Saat 'Luka Bakar' Gambut Sumatra Selatan Coba Disembuhkan Lewat Solusi Alam

M. Reza Sulaiman

Minggu, 23 November 2025 | 15:20 WIB
Saat 'Luka Bakar' Gambut Sumatra Selatan Coba Disembuhkan Lewat Solusi Alam
Ilustrasi lahan gambut yang terbakar. [ANTARA FOTO/Ario Tanoto].
baca 10 detik
  • Kajian BRIN menyoroti kerusakan ekologis besar pada lahan gambut Sumatra Selatan akibat kebakaran tahun 2015 dan 2019.
  • BRIN merekomendasikan penerapan Nature-based Solutions (NbS) dengan empat strategi utama untuk restorasi.
  • Keberhasilan restorasi gambut sangat bergantung pada keterlibatan aktif dan berkelanjutan dari masyarakat lokal setempat.

Suara.com - Kondisi ekosistem gambut di Sumatra Selatan kembali menjadi sorotan setelah kajian terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kebakaran besar pada tahun 2015 dan 2019 telah menghanguskan lebih dari 600 ribu hektar lahan gambut dan meninggalkan dampak kerusakan ekologis serta sosial yang sangat mendalam.

“Ketika gambut mengering, ia menjadi sangat rentan. Yang hilang bukan hanya tutupan vegetasi, tetapi juga sistem penyangga kehidupannya,” ujar Budi H. Narendra, seorang Peneliti Ahli dari Pusat Riset BRIN.

Menurut Budi, solusinya sebenarnya sudah ada di depan mata, yaitu dengan menerapkan konsep Nature-based Solutions (NbS), sebuah pendekatan yang selaras dengan karakter alami gambut yang sudah terbentuk selama ribuan tahun.

“NbS sifatnya adalah untuk melindungi, mengelola secara berkelanjutan, dan memulihkan ekosistem alami maupun yang sudah terdegradasi, serta memberikan manfaat bagi keanekaragaman hayati,” ujarnya.

4 'Jurus Sakti' Sembuhkan Gambut yang 'Sakit'

BRIN telah memetakan setidaknya empat strategi utama dalam penerapan NbS pada lanskap gambut di Sumatra Selatan.

'Membasahi' Kembali yang Kering: Langkah paling awal adalah dengan membangun sekat kanal serta mengatur tinggi muka air untuk menjaga agar gambut tetap basah.

Menanam Kembali 'Anak-anak Hilang': Setelah air kembali, langkah berikutnya adalah menghidupkan kembali vegetasi asli dengan menanam jenis-jenis yang memang tumbuh secara alami di kawasan rawa, seperti Shorea balangeran dan Dyera lowii.

Membuka 'Peluang Cuan' Baru: Budi menilai bahwa pendekatan ini bisa membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan paludikultur, mulai dari sagu, purun, hingga kopi rawa yang bisa dibudidayakan tanpa harus mengeringkan lahan gambut.

baca juga

Mengembalikan Kehidupan Liar: Restorasi juga diarahkan untuk memulihkan keanekaragaman hayati dengan menghidupkan kembali habitat alami bagi fauna rawa, dari ikan lokal hingga burung-burung air migran.

Bukan Cuma Urusan Pemerintah, tapi Urusan 'Warga Lokal'

Keberhasilan dari restorasi ini tentu tidak hanya terletak pada teknologi atau kebijakan semata, tetapi pada keterlibatan langsung dari masyarakat setempat.

“Merekalah yang membangun sekat kanal, menanam kembali vegetasi, menjaga area restorasi, hingga mengelola usaha-usaha yang produktif. Tanpa peran mereka, restorasi hanya akan tinggal konsep,” ujar Budi.

Harapan Baru dari 'Tanah Basah'

Budi meyakini bahwa dengan pendanaan yang berkelanjutan, riset yang mendalam, serta kolaborasi dari berbagai pihak, Sumatra Selatan bisa menjadi contoh nasional dalam pemulihan gambut tropis berbasis NbS.

“Jika langkah ini dijalankan secara konsisten, gambut di Sumsel bukan hanya akan pulih, tapi juga menjadi bukti bahwa solusi berbasis alam adalah masa depan dari restorasi ekosistem,” pungkasnya.

