Siswa SMP di Tangsel Tewas Diduga Akibat Perundungan, JPPI: Ini Kegagalan Negara

Erick Tanjung, Lilis Varwati

Senin, 17 November 2025 | 13:11 WIB
Siswa SMP di Tangsel Tewas Diduga Akibat Perundungan, JPPI: Ini Kegagalan Negara
Ilustrasi bullying (Freepik)
baca 10 detik
  • Siswa SMP di Tangsel tewas diduga akibat perundungan yang terjadi sejak masa MPLS.

  • JPPI menilai ini adalah bukti kegagalan negara dalam melindungi siswa di lingkungan sekolah.

  • Kinerja satgas dan tim anti-kekerasan sekolah dinilai gagal dan hanya sebatas formalitas.

Suara.com - Kematian seorang siswa kelas 1 SMPN 19 Tangerang Selatan berinisial MH akibat dugaan perundungan (bullying) dinilai sebagai pertanda darurat kekerasan di dunia pendidikan. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyebut insiden ini sebagai kegagalan sistemik negara dalam melindungi peserta didik.

Korban sempat mendapatkan perawatan medis akibat luka serius, namun nyawanya tidak tertolong.

JPPI menyoroti fakta bahwa praktik perundungan terhadap korban diduga telah berlangsung sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Juli lalu, tanpa adanya intervensi berarti dari pihak sekolah maupun Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan.

“Ini bukan sekadar kelalaian, tetapi bentuk nyata kegagalan negara dalam memastikan sekolah aman. Anak kehilangan nyawa, dan itu terjadi setelah berbulan-bulan pembiaran,” kata Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, dalam pernyataannya, Senin (17/11/2025).

JPPI mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan. Menurut Ubaid, satgas tersebut tidak menjalankan mandatnya dengan baik, meskipun telah menerima fasilitas dan anggaran dari negara.

“Selama ini kinerja Satgas tidak jelas. Anggotanya menerima fasilitas dan anggaran, tetapi hasil kerjanya tidak terlihat. JPPI meminta agar tidak ada lagi pejabat yang makan gaji buta dalam isu yang menyangkut keselamatan anak,” kritiknya.

Selain satgas di tingkat daerah, JPPI juga menyoroti lemahnya Tim Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan (TPPK) di level sekolah, yang dinilai hanya dibentuk sebagai formalitas tanpa fungsi perlindungan yang nyata.

“Jika TPPK bekerja sebagaimana mestinya, tidak mungkin kita terus melihat korban berjatuhan. Kejadian ini tidak hanya terjadi di Tangsel, tapi di banyak daerah lain,” ucap Ubaid.

JPPI menilai perbaikan kinerja Satgas dan TPPK menjadi langkah mendesak agar tragedi serupa tidak terulang kembali.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bullying dan Kelas Sosial: Anak Miskin Lebih Rentan Jadi Target

Bullying dan Kelas Sosial: Anak Miskin Lebih Rentan Jadi Target

Your Say | Senin, 17 November 2025 | 13:06 WIB

Fakta Pilu Siswa SMP di Tangsel: Diduga Dihantam Kursi Besi Oleh Teman, Meninggal Usai Kritis

Fakta Pilu Siswa SMP di Tangsel: Diduga Dihantam Kursi Besi Oleh Teman, Meninggal Usai Kritis

News | Senin, 17 November 2025 | 13:03 WIB

Kasus SMPN 19 Tangsel Jadi Pengingat Keras: Bullying Nggak Pernah Sepele

Kasus SMPN 19 Tangsel Jadi Pengingat Keras: Bullying Nggak Pernah Sepele

Your Say | Senin, 17 November 2025 | 12:55 WIB

Terkini

Tengah Malam, Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,2

Tengah Malam, Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,2

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:36 WIB

5 Merek Pengharum Ruangan Terbaik 2026, Cocok Buat Rumah dan Kantor

5 Merek Pengharum Ruangan Terbaik 2026, Cocok Buat Rumah dan Kantor

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Profil Bangladesh Tim Pengganti India di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Pernah Dipecundangi

Profil Bangladesh Tim Pengganti India di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Pernah Dipecundangi

Bola | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?

Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:15 WIB

OJK Siapkan Dua Regulasi Baru untuk Dukung Bursa Mineral dan Komoditas Strategis   Otoritas Jasa Keu

OJK Siapkan Dua Regulasi Baru untuk Dukung Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Otoritas Jasa Keu

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:05 WIB

5 Mobil Terlaris 2026 Januari hingga Juli Kategori EV: Ini Rajanya

5 Mobil Terlaris 2026 Januari hingga Juli Kategori EV: Ini Rajanya

Otomotif | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Jusuf Kalla Soroti Kerusuhan di Aceh, Minta Masyarakat Jaga Perdamaian Helsinki

Jusuf Kalla Soroti Kerusuhan di Aceh, Minta Masyarakat Jaga Perdamaian Helsinki

Bekaci | Minggu, 16 Agustus 2026 | 05:53 WIB

Unhas Pecat Mahasiswa Kehutanan Pelaku Pelecehan Seksual

Unhas Pecat Mahasiswa Kehutanan Pelaku Pelecehan Seksual

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 05:44 WIB

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:59 WIB

×