Kebakaran Maut Hong Kong: 44 Tewas Terpanggang, 279 Hilang, Kelalaian Renovasi Jadi Penyebab?

Bangun Santoso

Kamis, 27 November 2025 | 15:01 WIB
Kebakaran Maut Hong Kong: 44 Tewas Terpanggang, 279 Hilang, Kelalaian Renovasi Jadi Penyebab?
Kebakaran besar di kompleks apartemen di Hong Kong. ANTARA/Anadolu.
baca 10 detik
  • Kebakaran besar melanda kompleks hunian Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong pada Rabu, menewaskan 44 orang dan 279 lainnya hilang.
  • Penyebaran api cepat disebabkan oleh material renovasi seperti perancah bambu dan isolasi busa yang sangat mudah terbakar.
  • Polisi menahan tiga tersangka dari perusahaan renovasi atas tuduhan pembunuhan karena kelalaian yang mengakibatkan tragedi fatal ini.

Suara.com - Sebuah tragedi kemanusiaan mengguncang Hong Kong setelah kebakaran dahsyat melalap kompleks hunian di distrik Tai Po pada Rabu. Insiden mengerikan ini telah merenggut nyawa sedikitnya 44 orang, sementara 279 lainnya masih belum ditemukan dan dalam pencarian.

Api mulai berkobar pada Rabu siang di kompleks Wang Fuk Court yang memiliki hampir 2.000 unit apartemen.

Kobaran api menyebar dengan kecepatan yang tak biasa, melahap tujuh dari delapan gedung di kompleks tersebut. Pihak berwenang menyebut tragedi ini sebagai salah satu kebakaran paling mematikan dalam sejarah Hong Kong.

Dilansir dari Antara, menurut departemen pemadam kebakaran setempat, dari total korban tewas, salah satunya adalah seorang petugas pemadam kebakaran yang gugur saat bertugas.

Selain itu, puluhan orang dilarikan ke rumah sakit dengan luka-luka, di mana 45 di antaranya dilaporkan masih dalam kondisi kritis.

Material Renovasi Jadi Biang Kerok

Penyelidikan awal menunjukkan adanya kejanggalan dalam kecepatan penyebaran api. Pihak berwenang mengatakan perancah bambu yang dipasang di bagian luar gedung untuk proyek renovasi besar-besaran menjadi salah satu faktor utama.

Material tersebut, ditambah jaring konstruksi dan terpal, membuat api dengan mudah merambat dari satu lantai ke lantai lain dan bahkan antar gedung.

Security Secretary Hong Kong, Chris Tang, menyoroti penggunaan material isolasi busa yang sangat mudah terbakar sebagai pemicu utama.

baca juga

“Kami menemukan bahwa material yang menutupi dinding bangunan, jaring di sekitar perancah, dan terpal tahan air menyebabkan api menyebar jauh lebih cepat dibandingkan dengan material yang memenuhi standar keselamatan,” ucap dia.

Akibat insiden ini, untuk pertama kalinya dalam 17 tahun, Hong Kong mengeluarkan alarm kebakaran level-5, tingkat kewaspadaan tertinggi dalam skala lima tingkat di kota tersebut.

Lebih dari 140 kendaraan pemadam kebakaran serta lebih dari 800 personel darurat dikerahkan untuk memadamkan api dan menyelamatkan para korban.

Tiga Orang Ditetapkan Tersangka

Di tengah duka yang menyelimuti, Kepolisian Hong Kong bergerak cepat dan telah menahan tiga orang yang diduga bertanggung jawab atas tragedi ini.

Mereka adalah dua manajer dan seorang insinyur konsultan dari perusahaan konstruksi yang mengerjakan renovasi, dengan tuduhan pembunuhan karena kelalaian.

“Kami memiliki alasan untuk meyakini bahwa individu yang bertanggung jawab di perusahaan tersebut menunjukkan kelalaian berat, yang menyebabkan api menyebar dengan cepat dan mengakibatkan banyak korban jiwa,” kata Perwira Polisi Senior, Eileen Chung Lai-yee.

Operasi pemadaman dan pencarian korban masih terus berlanjut. Pihak berwenang juga telah mengevakuasi dua kompleks hunian di sekitar lokasi kejadian, dengan sekitar 900 warga yang terdampak kini mengungsi di delapan fasilitas sementara.

