Soeharto Jadi Pahlawan, Media Asing Sorot Sisi Gelap Diktator dan Pembantaian Massal

Bernadette Sariyem

Rabu, 12 November 2025 | 11:26 WIB
Soeharto Jadi Pahlawan, Media Asing Sorot Sisi Gelap Diktator dan Pembantaian Massal
Anak Jenderal Besar TNI Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana (kedua kanan), Siti Hediati Hariyadi (kanan) dan Bambang Trihatmodjo (kiri) berfoto saat menghadiri upacara penganugerahan gelar pahlawan nasional di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025).
baca 10 detik
  • Penganugerahan gelar pahlawan Soeharto menuai sorotan media internasional.
  • Media asing mengungkit kembali masa lalu kelam rezim Orde Baru.
  • Aktivis HAM dan para korban menentang keras keputusan tersebut.

Suara.com - Keputusan pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk menganugerahkan gelar pahlawan nasional secara anumerta kepada Soeharto, memicu gelombang kontroversi di dalam negeri dan sorotan tajam dari media internasional.

Media asing tidak hanya melaporkan penganugerahan gelar, tetapi juga mengungkit kembali warisan kelam sang jenderal yang berkuasa selama 32 tahun.

"He was a US-backed dictator who led sweeping massacres. Why is he now being named a national hero?" demikian judul artikel daring pada laman CNN Internasional, misalnya.

Dalam bahasa, judul artikel CNN Internasional itu berarti: Dia adalah seorang diktator dukungan AS yang memimpin pembantaian besar-besaran. Mengapa dia sekarang dinobatkan sebagai pahlawan nasional?

Media internasional secara serempak mengingatkan publik global bahwa selama beberapa dekade, Soeharto adalah seorang diktator yang didukung Amerika Serikat.

Anugerah gelar pahlawan nasional untuK 10 tokoh. Salah satunya Presiden ke-2 RI Soeharto (Suara.com/Novian)
Anugerah gelar pahlawan nasional untuK 10 tokoh. Salah satunya Presiden ke-2 RI Soeharto (Suara.com/Novian)

Rezimnya mengawasi pembantaian massal berdarah di era Perang Dingin dan dituduh menyelewengkan uang negara dalam jumlah besar untuk melambungkan keluarga dan kroninya ke puncak kemewahan, serta kekuasaan politik.

Penganugerahan gelar pada hari Senin lalu digambarkan sebagai sebuah ironi.

Pemberian gelar ini dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto—mantan menantu Soeharto, yang juga merupakan figur kontroversial dengan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia saat masih berseragam militer.

Meskipun dalam upacara tersebut Soeharto dipuji sebagai pahlawan perjuangan, media asing menekankan bahwa karakterisasi ini sangat diperdebatkan.

baca juga

"Seorang tokoh terkemuka dari provinsi Jawa Tengah, pahlawan perjuangan kemerdekaan, Jenderal Soeharto menonjol sejak era kemerdekaan," ujar seorang pembawa acara saat penganugerahan, menurut laporan Reuters.

Namun, narasi ini bertabrakan dengan catatan sejarah kelam yang menyertainya.

Sejarah Berdarah di Balik Kekuasaan Orde Baru

Sorotan media internasional kembali mengarah pada peristiwa 1965. Setelah kudeta yang gagal dan pembunuhan sejumlah jenderal, Soeharto menyalahkan kaum komunis, menggulingkan Presiden Sukarno, dan melancarkan perburuan besar-besaran.

Apa yang terjadi selanjutnya adalah pembersihan nasional terhadap terduga komunis yang diawasi oleh militer.

Sejarawan dan kelompok hak asasi manusia memperkirakan antara 500.000 hingga satu juta orang tewas dalam tragedi tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Menko Ikut ke Sydney, Apa Saja Agenda Lawatan Prabowo di Australia?

Dua Menko Ikut ke Sydney, Apa Saja Agenda Lawatan Prabowo di Australia?

News | Selasa, 11 November 2025 | 22:05 WIB

Komnas HAM: Gelar Pahlawan Soeharto Cederai Sejarah Pelanggaran HAM Berat dan Semangat Reformasi

Komnas HAM: Gelar Pahlawan Soeharto Cederai Sejarah Pelanggaran HAM Berat dan Semangat Reformasi

News | Selasa, 11 November 2025 | 21:47 WIB

Prabowo Terbang ke Sydney: Apa Agenda Rahasia Bertemu PM Albanese?

Prabowo Terbang ke Sydney: Apa Agenda Rahasia Bertemu PM Albanese?

Video | Selasa, 11 November 2025 | 19:30 WIB

Bukan Hanya Gelar, Keluarga Pahlawan Nasional Dapat 4 Tunjangan Ini per Tahun

Bukan Hanya Gelar, Keluarga Pahlawan Nasional Dapat 4 Tunjangan Ini per Tahun

Lifestyle | Selasa, 11 November 2025 | 15:53 WIB

Tunda Penerbangan 2 Jam untuk Rapat, Ini Arahan Prabowo soal Serapan Anggaran dan Transfer ke Daerah

Tunda Penerbangan 2 Jam untuk Rapat, Ini Arahan Prabowo soal Serapan Anggaran dan Transfer ke Daerah

News | Selasa, 11 November 2025 | 15:13 WIB

Soeharto Resmi Pahlawan Nasional, Prabowo: Janganlah Kita Lupakan Jasa Pemimpin Terdahulu

Soeharto Resmi Pahlawan Nasional, Prabowo: Janganlah Kita Lupakan Jasa Pemimpin Terdahulu

Video | Selasa, 11 November 2025 | 14:40 WIB

288 Ribu Papan Interaktif Dikirim ke Sekolah, Mendikdasmen Harap Proses Belajar Lebih Inspiratif

288 Ribu Papan Interaktif Dikirim ke Sekolah, Mendikdasmen Harap Proses Belajar Lebih Inspiratif

News | Selasa, 11 November 2025 | 12:22 WIB

Terkini

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

×