Ketika Banjir Lebih Menakutkan di 'Kampung Zombie' Cililitan

Dwi Bowo Raharjo | Adiyoga Priyambodo | Suara.com

Selasa, 18 November 2025 | 18:13 WIB
Ketika Banjir Lebih Menakutkan di 'Kampung Zombie' Cililitan
Sebuah julukan seram tersemat pada salah satu sudut padat di ibu kota, "Kampung Zombie", yang namanya mengundang rasa penasaran banyak orang. (Suara.com/Adiyoga)
  • Coretan Kampung Zombie di tembok itu menjadi penanda yang kuat hingga viral dan memantik rasa penasaran banyak orang.
  • Terdapat belasan rumah yang benar-benar kosong dan terbengkalai.
  • Kondisi banjir di area tersebut sudah sedemikian parah, bahkan anomali cuaca sering terjadi di sana.

Suara.com - Sebuah julukan yang bikin bulu kuduk berdiri, "Kampung Zombie", kini memantik rasa penasaran banyak orang dari luar kota.

Banyak yang membayangkan kisah horor atau penampakan makhluk gaib. Namun, jauh dari bayangan mistis, warga "Kampung Zombie" di ibu kota ini justru berhadapan dengan teror yang jauh lebih nyata dan mencekam: amukan banjir dari luapan air kali yang tak berkesudahan.

Ini adalah kisah tentang bagaimana bencana alam melahirkan sebuah anomali, di mana deretan rumah-rumah ditinggalkan pemiliknya di bantaran kali bukan karena hantu gentayangan, melainkan karena ancaman banjir yang nyata dan berulang..

Dari Coretan Iseng Menjadi Julukan Viral

Julukan "Kampung Zombie" sesungguhnya belum lama melekat pada pemukiman yang terletak di bantaran kali di kawasan Cililitan Kecil, Jakarta Timur.

Seorang juru parkir minimarket di sekitar lokasi bernama Anton menuturkan nama aslinya adalah Gang Al-Hikmah. Julukan Kampung Zombie lahir dari keisengan anak-anak muda setempat.

"Ya dari anak-anak sini aja, yang pada iseng. Pada nulis di tembok, Kampung Zombie. Padahal aslinya ya cuma segitu-segitu aja," kata Anton saat berbincang santai di sela tugasnya dengan Suara.com, Selasa (18/11/2025).

Siapa sangka, coretan di tembok itu menjadi penanda yang kuat hingga viral dan memantik rasa penasaran banyak orang.

"Baru, dua tahunan kalau nggak salah. Sampai orang Bogor, orang Cilacap pada dateng nyariin Kampung Zombie," lanjutnya sambil tertawa.

Kawasan yang dijuluki 'Kampung Zombie' di Gang Al-Hikmah, Cililitan Kecil, Jakarta Timur, saat kondisi air tidak meluap pada Selasa (18/11/2025). (Suara.com/Adiyoga)
Kawasan yang dijuluki 'Kampung Zombie' di Gang Al-Hikmah, Cililitan Kecil, Jakarta Timur, saat kondisi air tidak meluap pada Selasa (18/11/2025). (Suara.com/Adiyoga)

Deretan Rumah Kosong: Saksi Bisu Amukan Air

Di balik nama sangarnya, hanya terdapat belasan rumah yang benar-benar kosong dan terbengkalai.

Rumah-rumah tersebut, menurut Anton, telah ditinggalkan penghuninya sejak puluhan tahun silam.

"Ya kisaran puluhan tahun mah ada," ujarnya.

Meski tampak usang, bangunan-bangunan itu ternyata tidak dijual dan masih dimiliki oleh pemiliknya yang sesekali datang untuk menengok.

"Nggak dijual, masih punya pribadi. Kadang juga masih ada yang suka nengokin," jelas Asep, salah seorang pedagang yang mendiang orang tuanya merupakan salah satu warga asli kampung tersebut.

Banjir, 'Teror' Sesungguhnya yang Mengusir Warga

Penyebab utama eksodus warga dari rumah mereka bukanlah hal gaib, melainkan bencana banjir yang terus berulang.

"Ya karena sering banjir," ucap Asep singkat.

Kondisi banjir di area tersebut sudah sedemikian parah, bahkan anomali cuaca sering terjadi di sana.

"Orang di sini lagi panas aja di situ bisa banjir. Kalau orang sini udah pada nggak heran, misal di grup RT diinfo, RT 6 banjir, udah, pada diem aja," ungkap Anton.

Kawasan yang dijuluki 'Kampung Zombie' di Gang Al-Hikmah, Cililitan Kecil, Jakarta Timur, kembali terendam banjir pada Selasa (18/11/2025). (Suara.com/Adiyoga)
Kawasan yang dijuluki 'Kampung Zombie' di Gang Al-Hikmah, Cililitan Kecil, Jakarta Timur, kembali terendam banjir pada Selasa (18/11/2025). (Suara.com/Adiyoga)

Banjir terakhir bahkan baru saja terjadi pada Selasa siang akibat hujan deras selama empat jam, namun yang terparah adalah bencana beberapa tahun lalu yang ketinggian airnya mencapai level ekstrem.

