Soal WNI Jadi Korban Kebakaran di Hong Kong, Ketua MPR: Ke Depan Harus Ada Mitigasi

Dwi Bowo Raharjo | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Senin, 01 Desember 2025 | 16:37 WIB
Soal WNI Jadi Korban Kebakaran di Hong Kong, Ketua MPR: Ke Depan Harus Ada Mitigasi
Ketua MPR RI Ahmad Muzani. (Suara.com/Bagaskara)
  • Ketua MPR menyatakan keprihatinan atas meninggalnya dua WNI dalam kebakaran besar di Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong.
  • Kemenlu mengonfirmasi dua Pekerja Migran Indonesia meninggal dunia dan dua lainnya terluka akibat kebakaran tersebut.
  • Muzani menekankan perlunya pemerintah memikirkan mitigasi darurat untuk keselamatan PMI dari risiko kebakaran dan gempa di Hong Kong.

Suara.com - Ketua MPR RI Ahmad Muzani turut memberikan perhatian terkait adanya Warga Negara Indonesia (WNI) di Hong Kong menjadi korban dalam tragedi kebakaran besar yang melanda kompleks perumahan Wang Fuk Court di Tai Po.

Ia mengatakan adanya kejadian tersebut sangat memprihatinkan juga selain adanya Bencana di Tanah Air.

"Tentu saja ini sebuah keadaan yang memprihatinkan, kita semua ikut berbelasungkawa atas wafatnya sejumlah tenaga kerja kita di Hong Kong," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/12/2025).

Muzani menyampaikan, ke depan pemerintah harus mulai memikirkan tentang mitigasi darurat terhadap kejadian serupa.

"Karena rata-rata tenaga kerja kita di Hong Kong bekerja di sebuah apartemen yang rata-rata tingkatannya cukup tinggi. Dalam apartemen yang tingkatnya cukup tinggi itu risikonya ada kemungkinan terjadi kebakaran seperti yang kemarin ini terjadi, tapi ada juga risiko gempa," katanya.

"Jika dua kemungkinan itu terjadi, apa yang harus dilakukan?," sambungnya.

Untuk itu, Muzani mengingatkan kembali soal pentingnya mitigasi demi keselamatan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) terutam yang berada di Hong Kong.

"Mitigasi itu harus mulai dipikirkan sebagai sebuah cara untuk menyelamatkan, untuk meminimalkan korban manusia," pungkasnya.

Sebelumnya, kabar duka menyelimuti komunitas Warga Negara Indonesia (WNI) di Hong Kong. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah mengonfirmasi bahwa dua WNI meninggal dunia dalam tragedi kebakaran besar yang melanda kompleks perumahan Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, pada Rabu waktu setempat.

Peristiwa nahas ini menjadi salah satu insiden kebakaran paling fatal dalam beberapa dekade terakhir di Hong Kong.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong secara proaktif terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan penanganan WNI yang terdampak.

“Dari hasil koordinasi intensif KJRI Hong Kong dengan pihak kepolisian Hong Kong, diperoleh informasi hingga saat ini ada dua WNI dinyatakan meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka,” demikian bunyi keterangan resmi dari Kemlu RI yang diterima di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Kemlu memastikan bahwa seluruh WNI yang menjadi korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka, merupakan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di sektor domestik.

Kebakaran di kompleks perumahan Wang Fuk Court merupakan sebuah tragedi besar. Laporan terbaru menyebutkan sedikitnya 36 orang, termasuk seorang petugas pemadam kebakaran, tewas dalam insiden ini, sementara 279 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Mitigasi Banjir dan Longsor, BCA Syariah Tanam 1.500 Pohon di Cisitu Sukabumi

Dukung Mitigasi Banjir dan Longsor, BCA Syariah Tanam 1.500 Pohon di Cisitu Sukabumi

Bisnis | Jum'at, 28 November 2025 | 19:53 WIB

Nasib MAMA Awards 2025: Tetap Berlangsung di Tengah Duka Kebakaran Hong Kong

Nasib MAMA Awards 2025: Tetap Berlangsung di Tengah Duka Kebakaran Hong Kong

Your Say | Kamis, 27 November 2025 | 16:46 WIB

Kebakaran Maut Hong Kong: 44 Tewas Terpanggang, 279 Hilang, Kelalaian Renovasi Jadi Penyebab?

