MK Batalkan Skema HGU 190 Tahun di IKN, DPR Usulkan Prabowo Terbitkan Perppu

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 21 November 2025 | 14:21 WIB
MK Batalkan Skema HGU 190 Tahun di IKN, DPR Usulkan Prabowo Terbitkan Perppu
Wakil Ketua Komisi II DPR, Dede Yusuf. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Wakil Ketua Komisi II DPR RI merespons putusan MK membatalkan skema dua siklus pemberian hak atas tanah IKN.
  • Dede Yusuf mengusulkan Presiden segera terbitkan Perppu karena revisi UU IKN dianggap terlalu lama.
  • Durasi hak tanah 190 tahun dianggap bertentangan dengan UUPA dan berpotensi alihkan aset negara.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi, merespons putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan skema dua siklus pemberian hak atas tanah di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Putusan tersebut menganulir aturan yang sebelumnya memungkinkan jangka waktu Hak Guna Usaha (HGU) mencapai 190 tahun serta Hak Guna Bangunan (HGB) hingga 160 tahun.

Merespons hal itu, Dede menyarankan agar pemerintah tidak menempuh jalur revisi undang-undang yang memakan waktu lama.

Ia mengusulkan agar Presiden segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) sebagai solusi cepat.

“Menurut saya memang putusan MK ini final and binding (final dan mengikat), berarti harus merubah UU. Tapi poinnya menurut saya bisa dilakukan melalui Perppu dulu," kata Dede Yusuf kepada wartawan, Jumat (21/11/2025).

Politisi Partai Demokrat ini menjelaskan bahwa revisi Undang-Undang IKN melalui prosedur biasa di DPR akan membutuhkan proses politik dan legislasi yang panjang. Sementara itu, kepastian hukum pasca-putusan MK sangat dibutuhkan.

"Karena untuk merevisi UU membutuhkan proses yang panjang. Kalau Perppu langsung menegaskan, Perppu berlaku dan itu Presiden yang mengeluarkan. Karena dalam konteks ini Perppu bisa mengganti UU jika dibutuhkan secara mendesak," jelasnya.

Ia menilai putusan MK sudah sangat tepat. Ia menyoroti bahwa pemberian hak tanah hingga 190 tahun bertentangan dengan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) yang umumnya membatasi HGU maksimal sekitar 90 tahun melalui evaluasi.

Menurutnya, durasi 190 tahun ekuivalen dengan penguasaan lahan oleh tiga generasi. Hal ini dikhawatirkan akan membuat posisi negara lemah dan berpotensi memicu peralihan status tanah negara menjadi hak milik pribadi secara sepihak di masa depan.

baca juga
Ilustrasi IKN. (suara.com)
Ilustrasi IKN. (suara.com)

"Itu bisa 3 generasi, anak cucu, sama saja menguasai lahan. Nah, jadi konteksnya saya lihat MK benar, karena bagaimanapun tidak boleh ada lembaga non-pemerintah yang menguasai lahan sampai terlalu lama," tegasnya.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat ini juga mengingatkan potensi hilangnya aset negara akibat perubahan rezim dan administrasi selama rentang waktu hampir dua abad tersebut.

"Khawatirnya sebagaimana kejadian yang sering kita lihat, akhirnya diklaim sebagai hak milik. Padahal sebetulnya tanah negara. Surat menyurat administrasi dikhawatirkan nanti hilang dan malah diakui sebagai milik pihak ketiga," paparnya.

Atas dasar urgensi penyelamatan aset negara dan kesesuaian dengan konstitusi inilah, Dede menilai syarat kegentingan yang memaksa untuk penerbitan Perppu sudah terpenuhi.

"MK sudah benar, tinggal apakah negara mau melaksanakan keputusan bersifat final and binding ini melalui apa? Kalau menunggu revisi UU tentu membutuhkan waktu lama. Kalau Perppu bisa cepat karena yang direvisi pasal itu saja," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buntut Putusan MK, Polri Tarik Irjen Argo Yuwono dari Kementerian UMKM, Ratusan Pati Lain Menyusul?

Buntut Putusan MK, Polri Tarik Irjen Argo Yuwono dari Kementerian UMKM, Ratusan Pati Lain Menyusul?

News | Jum'at, 21 November 2025 | 08:37 WIB

Merasa Terbantu Ada Polisi Aktif Jabat di ESDM, Bagaimana Respons Bahlil soal Putusan MK?

Merasa Terbantu Ada Polisi Aktif Jabat di ESDM, Bagaimana Respons Bahlil soal Putusan MK?

News | Kamis, 20 November 2025 | 19:05 WIB

MK Larang Polisi Aktif Rangkap Jabatan Sipil, Menkum: Yang Sudah Terlanjur Tak Perlu Mundur

MK Larang Polisi Aktif Rangkap Jabatan Sipil, Menkum: Yang Sudah Terlanjur Tak Perlu Mundur

News | Selasa, 18 November 2025 | 14:21 WIB

Menpan RB Siap Patuhi Putusan MK: Polisi Aktif Wajib Mundur dari Jabatan Sipil, Tak Ada Celah Lagi

Menpan RB Siap Patuhi Putusan MK: Polisi Aktif Wajib Mundur dari Jabatan Sipil, Tak Ada Celah Lagi

News | Selasa, 18 November 2025 | 13:41 WIB

Terkini

Kapolda Metro Jaya Minta Anggota Lebih Humanis: Kehadiran Polisi Harus Benar-benar Dirasakan Warga

Kapolda Metro Jaya Minta Anggota Lebih Humanis: Kehadiran Polisi Harus Benar-benar Dirasakan Warga

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam

Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Saat Masyarakat Adat Papua Memberi Waktu bagi Alam untuk Pulih Lewat Tradisi Sasi

Saat Masyarakat Adat Papua Memberi Waktu bagi Alam untuk Pulih Lewat Tradisi Sasi

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Bukan Sekadar Menang, Ini Pesan Persahabatan dalam "Two Turtles"

Bukan Sekadar Menang, Ini Pesan Persahabatan dalam "Two Turtles"

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:20 WIB

4 Laporan Masuk, 1 Jadi Tersangka Kasus Asusila di Pesantren Bekasi

4 Laporan Masuk, 1 Jadi Tersangka Kasus Asusila di Pesantren Bekasi

Bekaci | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:17 WIB

Kalau Prabowo Batuk, Harga Saham dan Nilai Rupiah Anjlok

Kalau Prabowo Batuk, Harga Saham dan Nilai Rupiah Anjlok

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:17 WIB

Berapa Lama Ketahanan Lipstik Maybelline? Cek 3 Varian Superstay Ini

Berapa Lama Ketahanan Lipstik Maybelline? Cek 3 Varian Superstay Ini

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Kelakar SBY: Kalau Pak Prabowo Batuk Keras, Nilai Tukar Rupiah dan Saham Bisa Jatuh

Kelakar SBY: Kalau Pak Prabowo Batuk Keras, Nilai Tukar Rupiah dan Saham Bisa Jatuh

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:14 WIB

Malam Gila Liga Champions: Barcelona Pesta Gol, Duo Raksasa Eropa Malah Merana

Malam Gila Liga Champions: Barcelona Pesta Gol, Duo Raksasa Eropa Malah Merana

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:12 WIB

Kebijakan Lama Orde Baru di Balik Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatra, Bagaimana Bisa Terjadi?

Kebijakan Lama Orde Baru di Balik Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatra, Bagaimana Bisa Terjadi?

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:08 WIB

×