"Kalau nggak salah sekitar 2017, itu sekitar 5 meter," kenang Anton.

Pemerintah daerah disebut memiliki rencana untuk menanggulangi masalah ini dengan melakukan pelebaran kali, meskipun waktu pelaksanaannya masih belum dapat dipastikan.

"Ada, mau diperlebar ke kiri kanan 5 meter," kata Anton mengenai rencana tersebut.

Kehidupan yang Terus Berdenyut di Antara Kekosongan

Citra kampung mati yang sepi dan menyeramkan segera luntur ketika sore menjelang malam.

Asep menuturkan bahwa suasana sepi di siang hari disebabkan warga yang beraktivitas di luar rumah, seperti bekerja dan sekolah.

"Ya karena lagi pada berkegiatan saja. Kan ada yang kerja, ada yang lagi di sekolah. Kalau dari sore ke malem, rame," paparnya.

Faktanya, area yang kosong di bantaran kali justru menjadi ruang sosial bagi warga yang tersisa.

"Yang di pinggir kali itu malah suka pada dipakai mancing, nongkrong, main remi," tambah Anton.

Jauh dari kesan angker, tidak pernah ada cerita horor yang menyelimuti kampung ini, bahkan gang-gangnya masih menjadi lalu lintas para pekerja hingga larut malam.

"Nggak ada. Kan cuma yang di bawah aja. Itu karyawan-karyawan PGC kalau malem suka pada lewat sini, kan ada kos-kosan juga di sini. Ya mungkin kalau ada yang pernah diganggu tapi nggak pada cerita, kurang tahu juga ya. Tapi kalau setahu saya, nggak ada," kata Asep.

Sebuah julukan seram tersemat pada salah satu sudut padat di ibu kota, "Kampung Zombie", yang namanya mengundang rasa penasaran banyak orang. (Suara.com/Adiyoga)
Sebuah julukan seram tersemat pada salah satu sudut padat di ibu kota, "Kampung Zombie", yang namanya mengundang rasa penasaran banyak orang. (Suara.com/Adiyoga)

Sebuah Julukan yang Menggelitik Warga Asli

Bagi sebagian warga yang telah lama tinggal di sana, julukan "Kampung Zombie" justru terdengar menggelikan.

Apalagi, nama tersebut kini mencakup wilayah yang lebih luas dari sekadar beberapa rumah kosong di tepi kali, yang jadi sumber asal mula julukan.

"Ya geli saja. Kampung Zombie, orang masih ada orangnya. Warga sini aja ada yang nggak tahu soal Kampung Zombie itu," tutur Asep.

Pada akhirnya, "Kampung Zombie" adalah sebuah ironi, sebuah nama besar yang lahir dari coretan iseng untuk menggambarkan masalah yang jauh lebih besar dan nyata, perjuangan warga menghadapi bencana banjir yang seolah abadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Melihat 'Kampung Zombie' Cililitan Diterjang Banjir, Warga Sudah Tak Asing: Kayak Air Lewat Saja

Melihat 'Kampung Zombie' Cililitan Diterjang Banjir, Warga Sudah Tak Asing: Kayak Air Lewat Saja

News | Selasa, 18 November 2025 | 16:07 WIB

Capcom Batalkan Resident Evil Requiem Mode Multiplayer, Ada Alasan Khusus

Capcom Batalkan Resident Evil Requiem Mode Multiplayer, Ada Alasan Khusus

Tekno | Selasa, 18 November 2025 | 16:37 WIB

Jakarta Dikepung Banjir: 16 RT Terendam, Pela Mampang Paling Parah Hingga 80 cm

Jakarta Dikepung Banjir: 16 RT Terendam, Pela Mampang Paling Parah Hingga 80 cm

News | Selasa, 18 November 2025 | 15:58 WIB

Kalibata Terendam Setengah Meter, Warga Terjebak, Anak Sekolah Terpaksa 'Nyeker' Terjang Banjir

Kalibata Terendam Setengah Meter, Warga Terjebak, Anak Sekolah Terpaksa 'Nyeker' Terjang Banjir

News | Selasa, 18 November 2025 | 14:40 WIB

Sinopsis Film Janur Ireng, Teror Santet Paling Mematikan di Rumah Paman Sendiri

Sinopsis Film Janur Ireng, Teror Santet Paling Mematikan di Rumah Paman Sendiri

Entertainment | Selasa, 11 November 2025 | 19:15 WIB

Terkini

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:27 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:23 WIB

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:17 WIB

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:15 WIB

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:11 WIB

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:59 WIB

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:54 WIB

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:50 WIB

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:00 WIB

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

News | Rabu, 08 April 2026 | 20:53 WIB