Selat Hormuz Memanas, Indonesia Amankan Kedaulatan Pangan Lewat Kemandirian Produksi Pupuk

Vania Rossa

Jum'at, 17 April 2026 | 20:34 WIB
Selat Hormuz Memanas, Indonesia Amankan Kedaulatan Pangan Lewat Kemandirian Produksi Pupuk
Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) Yehezkiel Adiperwira. (dok. ist)
baca 10 detik
  • Ketegangan di Selat Hormuz mengancam pasokan pupuk dunia, namun Indonesia tetap aman berkat kemandirian produksi domestik yang stabil.
  • Pupuk Indonesia menargetkan produksi urea sebesar 7,8 juta ton guna memenuhi kebutuhan domestik sebesar 6,3 juta ton.
  • Perusahaan kini mengadopsi teknologi rendah karbon dan pemberdayaan petani untuk menjaga keberlanjutan serta kedaulatan pangan nasional jangka panjang.

Suara.com - Eskalasi ketegangan geopolitik di Selat Hormuz kini menjadi ancaman nyata bagi rantai pasok energi dan pangan dunia. Jalur logistik krusial tersebut selama ini menjadi urat nadi bagi sekitar 30 persen pasokan urea global. Namun, di tengah kekhawatiran dunia akan kelangkaan pupuk, Indonesia justru berada dalam posisi yang relatif aman dan stabil.

Kemandirian produksi pupuk domestik terbukti menjadi benteng tangguh yang menjaga kedaulatan pangan nasional dari guncangan eksternal. Kuncinya terletak pada pemanfaatan bahan baku gas alam dalam negeri yang melimpah, sehingga proses produksi tidak lagi tersandera oleh disrupsi jalur perdagangan internasional.

Dalam forum IDE Katadata Future Forum 2026 di Jakarta, Rabu (15/4), Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), Yehezkiel Adiperwira, menegaskan bahwa stok pupuk nasional saat ini berada dalam kondisi sangat sehat.

Saat ini, Indonesia mematok target produksi urea sebesar 7,8 juta ton, angka yang jauh melampaui kebutuhan petani domestik yang berada di kisaran 6,3 juta ton.

“Risiko gangguan di Selat Hormuz yang memengaruhi pasokan urea dunia tidak berdampak signifikan terhadap Indonesia. Kapasitas produksi kami kuat dan didukung pasokan gas dalam negeri. Prioritas utama kami adalah memastikan kebutuhan pupuk nasional terpenuhi terlebih dahulu,” ujar Yehezkiel.

Ketahanan pangan tidak hanya soal mencukupi kebutuhan hari ini, tetapi juga tentang bagaimana menjaga keberlanjutan produksi di masa depan. Menyadari hal tersebut, Pupuk Indonesia mulai menggeser fokus ke industri rendah karbon melalui pengembangan green ammonia dan blue ammonia.

Langkah ini strategis untuk mengurangi ketergantungan pada gas alam sebagai energi fosil. Dengan memanfaatkan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS), emisi dari proses produksi dapat ditekan seminimal mungkin tanpa mengurangi volume output yang dibutuhkan petani.

Selain penguatan teknologi, perusahaan juga memperluas inisiatif ke lapangan melalui pemanfaatan lahan tidur dan pemberdayaan kelompok tani. Inisiatif berbasis alam (nature-based solutions) ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang lebih lincah dan mandiri.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

40 Negara Bahas Selat Hormuz, Inggris dan Prancis Pimpin Upaya Buka Jalur Minyak

40 Negara Bahas Selat Hormuz, Inggris dan Prancis Pimpin Upaya Buka Jalur Minyak

News | Jum'at, 17 April 2026 | 14:28 WIB

Kelola Selat Hormuz, Iran Proyeksikan Pendapatan Hingga Rp258 Triliun

Kelola Selat Hormuz, Iran Proyeksikan Pendapatan Hingga Rp258 Triliun

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:43 WIB

Setelah AS, Giliran Jerman Mau Ikut Campur di Selat Hormuz

Setelah AS, Giliran Jerman Mau Ikut Campur di Selat Hormuz

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:41 WIB

Terkini

Nekat Beroperasi Tanpa SLHS, Penutupan 1.999 Dapur MBG Dinilai Cermin Kegagalan Perencanaan

Nekat Beroperasi Tanpa SLHS, Penutupan 1.999 Dapur MBG Dinilai Cermin Kegagalan Perencanaan

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:34 WIB

Potret Sungai Cileungsi Menghitam Akibat Dugaan Limbah Industri

Potret Sungai Cileungsi Menghitam Akibat Dugaan Limbah Industri

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 18:31 WIB

Kasus Dolar Singapura Palsu Rp4,7 M Disorot DPR! Polisi Diminta Ungkap Jaringannya

Kasus Dolar Singapura Palsu Rp4,7 M Disorot DPR! Polisi Diminta Ungkap Jaringannya

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:27 WIB

Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi

Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 18:25 WIB

Kebakaran Hanguskan 2 Hektare Lahan di Kerinci

Kebakaran Hanguskan 2 Hektare Lahan di Kerinci

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 18:23 WIB

Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI

Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 18:17 WIB

Bukan yang Pertama! KPK Bongkar Suap Awal Rp300 Juta dari PT Summarecon ke Pejabat ATR/BPN

Bukan yang Pertama! KPK Bongkar Suap Awal Rp300 Juta dari PT Summarecon ke Pejabat ATR/BPN

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:15 WIB

iNews Group Dilepas MNC Group ke Bos Republikorp Norman Joesoef

iNews Group Dilepas MNC Group ke Bos Republikorp Norman Joesoef

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 18:11 WIB

Daftar Harga Helm Cargloss Half Face: Dari Seri Klasik hingga Khusus Hijab

Daftar Harga Helm Cargloss Half Face: Dari Seri Klasik hingga Khusus Hijab

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 18:10 WIB

MNC Lepas iNews Group ke Republikorp, Ini Rinciannya

MNC Lepas iNews Group ke Republikorp, Ini Rinciannya

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:05 WIB

×