan Interaktif Dikirim ke Sekolah, Mendikdasmen Harap Proses Belajar Lebih Inspiratif

288 Ribu Papan Interaktif Dikirim ke Sekolah, Mendikdasmen Harap Proses Belajar Lebih Inspiratif

News | Selasa, 11 November 2025 | 12:22 WIB

Tak Ingin Insiden SMA 72 Terulang, Gubernur Pramono Tegaskan Setop Praktik Bullying di Sekolah

Tak Ingin Insiden SMA 72 Terulang, Gubernur Pramono Tegaskan Setop Praktik Bullying di Sekolah

News | Selasa, 11 November 2025 | 05:13 WIB

Kondisi FN Membaik Pasca Operasi, Polisi Siap Korek Motif Ledakan Bom di SMA 72 Jakarta Besok

Kondisi FN Membaik Pasca Operasi, Polisi Siap Korek Motif Ledakan Bom di SMA 72 Jakarta Besok

News | Senin, 10 November 2025 | 20:08 WIB

Terkini

Dugaan Keracunan MBG, Akademisi: Jangan Berhenti pada Permintaan Maaf

Dugaan Keracunan MBG, Akademisi: Jangan Berhenti pada Permintaan Maaf

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:39 WIB

5 Sepatu 910 Nineten untuk Trail Running Terpopuler, Lengkap Harga dan Spek

5 Sepatu 910 Nineten untuk Trail Running Terpopuler, Lengkap Harga dan Spek

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 10:36 WIB

Kenapa Pengering Mesin Cuci Tak Berputar dan Cuma Berdengung? Begini Solusinya

Kenapa Pengering Mesin Cuci Tak Berputar dan Cuma Berdengung? Begini Solusinya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 10:35 WIB

Erick Thohir Konfirmasi Gianni Infantino Hingga Presiden Prabowo Hadiri Final FIFA ASEAN Cup 2026

Erick Thohir Konfirmasi Gianni Infantino Hingga Presiden Prabowo Hadiri Final FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 10:30 WIB

Pantauan Terkini Lapas Cibinong Jelang Kedatangan DPR RI Pascatemuan Fasilitas Mewah

Pantauan Terkini Lapas Cibinong Jelang Kedatangan DPR RI Pascatemuan Fasilitas Mewah

Bogor | Rabu, 30 September 2026 | 10:29 WIB

KPK Geledah 3 Rumah di Madiun Terkait Pengembangan Kasus TPPU

KPK Geledah 3 Rumah di Madiun Terkait Pengembangan Kasus TPPU

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:23 WIB

Chandra Asri Group Gelar CHASE Volleyball Tournament 2026, Hadirkan Puluhan Tim dan UMKM Lokal

Chandra Asri Group Gelar CHASE Volleyball Tournament 2026, Hadirkan Puluhan Tim dan UMKM Lokal

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:18 WIB

Kabel Semrawut di Kuningan Barat Bikin Warga Resah, Dinas Bina Marga Janji Beres Oktober

Kabel Semrawut di Kuningan Barat Bikin Warga Resah, Dinas Bina Marga Janji Beres Oktober

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:16 WIB

Bocah 8 Tahun Tendang Anggota PKI Solo, Heri Isranto Kenang Suasana Mencekam 1965

Bocah 8 Tahun Tendang Anggota PKI Solo, Heri Isranto Kenang Suasana Mencekam 1965

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 10:15 WIB

Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S

Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S

Jatim | Rabu, 30 September 2026 | 10:11 WIB

×