Kebakaran Maut Hong Kong: 44 Tewas Terpanggang, 279 Hilang, Kelalaian Renovasi Jadi Penyebab?

News | Kamis, 27 November 2025 | 15:01 WIB

Kebakaran Dahsyat di Hong Kong: 2 WNI Tewas, Ratusan Orang Masih Hilang

Kebakaran Dahsyat di Hong Kong: 2 WNI Tewas, Ratusan Orang Masih Hilang

News | Kamis, 27 November 2025 | 14:55 WIB

Hadapi Musim Hujan, Pemprov DKI Alokasikan Rp3,89 Triliun untuk Mitigasi Banjir

Hadapi Musim Hujan, Pemprov DKI Alokasikan Rp3,89 Triliun untuk Mitigasi Banjir

News | Sabtu, 22 November 2025 | 14:07 WIB

Terkini

Jejak Kelam Syekh Ahmad Al Misry, Pendakwah Ternama Diduga Lecehkan Santri Laki-laki

Jejak Kelam Syekh Ahmad Al Misry, Pendakwah Ternama Diduga Lecehkan Santri Laki-laki

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:02 WIB

KPK Soroti Mahalnya Biaya Politik, Ajukan Lima Rekomendasi Perbaikan Pemilu

KPK Soroti Mahalnya Biaya Politik, Ajukan Lima Rekomendasi Perbaikan Pemilu

News | Jum'at, 17 April 2026 | 20:56 WIB

8 Orang Tewas dalam Tragedi Helikopter Jatuh di Sekadau, KNKT Dalami Penyebab Kecelakaan

8 Orang Tewas dalam Tragedi Helikopter Jatuh di Sekadau, KNKT Dalami Penyebab Kecelakaan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 20:48 WIB

DPR: Napi Korupsi Ngopi di Kafe, 'Mustahil Tanpa Kerja Sama Petugas!'

DPR: Napi Korupsi Ngopi di Kafe, 'Mustahil Tanpa Kerja Sama Petugas!'

News | Jum'at, 17 April 2026 | 20:45 WIB

Negara Rugi Bandar Akibat Rokok Ilegal, Ekonom: Penegakan Hukum Tak Bisa Ditawar

Negara Rugi Bandar Akibat Rokok Ilegal, Ekonom: Penegakan Hukum Tak Bisa Ditawar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 20:42 WIB

Bulog Pastikan Harga Minyakita Stabil dan Stok Berlimpah

Bulog Pastikan Harga Minyakita Stabil dan Stok Berlimpah

News | Jum'at, 17 April 2026 | 20:37 WIB

Selat Hormuz Memanas, Indonesia Amankan Kedaulatan Pangan Lewat Kemandirian Produksi Pupuk

Selat Hormuz Memanas, Indonesia Amankan Kedaulatan Pangan Lewat Kemandirian Produksi Pupuk

News | Jum'at, 17 April 2026 | 20:34 WIB

Pupuk Indonesia Dukung Kejurnas Angkat Besi Senior 2026 di Bandung, Dorong Pembinaan Berkelanjutan

Pupuk Indonesia Dukung Kejurnas Angkat Besi Senior 2026 di Bandung, Dorong Pembinaan Berkelanjutan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 19:56 WIB

Sopir Bajaj Tanah Abang Dipalak, DPRD DKI Dorong Sistem Parkir Cashless

Sopir Bajaj Tanah Abang Dipalak, DPRD DKI Dorong Sistem Parkir Cashless

News | Jum'at, 17 April 2026 | 19:49 WIB

Ustaz Solmed Laporkan Lebih dari 10 Akun Medsos atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Ustaz Solmed Laporkan Lebih dari 10 Akun Medsos atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 19:45 WIB