Akibat kebakaran ini, sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi ditutup total untuk kelancaran proses evakuasi dan pemadaman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebakaran Dahsyat di Hong Kong: 2 WNI Tewas, Ratusan Orang Masih Hilang

Kebakaran Dahsyat di Hong Kong: 2 WNI Tewas, Ratusan Orang Masih Hilang

News | Kamis, 27 November 2025 | 14:55 WIB

Saat Damkar Sleman Jadi Pelarian Warga untuk Segala Masalah: Dari Ular hingga Urusan Hati

Saat Damkar Sleman Jadi Pelarian Warga untuk Segala Masalah: Dari Ular hingga Urusan Hati

News | Kamis, 27 November 2025 | 14:47 WIB

Saat 'Luka Bakar' Gambut Sumatra Selatan Coba Disembuhkan Lewat Solusi Alam

Saat 'Luka Bakar' Gambut Sumatra Selatan Coba Disembuhkan Lewat Solusi Alam

Lifestyle | Minggu, 23 November 2025 | 15:20 WIB

Negosiasi Panas Krisis Iklim Kandas Gegara Kebakaran di Dapur COP30, Apa Penyebabnya?

Negosiasi Panas Krisis Iklim Kandas Gegara Kebakaran di Dapur COP30, Apa Penyebabnya?

News | Minggu, 23 November 2025 | 06:00 WIB

Menkeu Purbaya Tanggapi Tragedi Terbakarnya Mobil Milik Bank BUMN yang Bawa Rp4,6 Miliar

Menkeu Purbaya Tanggapi Tragedi Terbakarnya Mobil Milik Bank BUMN yang Bawa Rp4,6 Miliar

Your Say | Kamis, 20 November 2025 | 18:17 WIB

Penantian 41 Tahun Berakhir, Singapura Susul Timnas Indonesia Lolos ke Piala Asia 2027

Penantian 41 Tahun Berakhir, Singapura Susul Timnas Indonesia Lolos ke Piala Asia 2027

Bola | Rabu, 19 November 2025 | 07:40 WIB

Dimeriahkan Pemenang 35 Etape Tour de France, Hong Kong Cyclothon Siap Bergulir Akhir November

Dimeriahkan Pemenang 35 Etape Tour de France, Hong Kong Cyclothon Siap Bergulir Akhir November

Sport | Senin, 17 November 2025 | 19:03 WIB

Terkini

Ketum TMI Klaim Program MBG Bikin Anak Sekolah Lebih Percaya Diri, Bentuk Satgas Awasi SPPG

Ketum TMI Klaim Program MBG Bikin Anak Sekolah Lebih Percaya Diri, Bentuk Satgas Awasi SPPG

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:55 WIB

Sadis! Rampok Menteng Gasak Setengah Kilo Emas, Tamu Rumah Disekap Hingga Pingsan

Sadis! Rampok Menteng Gasak Setengah Kilo Emas, Tamu Rumah Disekap Hingga Pingsan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:52 WIB

Bom Waktu BLT India saat Pengangguran Anak Muda Makin Kronis

Bom Waktu BLT India saat Pengangguran Anak Muda Makin Kronis

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:47 WIB

Jakarta Dikepung Lima Aksi Demo, Pramono Anung Ingatkan Massa Tak Merusak Fasilitas Publik

Jakarta Dikepung Lima Aksi Demo, Pramono Anung Ingatkan Massa Tak Merusak Fasilitas Publik

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:41 WIB

Nur Alam Masuk PSI Meski Berstatus Bebas Bersyarat, KPK Ingatkan Parpol Utamakan Rekam Jejak Kader

Nur Alam Masuk PSI Meski Berstatus Bebas Bersyarat, KPK Ingatkan Parpol Utamakan Rekam Jejak Kader

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:30 WIB

Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai

Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:18 WIB

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:13 WIB

PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur

PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:07 WIB

Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan

Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:06 WIB

Ketua DPR Iran ke AS: Jangan Minta Hal Berlebihan, Kami Tak Ragu Menghancurkan

Ketua DPR Iran ke AS: Jangan Minta Hal Berlebihan, Kami Tak Ragu Menghancurkan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:56 WIB