Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali mendukung pembinaan berkelanjutan untuk atlet angkat besi atau lifter melalui Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Senior 2026 di GOR Saparua Bandung, Jawa Barat, 17-19 April 2026. Ajang ini diikuti 257 lifter dan official dari 25 provinsi di Indonesia.
Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia (Persero), Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan terima kasih karena Pupuk Indonesia diberi kesempatan untuk berkontribusi bagi pembinaan atlet angkat besi Indonesia melalui ajang kejurnas selama lima tahun terakhir. Pupuk Indonesia berkolaborasi bersama ketiga anggota holding-nya, yaitu Petrokimia Gresik, Pupuk Kalimantan Timur, dan Pupuk Sriwidjaja Palembang berkomitmen untuk mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan.

"Pembinaan berkelanjutan akan melahirkan atlet-atlet berprestasi, termasuk Rizki Juniansyah yang meraih medali emas dalam Olimpiade 2024. Prestasi ini dibutuhkan pembinaan yang berkelanjutan. Untuk itulah, Pupuk Indonesia berkomitmen memberikan dukungan secara berkelanjutan," ujar Dwi Satriyo.
Ia juga memberikan apresiasi karena komitmen ini menghasilkan prestasi yang mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Bahkan, rekor dunia angkat besi juga diraih oleh atlet angkat besi Indonesia.
"Alhamdulillah dukungan Pupuk Indonesia ini mampu mengharumkan nama Indonesia, melalui prestasi yang diraih atlet Indonesia di ajang-ajang internasional," ujar Dwi Satriyo seraya menyampaikan harapannya Kejurnas Senior ini mampu melahirkan atlet-atlet baru berprestasi.

Sementara itu, Sekretaris Jendral Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) Mayjen TNI Marinir (Purn) Djoko Pramono menyampaikan terima kasih karena Pupuk Indonesia selama lima tahun ini memberikan dukungan terhadap prestasi atlet lifter melalui kejurnas. PABSI dibantu Pupuk Indonesia menggelar kejurnas, mulai dari Junior sampai Senior.
"Dari ajang ini kita banyak sekali menemukan atlet-atlet berprestasi. Pengurus PABSI dari Provinsi dan Kabupaten/Kota bersemangat melakukan pembinaan sebaik-baiknya agar bisa ikut berkompetisi di Kejurnas ini," ujar Djoko.
Ia menambahkan, saat ini PABSI memiliki perwakilan di 32 provinsi, dan Kejurnas ini diikuti oleh 25 provinsi. Setiap provinsi mengirim atlet-atlet terbaiknya, untuk berkompetisi dan nantinya bisa menjadi perwakilan Indonesia berkompetisi di ajang internasional.

Kejurnas ini pada kategori putra mempertandingkan 6 kelas yaitu kelas 60kg, 65kg, 70kg, 75kg, 85kg dan +85kg. Sementara di bagian putri, juga mempertandingkan 6 kelas, yaitu 49kg, 53kg, 57kg, 61kg, 69kg, dan +69kg.
Penyelenggara menetapkan syarat ketat untuk atlet yang bisa tampil di ajang ini, yaitu melalui MAP (Minimal Angkat Pertama) untuk angkatan snatch maupun clean and jerk di setiap kelas yang dipertandingkan. Selain itu, kelayakan lainnya bagi para atlet yang akan tampil, berusia 15 tahun keatas dihitung berdasarkan tahun kelahiran maksimal tahun 2011.
"PB PABSI sangat beruntung mendapatkan dukungan dari Pupuk Indonesia. Dukungan ini sangat penting bagi pembinaan yang dijalankan PB PABSI untuk prestasi-prestasi yang akan datang," tutupnya.***