(Muhamad Ryan Sabiti)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teknologi DNA Jadi Kunci Selamatkan Hiu dan Pari, Tapi Indonesia Terkendala Biaya

Teknologi DNA Jadi Kunci Selamatkan Hiu dan Pari, Tapi Indonesia Terkendala Biaya

Your Say | Rabu, 19 November 2025 | 18:03 WIB

Desak Transisi Bersih, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk di PLTGU Muara Karang

Desak Transisi Bersih, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk di PLTGU Muara Karang

Foto | Selasa, 18 November 2025 | 19:51 WIB

Stop Buang Uang! Rahasia BRIN Perpanjang Umur Infrastruktur Pakai Ekstrak Kulit Buah dan Daun Teh

Stop Buang Uang! Rahasia BRIN Perpanjang Umur Infrastruktur Pakai Ekstrak Kulit Buah dan Daun Teh

News | Selasa, 18 November 2025 | 13:24 WIB

Garis Pertahanan Terakhir Gagal? Batas 1,5C Akan Terlampaui, Krisis Iklim Makin Gawat

Garis Pertahanan Terakhir Gagal? Batas 1,5C Akan Terlampaui, Krisis Iklim Makin Gawat

News | Selasa, 18 November 2025 | 12:35 WIB

Menteri Hanif: RI Naik Pangkat, Resmi Pimpin 'Gudang Karbon Raksasa' Dunia

Menteri Hanif: RI Naik Pangkat, Resmi Pimpin 'Gudang Karbon Raksasa' Dunia

Bisnis | Senin, 17 November 2025 | 08:03 WIB

Peneliti: Pemanasan Arktik dan Antartika Bisa Picu Gelombang Penyakit di Dunia

Peneliti: Pemanasan Arktik dan Antartika Bisa Picu Gelombang Penyakit di Dunia

News | Kamis, 13 November 2025 | 15:37 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Bedak Two Way Cake Murah untuk Pori-Pori Besar, Hasil Flawless Bebas Cakey

5 Rekomendasi Bedak Two Way Cake Murah untuk Pori-Pori Besar, Hasil Flawless Bebas Cakey

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:08 WIB

Daftar Tanggal Hoki di Bulan Juli Menurut Kalender Feng Shui, Waktu Terbaik Datangkan Cuan

Daftar Tanggal Hoki di Bulan Juli Menurut Kalender Feng Shui, Waktu Terbaik Datangkan Cuan

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 11:55 WIB

Tips Menaruh Ranjang di Kamar Menurut Feng Shui, Jangan Sampai Kaki Menghadap Pintu

Tips Menaruh Ranjang di Kamar Menurut Feng Shui, Jangan Sampai Kaki Menghadap Pintu

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 11:35 WIB

Sunscreen Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 7 Rekomendasi Terbaik sesuai Review

Sunscreen Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 7 Rekomendasi Terbaik sesuai Review

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 11:25 WIB

3 Parfum Scarlett Paling Laris di Shopee yang Aromanya Segar Sesuai Review Pembeli

3 Parfum Scarlett Paling Laris di Shopee yang Aromanya Segar Sesuai Review Pembeli

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 11:18 WIB

Apakah Gunung Kawi Bisa Didaki? Ini Jalur dan Estimasi Waktu Pendakiannya

Apakah Gunung Kawi Bisa Didaki? Ini Jalur dan Estimasi Waktu Pendakiannya

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 11:00 WIB

5 Sepeda City Bike Termurah, Mulai Rp1 Jutaan untuk Keliling Kota hingga Berangkat Kerja

5 Sepeda City Bike Termurah, Mulai Rp1 Jutaan untuk Keliling Kota hingga Berangkat Kerja

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:57 WIB

6 Sepatu Lari Reebok untuk Daily yang Lagi Diskon, Nyaman dan Bisa Buat Kasual

6 Sepatu Lari Reebok untuk Daily yang Lagi Diskon, Nyaman dan Bisa Buat Kasual

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:41 WIB

8 Sunscreen Lokal SPF 50 untuk Melindungi Kulit dari Matahari dan Flek Hitam

8 Sunscreen Lokal SPF 50 untuk Melindungi Kulit dari Matahari dan Flek Hitam

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:20 WIB

Kenapa Gunung Kawi Ramai Diisukan Jadi Tempat Pesugihan? Ini Sejarahnya

Kenapa Gunung Kawi Ramai Diisukan Jadi Tempat Pesugihan? Ini Sejarahnya

Lifestyle | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:10 WIB

×